Skeptical Empiricist

Hedge Funds & Ekonomi

April 11, 2008 · 8 Comments

Saya ingin bertanya mengenai hedge funds karena masih awam tentang hal ini. Pertanyaan saya adalah apakah hedge funds itu baik untuk ekonomi suatu negara atau ekonomi dunia secara keseluruhan? Saya melihat sisi positif dari keberadaan hedge funds adalah membantu meningkatkan efisiensi karena menghilangkan mispricing di pasar, disamping memperkaya investors dan fund managers-nya tentunya. Tp koq sepertinya ada hal2 negatif yg muncul dari keberadaannya, misalnya bubbles di real estates dan, kemungkinan, di komoditas. Mungkin bukan sepenuhnya salah hedge funds, tp nature-nya yg sangat spekulatif dan ditambah dengan leverage yg umumnya berlipat ganda, sepertinya hedge funds turut berperan menciptakan bubbles tersebut. Masalahnya dampak dari bubbles tersebut dirasakan oleh banyak orang. Kembali ke pertanyaan saya, apakah keberadaan hedge funds membantu meningkatkan GDP (i.e. kemakmuran) suatu negara? Akankah lebih baik jika dana kelolaan yg sangat besar tersebut diinvestasikan ke real sectors sehingga bs membantu perekonomian? Mas Natsir

Beberapa fakta yang perlu saya luruskan dulu:

  • Nature hedge fund tidak selalu spekulatif. Komunitas hedge funds sangat heterogen, dari mereka yang mencari directional bets (seperti global macro funds) maka spekulatif sampai yang mencari dan menghilangkan mispricings (seperti arbitrage funds) maka tidak spekulatif. Saya rasa hedge funds yang spekulatif tidak lebih besar daripada yang tidak spekulatif.
  • Tidak semua hedge funds menerapkan leverage. Yang sering kita lihat di media adalah hedge funds yang leverage-nya besar dan salah sehingga mesti gulung tikar dan masuk koran.
  • Dana yang dikelola hedge funds secara keseluruhan jauuh lebih kecil dibanding dana yang dikelola institusi keuangan lainnya seperti dana pensiunan, dana asuransi, reksadana, ataupun dana investasi nasional (sovereign wealth fund).

Keep reading →

→ 8 CommentsCategories: HEDGE FUNDS

Peta Pasar Saham

April 11, 2008 · 6 Comments

Apakah dana mengalir keluar ataupun masuk pasar saham? Ke sektor mana dan dari sektor manakah dana mengalir di dalam pasar saham? Dua pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang sebagian dari kita ingin tahu jawabannya.

Tentu tidak mudah menjawab kedua pertanyaan di atas. Kebanyakan dari kita hanya melihat perubahan nilai berbagai indeks seperti DJIA, SP500, Nasdaq Composite, IHSG, dll. Kita perlu tahu lebih detail dari itu. Berbagai indeks tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh sedikit saham berkapitalisasi besar seperti Exxon Mobil dan General Electric di SP500 ataupun PT Telkom di pasar IHSG.

Ketika dana keluar/masuk ke pasar saham, belum tentu dana itu akan mengalir dari/ke saham-saham berkapitalisasi besar untuk membuat efeknya ke indeks terasa. Pada prinsipnya, semakin banyak saham-saham yang tergerak, semakin meyakinkan pula pergerakan dana keluar/masuk pasar saham.

Ketika dana mengalir dari beberapa sektor ke sektor-sektor lainnya, terkadang hal itu tidak bisa dilihat dari berbagai indeks yang saya sebutkan tadi. Salah satu cara untuk melihatnya adalah dengan membandingkan berbagai indeks sektor seperti di sini.

Ada teknik lain untuk mendapatkan ide dalam rangka menjawab kedua pertanyaan di atas: melihat peta saham. Finviz memberikan salah satu implementasi peta saham secara cuma-cuma.

Peta di atas menunjukkan keadaan pasar saham AS per 11 April selama satu pekan terakhir. Anda bisa mengganti durasi pengamatan dari 1 hari, 1 pekan, 1 bulan, sampai 1 tahun.

Dengan melihat peta ini, secara sekilas kita bisa dengan cepat melihat apa yang sedang terjadi terhadap pasar saham secara keseluruhan.

Khusus untuk peta saat ini, terlihat bahwa sektor basic materials adalah sektor paling kuat selama 1 pekan terakhir. Untuk sektor-sektor yang lain, pasar masih lemah walaupun sebagian saham yang kuat di sektor-sektor tersebut sudah mulai menunjukkan dirinya seperti terlihat dari warna hijau yang muncul secara sporadik di berbagai tempat.

Berikut adalah peta pergerakan 1 hari ini sampai dengan pukul 2:30 siang. Perhatikan lautan merah hari ini.

Peta saham hanya memberikan ide untuk menjawab kedua pertanyaan di atas. Memiliki ide masih lebih bagus daripada tidak tahu sama sekali, apalagi gratis!

Semoga bermanfaat.

→ 6 CommentsCategories: Assets Selection · Market Timing

Sumber Bacaan

Maret 13, 2008 · 10 Comments

Apa yang Anda baca secara rutin?

Saat ini, munculnya feed readers semacam Google Reader dsb memudahkan kita untuk mengikuti tulisan-tulisan dari berbagai sumber yang menarik bagi kita. Saya sendiri subscribe kepada beberapa penulis di bawah ini:

Dr. Steenbarger adalah seorang profesor psikologi yang juga seorang trader. Bila Anda pernah mengunjungi blognya, Anda akan tahu betapa produktif dia dalam menulis.

Dr. Steenbarger sering mengupas strategi dia dalam trading, membahas psikologi trading, melakukan backtesting terhadap suatu fenomena yang dia lihat walaupun evaluasinya masih kurang dalam, dan melaporkan bacaan dia tentang kondisi pasar yang berlaku. Sesekali, Dr. Steenbarger akan menyuguhkan berbagai artikel menarik yang ditulis orang lain.

Kunjungilah blog dia.

Veryan Allen mungkin bekerja pada suatu institusi yang mencari berbagai manajer hedge fund. Allen lebih jarang menulis. Mungkin 1 minggu sekali. Tapi, setiap tulisannya selalu dalam dan mengena.

Bagi Anda yang bekerja dalam area fund management, saya rasa perspektif yang dia bawa cukup bermanfaat.

Saya baru saja tahu tentang blog ini. Ray Barros menggunakan teknis visual dalam trading-nya. Sepengetahuan saya, dia melihat pasar dari segi waves dari berbagai time frame (dari jangka per menit sampai bertahun-tahun).

Saya melihat blog ini sekilas untuk melihat berbagai data yang kadang-kadang cukup menarik. Akan tetapi, ulasannya kurang mendalam.

Apa yang Anda baca?

→ 10 CommentsCategories: PERSONAL

Kemana Tempe dan Tahu?

Januari 15, 2008 · 13 Comments

Baru saja membaca berita di Jakarta Post bahwa tempe dan tahu menghilang dari hidangan kota Jakarta. Sebagai orang Indonesia, saya termasuk penggemar tempe. Tanpa tempe paling tidak seminggu sekali, rasanya makan ada yang kurang.

Membaca artikel itu, saya langsung teringat bahwa harga soya bean (kedelai) terus menjulang tinggi sejak oktober tahun 2007. Hal ini bisa dilihat dari grafik di bawah ini.

Sebagian besar kedelai Indonesia di impor dari luar negeri. Pemerintah Indonesia tidak punya kontrol terhadap harga kedelai dunia.

Walaupun berkurangnya tempe cukup disayangkan, kita tidak bisa menyalahkan pemerintah atas fenomena ini, paling tidak dalam jangka pendek. Sudah bagus pemerintah menghilangkan import duty buat kedelai.

Dalam jangka panjang, solusi buat Indonesia adalah untuk menanam lebih banyak kedelai.

→ 13 CommentsCategories: INDONESIA

Permintaan Emas dari ETF.

Januari 8, 2008 · 8 Comments

Ada ulasan singkat menarik dari Bespoke yang mengutip artikel dari Wallstreet Jurnal: ETF FeverETFs Stoke Investors’ Gold Fever yang mengungkapkan bahwa permintaan emas dari investors melalui Exchange Traded Funds (ETF) adalah sangat tinggi.

ETF adalah semacam reksadana yang diperdagangkan secara aktif di bursa pasar modal. Di Indonesia, setahu saya reksadana belum bisa diperdagangkan di bursa pasar modal.

Kepemilikan ETF atas logam mulia ini bahkan lebih tinggi dari emas yang dimiliki Bank Sentral China ataupun Bank Sentral Eropa. Hanya 7 negara yang memegang emas lebih besar dari ETF: AS, Jerman, Prancis, Italia, Swiss, Jepang, dan Belanda. Di lain pihak, permintaan emas dari industri berkurang.

NB: Gambar diambil dari Bespoke Investment Group.

Perhatikan bahwa sejak adanya Gold ETF, harga emas terus menjulang naik. Tapi BUKAN berarti bahwa adanya Gold ETF ADALAH penyebab naiknya harga emas. Mungkin ada sebab lain yang kita tidak tahu. Dan mungkin tidak perlu tahu.

Apakah kenaikan harga emas ini akan segera berhenti? Saya masih cenderung percaya bahwa saat itu belum akan datang. Tapi, ketika saat itu datang (di mana tidak ada orang yang bisa memprediksi kelakuan investor - trader - spekulator secara kolektif), maka koreksinya akan sangat tajam dan cepat.

Tetap pasang mata. For now, just join the party.

→ 8 CommentsCategories: Assets Selection · Market Timing

Berkarir di KAP atau di investment banking, atau di private banking, atau Hedge fund

Desember 30, 2007 · 12 Comments

Saya dapat komentar seperti di bawah ini:

Saya mahasiswa akuntansi di Universitas Surabaya semester 5 & sedang mengikuti RFP-I/CFP preparation program.

Saya kepingin berkarir di KAP (big 4 tentunya) atau di investment banking (sbg analyst), atau di private banking (sbg wealth manager), atau bahkan di hedge fund tapi lebih detail lagi saya lebih condong ke investment/private banking. Jadi, sekarang saya lagi banyak2 cari informasi tentang profesi2 tersebut.

Saya juga kepingin banget berkarir di luar negri (yg deket2 aja spt s’pore). Memang prestasi akademis saya tidak terlalu bagus (GPA <3) & saya tidak punya cukup dana untuk kuliah di LN tapi saya punya kemauan kuat untuk belajar. Apakah hal ini bisa menjadi modal buat saya ?

Menurut mas, jalan apa yang harus saya tempuh untuk bisa mencapai cita2 tersebut ? Mohon bantuan & sarannya mas…

Terima kasih…

Daxon

Dilihat dari yang ditulis, sepertinya yang bersangkutan cukup bersemangat untuk bekerja di ke 4 profesi di atas (bekerja di KAP, analis di investment banking, private banking, ataupun di hedge fund). Oleh karena itu komentar ini saya jadikan artikel. Siapa tahu ada yang bisa berbagai masukan baginya.
Keep reading →

→ 12 CommentsCategories: PERSONAL

Seasonal Effect pasar Saham

Desember 30, 2007 · 7 Comments

Beberapa hari terakhir ini saya baru membaca buku “Price Trends & Investment Probabilities” karya Thomas Dussault. Buku ditulis berdasarkan pengalamannya sebagai broker & trader selama puluhan tahun. Bukunya lumayan kaya informasi, tetapi tidak tertulis dengan baik. Selain itu, banyak klaim yang dia buat tanpa didukung oleh hasil riset yang ditulis di dalam buku.

Dari berbagai informasi yang dibeberkan, ada 3 halaman yang membahas tentang efek kalendar. Untuk pasar saham di AS, menurutnya, disinyalir terdeteksi efek kalendar sebagai berikut beserta “teori”-nya:

  • Pukul 3pm - 4pm.

Efek: Jika suatu saham kuat selama sesi awal hari itu sampai dengan 3pm, maka selanjutnya dari 3pm sampai dengan 4pm (pasar tutup) saham itu akan semakin kuat. Demikian juga sebaliknya, jika suatu saham lemah selama sesi awal hari itu sampai dengan 3pm, maka selanjutnya dari 3pm sampai dengan 4pm (pasar tutup) saham itu akan semakin lemah.

Teori: Pemain profesional mengutak atik posisi dan strateginya sebagai persiapan untuk hari selanjutnya.

Keep reading →

→ 7 CommentsCategories: Market Timing · PROSES INVEST.

Selamat Datang Bursa Efek Indonesia

Desember 6, 2007 · 6 Comments

Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya telah bergabung menjadi Bursa Efek Indonesia. Selamat semoga sukses bersaing dengan berbagai bursa efek di kawasan Asia Tenggara dan dunia.

Langkah awal yang bagus. Semoga perdagangan obligasi menjadi lebih transparan setelah merger ini.

→ 6 CommentsCategories: INDONESIA

Pengaruh Naiknya Volatilitas Terhadap the Greeks.

Desember 6, 2007 · 5 Comments

Postingan ini adalah respons dari pertanyaan seorang teman. Akhirnya setelah absen ngeblog beberapa minggu, terpanggil untuk kembali juga.

The Greeks adalah berbagai ukuran sensitivitas nilai kontrak opsi bila beberapa faktor berubah. Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel saya tentang the Greeks: “The Greeks: Yang mempengaruhi nilai Options”.

Apa yang terjadi terhadap the Greeks pada European Call Options (Kontrak Opsi Call Model Eropa) jika tingkat volatilitas meningkat seperti akhir-akhir ini? Tiada jawaban yang lebih mudah diterima kecuali melihat ilustrasi di bawah ini:

1. Bila Kontrak Opsi dilandaskan pada aset yang tidak berdividen (tidak menghasilkan) dalam masa hidup kontrak Opsi.

Keep reading →

→ 5 CommentsCategories: DERIVATIF · Options

Berbagai Bursa Saham Asia Tenggara

Nopember 8, 2007 · 12 Comments

Hari ini saya mengikuti conference TradeTech Asia 2007 di the Venetian, Macau tentang teknologi untuk equity trading bagi institutional investor. Beberapa speaker yang berbicara termasuk Mark Mobius - MD dari Franklin Templeton, CEO Phillipines Stock Exchanges, CEO Bursa Malaysia, President Thai Stock Exchange, COO Bombay Stock Exchange, dll. Sayangnya Dirut BEJ tidak hadir di situ (bahkan tidak ada delegasi dari BEJ). Di samping itu, banyak pembicara  lain baik dari Buy Side (beberapa fund managers) maupun Sell side (UBS, BNP Paribas).

Dalam event ini, Omar Merican (CEO Bursa Malaysia) dengan antusiasnya menjelaskan pencapaian teknologi trading di bursa Malaysia sampai dengan saat ini. Dia juga menjelaskan langkah-langkah konkrit apa yang sedang dan akan diambil untuk terus memperbaiki teknologi mereka dalam rangka menarik institutional investors.

Tak kalah, Francisco Lim (CEO Phillipines) juga menjelaskan kemajuan yang dicapai bursa saham di Manila. Bursa saham Manila merupakan salah satu bursa yang dimiliki oleh publik.

Ibu Patareeya (President Thai Stock Exchange), dengan lembut menjelaskan bahwa berbagai perbaikan telah dilakukan Bangkok. Selain itu, Bangkok juga akan mengundang tim ahli untuk perbaikan lebih lanjut. Selain itu, Bangkok juga berusaha untuk menarik perusahaan2 dari Indochina (Vietnam, Cambodia, Laos) untuk listing di Bangkok.

Bagaimana dengan Bursa Singapura? Tak usah ditanya, tahun lalu Singapura adalah host untuk konferensi ini. Bursa Singapura juga secara aktif berusaha (dan cukup sukses) menarik perusahaan-perusahaan dari luar Singapura (seperti dari China, India, Vietnam, Thailand, Indonesia, dll) untuk listing di situ.

Yang tidak terdengar dalam acara ini adalah progress dari Indonesia. Sepertinya BEJ kurang aktif dalam mempublikasikan kemajuan yang dicapainya di forum-forum seperti ini. Merger BEJ dan BES menurut saya adalah langkah positif. Demikian juga tentang perdagangan elektronik kita.

Dalam sebuah voting elektronik, peserta konferensi ditanya pertanyaan kira-kira seperti ini: Di pasar manakah Anda paling menginginkan implementasi Direct Market Access segera dilakukan?

  1. Indonesia
  2. Malaysia
  3. India
  4. Philipines

Dari respons yang ada: India paling atas, Indonesia paling bawah.

→ 12 CommentsCategories: TECHNOLOGY

Investasi Emas

Oktober 30, 2007 · 24 Comments

Harga emas mengalami tren kenaikan yang cukup pesat sejak tahun 2001 lalu. Hal itu bisa dilihat dari grafik perubahan harga emas di bawah ini.

Pertanyaan: bila kita ingin investasi emas, bagaimana caranya? Investasi yang dimaksud di sini adalah membeli aset atau memasuki kontrak sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan/kerugian dari pergerakan harga emas.

Ada beberapa alternatif yang bisa saya pikirkan: Keep reading →

→ 24 CommentsCategories: Assets Selection

Halaman-Halaman Baru

Oktober 21, 2007 · 3 Comments

Kalau Anda perhatikan, ada beberapa halaman baru yang terpasang di blog ini. Selain charts tentang harga logam, kurs mata uang terhadap dolar AS, ada juga charts tentang 9 sektor utama di pasar AS baik per hari maupun per 15 menit, charts tentang pembagian indeks berdasarkan kapitalisasi pasar baik per hari maupun per 15 menit, dan Yields (tingkat suku bunga pasar hutang pemerintah AS) baik per hari maupun per 15 menit.

Bagi saya, selain melihat aset yang kita beli atau jual sebagai individu tersendiri, kita juga perlu melihat kondisi di sekeliling aset tersebut. Kenapa? Karena pasar modal terkait satu dengan lainnya. Pemilik modal bisa menaruh asetnya di berbagai tempat yang mereka pikir paling menguntungkan. Satu kejadian yang terjadi di suatu pasar bisa memberi sinyal tentang skenario apa yang mungkin terjadi di pasar lainnya. Ini bukan berarti bahwa mereka yang memfokuskan analisis pada satu aset saja tidak akan menghasilkan return yang bagus.

Buat saya, berbagai segmen pasar yang perlu diperhatikan karena saling berhubungan adalah bonds markets, commodities, currency markets, dan pasar saham. Pasar saham sendiri sangat heterogen dan kaya akan informasi. Oleh karenanya, tidak cukup hanya melihat SP500. Ada 9 sektor utama yang kadang-kadang berjalan saling berlawanan. Ada juga kelompok saham-saham besar dan kecil.

Memahami interaksi antar berbagai pasar tersebut bukanlah hal yang mudah. Saya juga tidak mengklaim telah memahaminya. Masih sama-sama belajar.

Kalau Anda perhatikan, hampir semua charts memiliki minimal 2 time frames, dari jangka pendek dan jangka panjang.

→ 3 CommentsCategories: Charts

Selamat Lebaran

Oktober 10, 2007 · 5 Comments

Saatnya pulang kampung. Saatnya makan ketupat. Saatnya bermaaf-maafan.

Selamat lebaran bagi yang merayakan.

→ 5 CommentsCategories: PERSONAL

Di mata uang asing apa berbagai bank Sentral menaruh cadangan devisa?

Oktober 1, 2007 · 8 Comments

Tanggal 28 September kemarin, IMF (International Monetary Fund), mengeluarkan data tentang komposisi mata uang dunia yang dipakai tempat menampung cadangan devisa asing berbagai negara.

Bank sentral menginvestasikan cadangan devisa mereka ke berbagai aset. Sebagian dari aset tersebut diinvestasikan dalam mata uang asing melalui instrumen seperti T-bills, foreign bank notes, foreign bank deposits, dll. Data yang dikeluarkan IMF ini menggabungkan jumlah devisa dari berbagai negara yang diinvestasikan dalam suatu mata uang. Perlu diingat bahwa, metode pengumpulan data terjadi secara suka rela. IMF tinggal menggabungkan data yang diberikan oleh berbagai negara yang bersedia.

Keep reading →

→ 8 CommentsCategories: Charts - Mata Uang · Market Timing

Tentang Unitlink

September 25, 2007 · 39 Comments

Tolong donk nulis plus minus investasi di Unit link Vs Reksadana

Ida Bgs Budi

Kalau buat saya sih, lebih efisien untuk membeli asuransi sendiri dan investasi sendiri (baik itu reksadana ataupun yan lain) daripada membeli unit link (gabungan asuransi + reksadana).

Pertama: TRANSPARANSI. Dalam unit link, pengelolaan bagian investasinya kurang transparan. Kalau Anda pisah, paling nggak Anda tahu dengan cukup pasti ke mana dana Anda diinvestasikan, berapa return yang di dapat, dsb. Anda juga tahu pasti berapa besar premium asuransi yang perlu dibayar.

Kedua: KEBEBASAN. Uang yang diperuntukkan buat investasi akan stuck di perusahaan asuransi. Buat saya, insurance companies are not the best fund managers or fund middlement around. Kalau di pisah, paling tidak Anda bisa lebih fleksibel untuk mengalihkan dana investasi Anda, kalau perlu.

Ketiga: COST. Isu ini sebenarnya cuma berdasarkan logika saja, tidak pernah betul-betul membandingkan. Sebagai middleman, pengelola unit link merupakan tambahan lapisan birokrasi. Mungkin dana yang mereka terima sebenarnya akan dilimpahkan ke pihak ke-tiga. Disinilah tambahan biaya muncul.

Keep reading →

→ 39 CommentsCategories: PERSONAL FINANCE