Konsep systemic risks, sependek pengetahuan saya, belum betul2 dimengerti mekanismenya dan bagaimana cara mengukurnya. Resiko sistemik terjadi bila jatuhnya suatu institusi mengakibatkan efek beruntun jatuhnya berbagai institusi lain. Yang jelas, resiko ini ada dan kian hari semakin besar. Hal ini terjadi sebagai efek samping dari sistem pasar yang terbuka seperti sekarang ini sehingga kepemilikan aset dan kewajiban bisa tersebar di mana-mana dan sistem informasi yang canggih sehingga informasi bisa menyebar ke mana-mana dengan cepat.
Kita cuma bisa mengira-ira apakah akan ada kegagalan beruntun atau tidak. Ada banyak hal yang meningkatkan kemungkin terjadinya efek beruntun ini. Pertanyaan yang relevan misalnya: siapakah orang2/institusi2 lain yang akan rugi jika institusi tersebut jatuh, seberapa kuatkah kondisi finansial orang2/institusi2 tersebut, apakah orang2/institusi2 tersebut memiliki kewajiban ke pihak2 lain dan begitu seterusnya.. . Penting juga untuk menilai bagaimana reaksi publik terhadap munculnya berita bahwa suatu institusi akan jatuh (misalnya rush)… Penting juga untuk mengetahui reaksi pasar atas keputusan pemerintah. Biar bagaimanapun, anjloknya pasar saham ataupun rupiah akan menambah kepanikan publik. Tentu banyak pertanyaan lain yang juga relevan dan saya tidak tahu. Berbagai pertanyaan ini sulit dijawab tanpa data2 yang bagus. Dengan data yang baguspun, tidak mudah untuk mengukur potensi resiko sistemik ini.




