Melihat lebih dari Indeks Rata-rata.

Sebagian dari kita tentu telah mengenal apa itu SP500 (S&P 500), DJIA (Dow Jones Industrial Average), Russell 2000, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), dll. Pada dasarnya, mereka adalah indeks harga rata-rata dari berbagai saham yang menjadi bagian indeks tersebut. Saya tidak akan mendiskusikan mekanisme bagaimana indeks tersebut dihitung.

SP500 merupakan indeks rata-rata 500 saham dengan kapitalisasi (total nilai saham) kira-kira paling besar yang diperdagangkan di pasar modal di Amerika Serikat. DJIA merupakan indeks rata-rata 30 saham terbesar. Russell 2000 kira-kira merupakan indeks rata-rata dari 2000 saham dengan kapitalisasi ke-1001 sampai ke-3000. Intinya, DJIA => very large cap. Sp500 => large cap. Russell 2000 => small & medium cap.

Buat sebagian orang, mengamati pergerakan indeks dianggap sudah cukup untuk menilai pergerakan pasar secara keseluruhan. Sering dengar komentar: “Pasar saham naik, Dow Jones naik 100 poin” ?.

Hanya dengan informasi bahwa DJIA naik 100 poin, hal bisa diambil dari pernyataan tersebut adalah saham-saham berkapitalisasi paling besar rata-rata naik. Ingat, DJIA hanya diisi 30 saham besar.

Demikian juga dengan SP500. Malah isunya lebih parah karena indeks dihitung tertimbang berdasarkan besarnya kapitalisasi saham anggota. Semakin besar anggota, semakin besar juga pengaruhnya terhadap SP500.

Pada kondisi yang normal, sebagian besar saham bergerak seiring dengan berbagai indeks di atas. Ya, pada kondisi yang normal!

Pada saat-saat lain, hal itu tidak terjadi.

Pasar saham secara keseluruhan jauh lebih kompleks daripada yang kelihatan dari indeks rata-rata.

Selain melihat berbagai indeks di atas, mungkin kita tertarik untuk melihat data seperti jumlah saham yang naik, jumlah saham yang turun, volume saham yang naik, volume saham yang turun, new highs, new lows, dsb. Berbagai informasi ini tercakup dalam apa yang disebut market breadth.

Kalau mau meneropong lebih dalam lagi, mungkin kita juga tertarik untuk mengetahui di sektor-sektor mana aset-aset cenderung lebih kuat dan di sektor mana aset lebih lemah.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Market Timing. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Melihat lebih dari Indeks Rata-rata.

  1. edratna berkata:

    Saya termasuk peneliti indeks saham terutama IHSG, untuk melihat perkembangannya, dan terutama saham perusahaan dimana saya bekerja Walau tak aktif bekerja lagi disini, namun harga saham perusahaan yang relatif stabil dan naik (bersaing dengan BBCA), membuat hati tenang, karena berarti perusahaan masih “on the right track”.

    Jika agak menurun, biasanya teman-teman sudah sibuk menganalisis, apakah karena masalah fundamental atau ada hal-hal lainnya. Dan banyak teman yang menyisihkan uangnya untuk menginvestasikan dalam bentuk saham, terpisah dengan uang untuk operasional rumah tangga, sehingga jika terjadi risiko tak mengacaukan keuangan keluarga.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s