Apa arti uang untukmu?
Akhir pekan, saatnya menoleh ke belakang dan menanyakan hal-hal yang lupa kita tanyakan, atau hal-hal yang tak sempat terpikirkan.
“Apa arti uang untukmu?”
Pernahkan kita sejujur-jujurnya berusaha menjawab pertanyaan itu dan berusaha mencari jawabannya? Untuk sejenak, mari kita lupakan penjelasan ekonomi 101: uang muncul secara alami sebagai alat tukar karena tidak semua orang mampu memenuhi kebutuhannya kemauannya sendiri-sendiri.
Uang telah menjadi suatu bagian sentral peradaban umat manusia sampai berbagai ungkapan pun dilekatkan kepada uang. “Uang tidak bisa membeli kebahagian”, “Money is the root of all evil”, “Mangan ora mangan asal ngumpul”. Hal ini saya kira terjadi di semua kebudayaan.
opini pribadi terhadap uang MODE ON:
Dengan berbagai tulisan saya di sini, mungkin ada yang berpikir kalau saya menghambakan uang, menjadikan uang sebagai segalanya, tujuan akhir hidup.
Tidak. Saya berpikir praktis saja. Uang, menurutku hanyalah suatu alat. Suatu alat yang sangat ampuh.
Seperti semua alat yang diciptakan manusia, uang ada hanyalah untuk membantu kita. Membantu kita untuk mencapai apa yang kita cari di hidup ini. Tergantung dari apa yang kita cari, uang bisa berguna atau tidak berguna untuk mencapai yang kita cari.
Seperti semua alat yang diciptakan manusia, uang bisa mendatangkan bencana dan bisa pula mendatangkan anugrah bagi orang yang memegangnya. Ini tergantung dari siapa yang memegangnya.
Sebagai sebuah alat uang tidak melihat warna kulit, agama, ras, suku, ataupun gender pemiliknya. Ia tak akan lari hanya karena hal-hal itu. Ia akan mencari orang-orang yang tahu menjaganya.
Bila karena suatu hal (mungkin karena kontribusi yang sudah kita lakukan untuk orang lain, dll) kita kehampiran uang, kita cari orang/tempat lain di mana uang (alat) bisa memberi kontribusi maksimal ke orang lain. Di setiap saat pasti ada orang/tempat yang paling memerlukan alat itu. Dan kesitulah alat itu seharusnya lari.
Menurut saya, seharusnya inilah esensi dari investasi => Mencari tempat yang paling membutuhkan alat itu. Orang yang membutuhkan sesuatu berarti tahu bagaimana memakainya. Di tempat-tempat inilah alat itu akan kembali padamu dengan berseri-seri, karena kamu telah menempatkannya di tempat yang ia sukai.
Warren Buffet, saat ini orang terkaya ke-2 di dunia menurut Forbes, adalah seorang investor yang saya kagumi. Dia membangun asetnya dengan berinvestasi di berbagai perusahaan. Mungkin banyak orang yang tahu tentang dia sebagai orang no-2 terkaya di dunia. Tapi yang mungkin tidak banyak orang tahu adalah gaya hidupnya yang sangat sederhana kalau dilihat dari nilai aset yang dimilikinya. Buat dia menghambur-hamburkan uang bukanlah hal yang ia inginkan. Tahukah Anda kalau sebagian besar asetnya diberikan untuk worthy causes, tidak diwariskan ke anak cucunya?. Buat dia, mewariskan kekayaan bukanlah hal yang paling bijaksana.
In any society, well functioning capital markets and high level of financial literacy among its population are necessary for it to scale new heights. Let’s educate ourselves and the ones we care.
opini pribadi terhadap uang MODE OFF:
Untukmu, apakah arti uang?
“Let’s educate ourselves and the ones we care”
one word, Wow!
I love money =)
Kalo gak ada duit, gimana bisa hidup? negara ini bukan welfare state yang bakal ngasih kamu duit kalo kamu nggak kerja.
Nah ada bedanya loh, uang utk hidup dan hidup utk uang. Bagusnya sih jangan sering2 hidup utk uang, entar malah gak bisa menikmati hidup
Hehehe…
Saya lagi mencoba berpropaganda bahwa orang yang kerjaannya nyari duit atau investasi itu bukan berarti hanya mikirin duit. Bahkan mereka berjasa dalam membantu mengalokasikan limited resources dengan cara mereka sendiri.
Ya ada juga sih yang dapet duitnya pake cara ga bener. Tapi duitnya gak akan betah lama2 di mereka…
sebelum disalah artikan:
“Bagusnya sih jangan sering2 hidup utk uang …”
maksud aku, sesekali lembur (walaupun OT gak dibayar ^_^) itu gak apa apa. Asal jangan sering2 …
my opinion abt uang == > sebagai alat pembayaran yang sah ^_^
Sangat nikmat melihat mereka tumbuh, seperti bibit yang kita tanam. Begitulah Investor bijak berkata. Temukan bisnis yang prospektif dan belilah sahamnya pada harga pantas-lalu coba hold selama kamu bisa. Fokus pada nilai bisnis bukan pada harga saham. Begitu kira2 filosofi The Greatest Value Investor, Warren Buffett-The siege from Omaha
Pak Perdana berinvestasi dengan style value investing kah?
Mungkin satu hal yang bisa saya komentari tentang value investing: mencari saham2 dengan harga yang pantas tidak otomatis memberi return yang bagus. Pemain membutuhkan waktu untuk menyadarinya.
Warrent Buffet – The Sage of Omaha, menurut saya berhasil juga karena dia cenderung memiliki porsi saham yang signifikan sehingga memiliki pengaruh ke manajemen. Dengan naluri bisnisnya yang bagus dan kapasitasnya untuk mempengaruhi cara kerja perusahaan yang dibeli, Buffet sendiri menambah nilai ke perusahaan yang dibelinya.
Betul mas Bahar, konsep investor memang berbeda dengan traders. Investor cenderung long term investment sedangkan traders mencari gain jk pendek berdasarkan volatilitas harga sekuritas semata, biar kecil namum konsisten. Ada jg konsep long term day trading, dimana saham propektif (value investing) dikombinasikan dengan short term day trading agar gainnya menjadi “boost”. Namun para traders inilah yang memberikan likuiditas bagi suatu pasar, dan likuiditas menjadi fitur penting pasar modal. Thanks
Setuju sekali! Para traders inilah yang memberikan likuiditas bagi suatu pasar. Istilahnya mereka ini pelumas pasar.
HEE… bagus juga opininya,,, dan ternyata orang yang sukses dimana2 selalu dalam pidatonya menyatakan tujuan mencari kekayaan nya adalah untuk menolong… klo anda hanya berfikir uang anda akan berputar pada kebutuhan yang tak terpenuhi…. ciptakan misi untuk menolong orang maka uang akan mencari anada….
salah warren buffee nyumbang uang untuk menghindari pajak karena jika sudah meninggal aset yang diwariskan mesti kena tax 50 %. tapi kalau lewat yayasan tidak kena…so no body good as it’s look
uang adalah:
1. alat tukar
2. alat untuk mengukur nilai suatu barang/jasa
3. alat akumulasi kekayaan
Baru baca tulisanmu har..sekali baca 3 jam ga bosen2..
Tp aku terhenti di tulisanmu yg ini.
Dan akhirnya mau sdkt berkomentar
Hidup ini penuh dengan nilai..atau kata org yunani filosofi..
Tp aku lbh memilih menyebutnya hikmah.
Ahli hikmah itu satu diantara seribu,jarang..
Dia adalah pembaca zaman, dan lbh dari itu, ia bsa menggerakkan zaman, dan bahkan memimpinnya
Ahli hikmah bukan bertindak dari pikiran,krn akal selalu bisa menjawab
dengan segala logika yg membenarkan…
Ia bertindak melalui hati
Hati yang bersih
Tidak dikuasai oleh nafsu
Tidak pula dikendalikan oleh akal
Hati adalah samudra,dalam,luas..
Hati adalah cahaya,menembus ruang dan waktu
Nah,dunia ini adalah fatamorgana
Terkadang menyilaukan
Terkadang menghanyutkan
Terkadang mengaburkan
Mudah tersesat
……..
Angkat topi deh sama kamu,
Mgkn ibarat lompatan quantum
Kukira kmu bakal dapat nobel fisika
Eh malah ngejar soros
Tp aku lbh salut lg
Kmu masih berhikmah
Meski dikelilingi dunia…
Maju terus har!!
Mgkn ada rencana besar,dibalik ini semua,nanti..
Aku mah byk ga ngerti cerita finansial (tp ajaib tulisanmu gampang dimengerti ya bagi awam sptku,cerdas!)
Ak lbh seneng disektor riil
Sambil geleng2 kepala liatin pengambil kebijakan,heheh..
Aku percaya kl indonesia punya lbh byk org2 sptmu,dan temen2 semua di blog ini..tidak lama lg indonesia menuju era keemasannya..sudah dekat!!
See u around!ta’ tunggu di lombok
Aryo, teman yang lama tak bertemu.
Bijak sekali kamu yah. Membaca komentarmu seperti membaca puisi yang penuh arti.
Sampai ketemu sobat.