Skeptical Empiricist

Financial Engineering - Apaan tuh?

Juni 11, 2007 · 20 Komentar

Kita tentu pernah mendengar istilah Electrical Engineering (Teknik Elektro), Mechanical Engineering (Teknik Mesin), dll. Tapi pernahkah Anda dengar Financial Engineering? Terdengar aneh yah? Financial Engineering == Teknik Keuangan? Tambah alien lagi. Saya juga tidak tahu apa istilah Bahasa Indonesia yang cocok.

Teknik mesin berhubungan dengan aplikasi teori mekanik yang dibangun oleh Newton, termodinamika, dan teori fisika yang lain. Dari situ, kita belajar membuat sepeda, dll. Teknik elektro berhubungan dengan aplikasi teori elektromagnetik. Dari situ kita belajar memanipulasi arus listrik, dll. Lalu Financial Engineering berhubungan dengan apa? Teori apa yang diaplikasikan?

Ternyata, teori-teori di bidang keuangan masih jauh tertinggal ke-valid-annya dibanding teori-teori fisika seperti yang disebut di atas. Akan tetapi, beberapa dekade terakhir, teori-teori di dunia finansial berkembang lumayan pesat. Salah satu pencapaian signifikan teori finansial adalah ditemukannya prinsip dynamic hedging yang memungkinkan kita untuk menghitung nilai wajar suatu kontrak opsi. Ekstensi dari teori ini memungkinkan kita untuk menghitung nilai produk-produk derivatif lainnya. Muncul juga portfolio theory yang dimulai oleh Markowitz. Ia menunjukkan bagaimana kita bisa menentukan berapa yang % harus ditaruh di tiap aset untuk membentuk portfolio yang optimal atau efisien. Kemunculan teknologi komputer semakin memicu perkembangan teori finansial dengan memungkinkann kita bersimulasi dalam waktu yang singkat. Muncullah teknik-teknik simulasi semacan Monte Carlo dan Bootstrapping.

Bagi saya (karena expert pun masih simpang siur tentang definisinya) , Financial Engineering adalah disiplin ilmu yang berusaha memanfaatkan perkembangan mutakhir teori-teori keuangan (yang sebagian telah disebut di atas) untuk menciptakan produk-produk finansial yang bisa menangani kebutuhan-kebutuhan finansial yang semakin kompleks.

Apa produk akhir dari financial engineering? Produk akhirnya adalah kontrak-kontrak derivatif yang sebagian telah dibahas di blog ini. Sebagai contoh: sudah ditunjukkan bagaimana cross currency swap bisa mengatasi keinginan suatu perusahaan untuk mengubah obligasinya dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Selain memberi solusi, financial engineering juga menunjukkan nilai wajar dari solusi tersebut. Kenapa ini penting? Karena informasi tentang nilai wajar suatu kontrak memungkinkan berbagai pihak untuk saling menawarkan harga yang kompetitif sehingga pasar bisa berkembang. Bayangkan kita menjual suatu barang yang kita tidak tahu berapa nilainya! Sang calon pembeli akan menilai jauh di bawah nilai wajarnya, sementara sang calon penjual akan menilai jauh di atasnya. Akibatnya transaksi akan jarang terjadi. Kalau keduanya sama-sama tahu nilai wajarnya, nggak perlu banyak negosiasi kan!

Di mana tempat belajar Financial Engineering?

Sambil promosi almamater nih, di Asia bisa belajar di Nanyang Business School, Singapura. Di Amerika Serikat, bisa di Tepper Business School - Carnegie Mellon University (universitas pertama di dunia yang menawarkan program ini) . Atau bisa liat di sini.

Bidang studi apa yang perlu kuat?

  1. Matematika & Statistik.
  2. Computing.
  3. Dasar-dasar ilmu keuangan.

Kalau belum kuat di ke-3 nya, tidak begitu masalah.

Setelah itu bekerja di mana?

Tergantung seberapa bagus Anda setelah lulus, minat, dan keberuntungan. Banyak temen-temen yang bekerja:

  • di Investment Banking
  • di Mutual Funds
  • di Hedge Funds
  • di IT solutions buat Financial Institutions
  • di Trading desks of Oil Companies
  • di bagian Risks Managements, dll.

Kategori: FIN ENGGR

20 tanggapan so far ↓

  • Andi // Juni 11, 2007 pada 3:03 pm

    Berapa biaya kuliah yang di Singapura Mas? Ada beasiswa nggak?

    Makasih sebelumnya.

  • jasjus // Juni 11, 2007 pada 4:15 pm

    bung bahar, boleh kasi fair assesment perbandingan MFE NUS sama NTU ga? Btw, baru aja harga MFE yg NUS naek dr 15000 ke 21000, pdhl yg diajarin sama2 aja, pas gw tanya, jawabannya “karena harga2 market buat MFE naek, jd kita ikut2an naek”.

  • Bahar // Juni 12, 2007 pada 4:29 am

    @Andi: silakan di cek di websitenya saja. Biaya kuliah berganti dan cenderung naik tiap tahun. Terakhir biaya kuliahnya S$ 25.000 per tahun.

    Beasiswa ada, tapi untuk program ini jarang sekali yang mendapatkannya karena beasiswanya juga untuk program-program studi lain. Kalau dibandingkan, mungkin membiayai 1 orang di program ini bisa membiayai beberapa orang di program lain. Tapi boleh dicoba. More info di sini.

    @Jasjus: by default, saya gak dalam posisi yang bisa memberikan fair assesment karena gak begitu tahu dengan program yang di offer sama NUS dan lulusan program yg di offer NTU. Cenderung bias in favour of NTU’s program. :)

    Ada teman yang ingin masuk ke program di NTU dulu, kalau gagal baru coba yang di NUS. Dari segi biaya kuliah, NUS’ is cheaper. Cheaper = lower quality? Itulah persepsi kebanyakan orang. Karena gak ingin terkesan murah, makanya NUS naikin biaya kuliah jadi S$20.000 kali.

    FYI, program di NUS part-time, sedangkan program di NTU bisa full time.

  • edratna // Juni 12, 2007 pada 11:33 am

    Financial engineering adalah istilah yang banyak digunakan jika akan melakukan restrukturisasi perusahaan. Orang yang berada dibidang ini memang harus menguasai ilmu yang disebutkan Bahar, karena hampir semuanya hitung-hitungan, dengan berbagai skenario.

    Dengan ilmu ini, kita bisa menilai, dan mengalisis suatu perusahaan, dia berada diposisi mana, apakah masih bisa turn around, mampu diselamatkan dan going concern kembali, berapa biayanya…dan bila Bank ikut berperanan (karena debiturnya), apakah biaya restrukturisasi tadi seimbang dengan hasilnya…misal: jika NPV lebih besar daripada nilai likuidasi…maka restrukturisasi dapat dipertimbangkan. Memang tak semudah cerita ini, dalam praktek, bisa berkali-kali meeting, mencari data pembanding, yang kadang memakan waktu lebih dari satu tahun.

    Ini salah satu contoh penggunaan financial engineering di dunia nyata, untuk memperbaiki sektor mikro. Namun hasil yang diperoleh menakjubkan, dengan catatan semua pihak yang terkait/berhubungan harus benar-benar memahami tujuannya, dan bergerak kesana.

  • arul // Juni 12, 2007 pada 12:04 pm

    kayaknya hampir sama dengan Teknik Industri (ada perhitungan keuangan)
    trus sama dengan materi kuliahku,…
    tekno ekonomi (economical engineering)

  • jasjus2 // Juni 12, 2007 pada 2:30 pm

    bung bahar boleh minta pendapatnya juga buat professional certification yg lain seperti CFA (Chartered Financial Analyst), FRM (Financial Risk Manager), PRM (Professional Risk Manager). kira2 seberapa jauh manfaatnya, n kalo saya dari background bukan finance, how much those certs will hep me in getting a finance job?
    Terima kasih yg sangat buanyak.

  • Bahar // Juni 13, 2007 pada 2:36 am

    lebih baik punya dari pada nggak punya.

    tapi sertifikat-sertifikat itu lebih sebagai alat bantu supaya pintunya tidak begitu tertutup. kemungkinan dipanggil interview kalau memiliki sertifikat yang relevan, saya rasa lebih tinggi. setelah dipanggil interview, tentu semua tergantung Anda.

    kalau buat hedge funds, sertifikat yang lebih relevan adalah CAIA (Chartered Alternative Investment Analyst)

  • gre // Juni 16, 2007 pada 6:11 pm

    Financial Engineering a.k.a Computational Finance, further reading at http://en.wikipedia.org/wiki/Computational_finance. Anyway, ada gak orang Indo yang kerja di Goldman Sachs?

  • Tri Basoeki Soelisvichyanto // Agustus 8, 2007 pada 10:43 am

    FYI… Financial Engineering adalah related dengan Sectoral Setting. ini juga terkait dengan word yang namanya “heritage”. just FYI lah ya….

  • reksa // Agustus 22, 2007 pada 10:32 am

    Ada saran gak buku yang bagus ttg financial engineering untuk pemula seperti saya….

  • RVer // Agustus 22, 2007 pada 11:18 am

    orang indo kerja di Goldie ada donk….hot shot trader distressed bonds… kalau ngga salah based di tokyo japan…

    kalau ngga salah ada juga alumnus goldie yang sekarang masih buron..beliau juga bekas dirut salah perusahaan sekuritas wahid di indonesia…denger2 sih di sempet jadi the youngest VP di goldie at 25 year old

    buku manteb untuk financial engineering kalau gw bilang dari john hull, option, futures and other derivatives.

    get it at gramedia plaza semanggi around idr250 thou, compared to kinokuniya plaza senayan, which has a price tag over 1 mio.. funny..the same book cud cost much higher..arby nih…

  • ihedge // Agustus 22, 2007 pada 3:08 pm

    oh yea, textbook gw waktu kuliah juga John Hull tuh. Buat pemula, coverage-nya cukup bagus.

    nah… kok bisa beda jauh gitu yaah… ckckck… padahal sebuah buku, barang yang gak ada ungsur gengsi-nya.

  • Tri Basoeki Soelisvichyanto // Agustus 22, 2007 pada 6:46 pm

    kumpulin duit (minjem?), kasih bunga menarik.

    duit tadi di puter di luar negeri dengan bunga yang lebih menarik.

    selisih bunganya, di ambil deh….

    get money without money…

    betullll???

  • Nazaruddin // Oktober 19, 2007 pada 7:26 am

    Salam,
    Saya sedang mencari banyak informasi tentang FE, sekarang saya sedang membaca bukunya Emauel Derman. Background saya S1-Akuntansi dan sekarang bekerja sebagai Procurement Officer. Setelah membaca informasi dari setiap Univ. yang menawarkan MFE, mereka menyaratkan pengalaman min. 2 tahun.
    Sulit tidak bagi saya untuk mengambil MFE? karena pengalaman kerja saya jauh dari dunia perbankan dan sekuritas. Mohon masukan. Terima kasih

  • ihedge // Oktober 21, 2007 pada 2:57 pm

    @Tri: bisa gitu di Indonesia? Bunga di Indonesia termasuk relatif sangat tinggi. Sedang bunga di negara dengan ekonomi lebih stabil biasanya bunganya lebih rendah..

    Selain itu, selalu ada resiko pergerakan kurs mata uang.

    Sebenarnya kamu lagi ngomongin tentang carry trade, tapi kebalik. Biasanya pinjem di Jepang, beli aset di Indonesia.. .atau Australia, etc. Dapet selisih bunga. Tapi, kalau tiba2 Yen menguat, keuntungannya bisa langsung tergerus.

    @Nazaruddin: Sebenarnya persyaratan tentang pengalaman kerja itu fleksibel kok. Dulu waktu ngambil MFE, saya baru saja lulus S1.

    Kalau mau ngambil MFE, sebaiknya kamu cukup kuat di bidang matematika, computing, dan sedikit tentang finance. Tapi semuanya bisa dikejar asal mau kerja keras. So, kalau masih semangat, jangan takut untuk coba.

  • Nazaruddin // Oktober 28, 2007 pada 8:55 am

    Terima kasih Bang.

  • Indra // Desember 6, 2007 pada 4:47 am

    Salam,

    Antara MFE NTU dan Computational Finance di Nottingham U, yang propek kerjanya lebih bagus yang mana ya?

  • Daxon // Desember 13, 2007 pada 10:49 am

    Salam kenal mas Bahar….

    Saya mahasiswa akuntansi di Universitas Surabaya semester 5 & sedang mengikuti RFP-I/CFP preparation program.

    Saya kepingin berkarir di KAP (big 4 tentunya) atau di investment banking (sbg analyst), atau di private banking (sbg wealth manager), atau bahkan di hedge fund seperti mas Bahar tapi lebih detail lagi saya lebih condong ke investment/private banking. Jadi, sekarang saya lagi banyak2 cari informasi tentang profesi2 tersebut.

    Saya juga kepingin banget berkarir di luar negri (yg deket2 aja spt s’pore). Memang prestasi akademis saya tidak terlalu bagus (GPA <3) & saya tidak punya cukup dana untuk kuliah di LN tapi saya punya kemauan kuat untuk belajar. Apakah hal ini bisa menjadi modal buat saya ?

    Menurut mas, jalan apa yang harus saya tempuh untuk bisa mencapai cita2 tersebut ? Mohon bantuan & sarannya mas…

    Terima kasih…

  • Indra Abdurahman // April 11, 2008 pada 6:48 am

    Pak Bahar,

    Saya masuk shortlist wawancara untuk MFE NTU. Bisa tolong masukan, pertanyaan2 nya sekitar apa. Apa diharapkan sudah baca buku Hull sampai habis? Mohon dibalas.Terimakasih sebelumnya.

  • sudiono // Juni 6, 2008 pada 7:24 am

    dear pak,
    jika bisa dibantu, mohon dibantu ilustrasi untuk financial engineering. contoh - contoh kasus aktual yang ada.
    terima kasih sebelumnya.

    salam,

Tinggalkan Komentar