Options, Futures, Forwards – Instrumen buat hedging, dll. [2]

Futures contract dan forward contract pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memungkinkan pelaku kontrak untuk mengunci satu harga di masa mendatang. Perbedaan utama ada di cara implementasinya.

Forward contract Futures Contract
Diperdagangkan di OTC (Over the Counter) (angkat telpon dan negosiasi langsung) Di perdagangkan di pasar modal
Kontrak tidak standar. Pemilihan tanggal jatuh tempo, cara pengiriman, dll tergantung negosiasi. Isi kontrak standar (misal: selalu jatuh tempo minggu ke 3 tiap bulan X, setelmen memakai cash di akhir tempo)
Untung rugi dibukukan di akhir kontrak Untung rugi dibukukan tiap hari
Tidak perlu margin Perlu margin (uang yang ditaruh di broker buat jaga – jaga kalau posisi futures kita rugi)

Contoh: Tetangga saya & pemborong kedondong membeli kontrak futures di pasar modal sebagai berikut:

  • Tetangga saya memasuki Short kontrak futures kedondong dengan futures price Rp2000 (harga ini berubah-ubah setiap saat) dengan masa jatuh tempo 1 bulan lagi dan dengan setelmen uang tunai (cash settlement). Artinya, 1 bulan lagi tetangga saya akan “menjual” kedondong dengan harga Rp2000. Karena cash settlement, 1 bulan lagi dia tidak perlu membawa kedondongnya ke exchange tapi cukup mentransfer/ditransfer uang sebesar selisih antara futures price yang sudah ditentukan sebelumnya dan harga kedondong di pasaran 1 bulan lagi. (futures price – harga pasar 1 bulan lagi) akan masuk ke rekening tetangga saya.
  • Si pemborong kedondong memasuki Long kontrak futures kedondong dengan futures price Rp2000 (harga ini berubah-ubah setiap saat)  dengan masa jatuh tempo 1 bulan lagi dan dengan setelmen uang tunai (cash settlement). Artinya, 1 bulan lagi si pemborong kedondong akan “membeli” kedondong dengan harga Rp2000. Karena cash settlement, 1 bulan lagi dia tidak perlu menyiapkan keranjang buat membawa kedondongnya dari exchange tapi cukup mentransfer/ditransfer uang sebesar selisih antara futures price yang sudah ditentukan sebelumnya dan harga kedondong di pasaran 1 bulan lagi. (harga pasar 1 bulan lagi – futures price) akan masuk ke rekening pemborong kedondong.

Efek dari transaksi ini pada dasarnya sama saja dengan forward kontrak antara tetangga saya dan penjual kedondong secara langsung.

Perbedaan-perbedaan yang disebut di tabel memiliki akibat yang cukup penting dan dibahas di bawah ini:

Counter-party risks:

  • Kontrak forward dilakukan atas persetujuan dua pelaku kontrak. Di sini timbul resiko bahwa salah satu pihak tidak bisa memenuhi kewajibannya. Mengikuti contoh di tulisan [1], hal ini terjadi kalau misalnya pemborong kedondong bangkrut dan tidak bisa membeli kedondong 1 bulan lagi sesuai perjanjian.
  • Kontrak futures dilakukan melalui perantara pasar modal. Dalam hal ini, exchanges melalui clearing house-nya adalah counter party dari setiap transaksi. Jadi kalau Anda mau membeli kontrak futures, Anda tidak bertransaksi langsung dengan pihak yang mengambil posisi bersebrangan.

Tetangga saya yang punya kedondong tidak bertransaksi langsung dengan si pemborong, tetapi melalui pihak ketiga (the exchange). Karena hal ini, resiko salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya menjadi sangat kecil. Kenapa kecil? Karena adanya sistem margin yang dimonitor setiap hari. Sebagai pihak ketiga, exchange meminta kedua pihak untuk menaruh %persen dari nilai transaksi sebagai jaminan.

Liquidity risks:

  • Pemegang kontrak forward tidak mudah mencari orang lain yang mau menggantikan posisinya (menjual kontrak itu ke orang lain dengan harga yang wajar).
  • Pemegang kontrak futures bisa dengan mudah membatalkan kontraknya dengan cara membeli tipe kontrak yang bersebrangan di exchange. Contoh: Kalau tadinya tetangga saya memasuki kontrak Long futures, dia bisa memasuki kontrak Short futures beberapa hari lagi untuk menetralisir posisinya.

Harga/Nilai Kontrak:

Kalau kita akan memasuki kontrak forward dengan pihak lain, pertanyaan yang kita ingin tahu adalah berapakah harga forward price yang wajar — berapa harga yang harus dibayar pemborong kedondong 1 bulan lagi? Misal hari ini harga kedondong di pasaran Rp2000, apakah si pemborong harus membayar Rp2000 juga 1 bulan lagi?

Berapa harga forward price yang wajar tergantung oleh beberapa hal berikut ini (dan beberapa hal lain) :

  • harga kedondong sekarang (S0)
  • biaya untuk menyimpan kedondong sampai satu bulan lagi (U).
  • pemasukan lain yang mungkin didapat tetangga saya karena menyimpan kedondong sampai 1 bulan lagi (Y).
  • “bunga bank” untuk jangka waktu 1 bulan ke depan(r).
  • waktu sampai jatuh tempo (T)

F0 = (S0+U-Y)*(1+r*T) => Ini hanya harga secara teori, harga di pasar bisa saja sedikit berbeda tergantung penjual dan pembeli. Tetapi tidak akan melenceng jauh.

Kenapa seperti itu? S, U, dan Y bisa dibilang sebagai total nilai dari kedondong yang akan diterima oleh pembeli hari ini. Bunga bank masuk dalam hitungan karena waktu adalah uang :). Uang 100 perak hari ini sama dengan uang 100*(1+r) 1 bulan lagi dengan pasti! Tinggal taruh saja di bank.

Kalau aset yang di forward kontrakan adalah aset finansial, maka nilainya sedikit berbeda tapi konsepnya sama. Misal: F0 = So*(1+(r-d)*T. Buat aset finansial, biaya penyimpanan bisa dibilang nol. Sumber pendapatan biasanya dalam bentuk dividen (d = dividen yield). Karena dividen yield biasanya dihitung dalam bentuk % dari nilai saham per tahun, maka F0 bisa dirumuskan seperti di atas.

Seiring waktu, nilai dari forward kontrak bisa naik dan turun karena harga kedondong di pasaran berubah, bunga bank berubah, dan sisa waktu ke jatuh tempo berkurang.

Ft = (St+U-Y)*(1+r*t)

Bagi pihak yang mengambil posisi Long (dalam hal ini si pemborong kedondong), dia akan membukukan untung rugi sebesar Ft – F0. Sebaliknya buat yang mengambil posisi Short (tetangga saya), dia akan membukukan untung rugi F0 – Ft.

Ada faktor lain yang mempengaruhi forward price (F), tapi diabaikan dalam penjelasan di atas dan membedakan kontrak Forward dan kontrak Futures.

Apa saja?

  • Premium resiko salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya.

Forward: Kalau tetangga saya akan bertransaksi sama pemborong yang sering gagal bayar, tentu dia akan meminta harga (Ft) yang lebih mahal lagi dari yang dirumuskan di atas.

Futures: Premium ini bisa dibilang tidak ada. Kecuali kalau sistem margin gagal. Sampai saat ini, sistem margin terbukti jarang sekali gagal.

  • Aliran dana dari pembukuan untung rugi.

Forward: karena untung rugi ditentukan dan uang ditransfer di akhir jatuh tempo, maka hal ini tidak ada efeknya.

Futures: karena untung rugi dibukukan dan uang ditransfer setiap hari, maka nilai dari kontrak futures juga harus memperhitungkan fakta ini.

Contoh: Misalnya karena suatu hal, harga kedondong selalu naik kalau bunga bank naik dan selalu turun kalau bunga bank turun. Orang yang memasuki Long kontrak futures akan untung kalau harga kedondong naik dan rugi kalau harga kedondong turun. Dalam kasus ini, dia juga akan untung kalau bunga bank naik dan rugi kalau bunga bank turun. Dia akan mendapatkan transfer uang di saat bunga bank naik dan harus mentransfer uang di saat bunga bank turun. Apa efeknya? Saat dia mendapat uang, dia selalu bisa menaruh uang di bank dengan bunga tinggi, dan saat dia harus memtransfer uang karena rugi, dia bisa pinjam di bank dengan bunga rendah. Dalam hal ini dia diuntungkan. Karena tidak ada free lunch, nilai dari kontrak futures akan lebih tinggi dari Ft yang dirumuskan di atas. Maka nilai dari kontrak futures akan lebih mahal dari kontrak Forward.

Margin Call:

  • Pemegang kontrak futures beresiko terkena margin call. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, margin adalah sebuah jaminan sebesar x% dari nilai transaksi yang harus ditaruh di exchange (tentu melalui broker masing2). Contoh: kalau tiba-tiba harga kedondong 2 hari lagi (belum jatuh tempo) naik jadi Rp2500, tetangga saya yang mengambil posisi short akan rugi dan harus mentransfer uang. Pertama-tama, uangnya yang ditaruh sebagai margin akan ditransfer dulu. Bila masih kurang, tetangga saya akan ditelpon orang dari exchange untuk memintanya menambah marin/uang jaminan.
  • Bagaimana bila tetangga saya ternyata tidak punya cash untuk menambah uang jaminan? Maka kontraknya akan ditutup secara paksa.
  • Bayangkan skenario di mana harga kedondong yang awalnya Rp2000 naik menjadi 2500 2 hari lagi, dan turun menjadi 1500 1 bulan lagi. Bila tetangga saya tidak bisa memenuhi margin call di level 2500, dia akan rugi walaupun sebenarnya satu bulan lagi harga kedondong jatuh ke 1500. Bila dia memasuki kontrak forward, dia tidak perlu tahu berapa harga kedondong antara hari ini dan 1 bulan lagi, yang penting adalah harga 1 bulan lagi.
About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di DERIVATIF. Tandai permalink.

4 Balasan ke Options, Futures, Forwards – Instrumen buat hedging, dll. [2]

  1. Aussie berkata:

    Jadi, apakah trading kontrak futures kedondong hanyalah betting berdasarkan pergerakan harga kedondong? Si pemborongnya gak terikat kontrak buat menggunakan profitnya buat membeli buah kedondong sungguhan kan?

  2. Bahar berkata:

    Yup. Nggak perlu beli sungguhan kalau kontraknya cash settled.

  3. technic berkata:

    Bahar, klo hedging itu tujuannya buat minimize risk dmn pada akhirnya si investor gain risk free rate from his portfolio, knp si investor gak buka deposito saja yg notabene lower risk dan bs earn at least risk-free rate ?

  4. ihedge berkata:

    tujuan hedging adalah mengurangi resiko yang secara sadar tidak ingin kita ambil. Kadang-kadang, ada resiko yang secara sadar ingin kita ambil karena pengalaman ataupun keunggulan kita dalam mengelola resiko tersebut. Semua bisnis venture tentu mengambil resiko.
     
    Bila kita tidak ingin mengambil resiko apapun, tinggal obligasi pemerintah saja (inipun masih ada resiko bahwa negara bisa jatuh) seperti ORI.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s