Investasi Emas

Harga emas mengalami tren kenaikan yang cukup pesat sejak tahun 2001 lalu. Hal itu bisa dilihat dari grafik perubahan harga emas di bawah ini.

Pertanyaan: bila kita ingin investasi emas, bagaimana caranya? Investasi yang dimaksud di sini adalah membeli aset atau memasuki kontrak sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan/kerugian dari pergerakan harga emas.

Ada beberapa alternatif yang bisa saya pikirkan:

  1. Membeli emas batangan. Sekarang harganya adalah sekitar USD 785 per ons.
  2. Beli Exchange Traded Fund (ETF) emas. Misalnya GLD. ETF adalah semacam reksadana , tetapi ETF itu tidak dikelola secara aktif. Oleh karena itu, biaya manajemen ETF biasanya jauh lebih murah daripada reksadana (mutual fund). Saat ini, harga ETF GLD sekitar USD 78 per lembar.
  3. Beli beberapa saham penambang emas. Misalnya misalnya: Freeport, Barrick Gold Corporation, Goldcorp Inc New, Kinross Gold Corp, Lihir Gold Ltd, Meridian Gold Inc, Randgold Res Ltd, dll.
  4. Membeli produk derivatif yang bedasarkan emas, misalnya kontrak futures emas, atau kontrak Options terhadap saham penambang emas.
  5. Membeli logam mulia lain (atau penambangnya) di mana logam tersebut biasanya bergerak beriringan dengan emas: misalnya perak dan platinum.
  6. Membeli perhiasan emas, gigi emas, dan lain-lain. Ada ide?

Pertanyaan selanjutnya adalah: alternatif mana yang lebih menguntungkan? Di sini kita akan membandingkan 2 pilihan saja: membeli emas batangan atau membeli beberapa saham penambang emas.

Bayangkan skenario seperti ini:

  • harga emas naik 20%. Nilai penjualan penambang emas juga kira-kira akan naik 20%. Berapa kira-kira kenaikan keuntungan usaha penambang emas? Mungkin jauh lebih besar dari 20%!! Kenapa? Karena biaya produksinya relatif stabil sementara penjualan naik tajam.
  • harga emas turun 20%. Nilai penjualan penambang emas juga kira-kira akan turun 20%. Keuntungan usaha penambang emas akan turun juga. Tetapi pada saat-saat yang sulit, perusahaan memiliki kemampuan untuk melakukan efisiensi. Selain itu, di masa-masa sulit tersebut, biasanya akan terjadi konsolidasi di mana perusahaan penambang yang lebih sehat akan mengambil alih perusahaan yang kurang sehat.

Grafik di bawah menunjukkan pair plot dari rata-rata perubahan harga saham penambang emas per bulan vs. perubahan harga emas batangan per bulan sejak 1990- September. 2007.

Bisa kita lihat bahwa harga saham penambang emas tergantung pada harga emas. Tentu saja! Tapi, kalau kita sedikit lebih jeli, perbandingannya cenderung tidak linear. Maksudnya begini: misalkan emas turun 5%, saham turun 10% — tetapi ketika emas naik 5%, saham naik > 10%.

Supaya lebih akurat, kita perhatikan tabel di bawah ini. Sejak tahun 1990an, harga emas secara rata-rata tumbuh 0.35% per bulan. Rata-rata saham penambang emas tumbuh 1.69% per bulan. Akan tetapi, fluktuasi pertumbuhan harga saham juga lebih besar. Dengan kata lain, resikonya bisa dibilang lebih besar. Dari segi fluktuasi harga, deviasi harga emas batangan hanya sekitar 3.81% perbulan sementara deviasi harga saham penambang emas memiliki kira-kira 11.07%.

Biasanya kita akan melihat reward/risks trade-offs atau return/resiko. Membeli beberapa saham penambang emas, dari kacamata ini, lebih menguntungkan walaupun setelah memperhitungkan penambahan resiko!

Saya tidak akan kaget bila hal yang sama terjadi pada penambang minyak, dsb. Harga minyak naik, harga saham penambang minyak naik lebih tinggi lagi.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Assets Selection. Tandai permalink.

75 Balasan ke Investasi Emas

  1. Priyadi berkata:

    menurut saya satu2nya cara investasi terbaik adalah dengan membeli emasnya langsung. kelebihan emas itu tangible, jadi kalau beli derivatifnya kita kehilangan kelebihannya tersebut.

    emas itu cocok sebagai hedge instrument terhadap resiko krisis moneter.

  2. anymatters berkata:

    Kelihatannya perusahaan tambang emas asing di Indonesia, seperti Newmont dan Freeport akan selalu untung. Tapi kalau kenyataannya pasar bilang harga emas akan turun di masa mendatang, mereka akan merugi.

    Di atas kertas, mereka memang untung sekarang, namun kemudian proses penambangan tentunya akan memakan waktu bertahun-tahun. Pada saat semua emas yang mereka klaim pada suatu daerah terkuras dalam suatu kurun waktu dan harga emas saat itu ternyata jatuh, mereka akan rugi.

    Beberapa perusahaan tambang emas ada yang tidak melindungi-nilai (hedge). Dalam hal ini, mereka membiarkan harga saham mereka naik turun atas keterkaitannya dengan harga emas di pasaran. Artinya, mereka berusaha menarik investor yang ingin berjudi melalui harga saham mereka. Walaupun demikian, mereka masih bisa melindungi-nilai saham mereka dengan penjualan-dimuka (short-selling) dengan broker.

    Namun selain itu, ada juga perusahaan tambang emas yang selalu melindungi-nilai (hedge) emas mereka. Mereka melindungi-nilai dengan cara mengunci harga emas pada suatu waktu di masa depan melalui transaksi emas berjangka (futures) atau dengan kontrak emas kedepan (forward contract). Mereka biasa menjual emas berjangka atau kontrak emas kedepan dengan harga tetap tertentu dengan perusahaan investasi global, seperti Goldman Sachs, Merrill Lynch, Salomon Brothers, dll. Dalam hal ini yang berjudi adalah perusahaan investasi global tersebut.

    Tapi bagaimana perusahaan investasi global ini bisa melindungi-nilai kontrak mereka dengan perusahaan tambang emas? Caranya yaitu dengan meminjam emas secara fisik dari bank sentral dan langsung menjualnya sekarang dengan harga pasar saat ini. Hampir seluruh bank sentral di dunia memiliki cadangan emas.

    Kemudian, pada saat kontrak emas kedepan mereka dengan perusahaan tambang emas habis, mereka akan menerima sejumlah dana dari perusahaan tambang dengan harga emas kedepan (forward price) yang berlaku sesuai kontrak. Dari dana tersebut mereka akan membayar kembali pinjaman mereka ke bank sentral.

    Lebih jauh lagi, kalau harga futures dan forward emas salah di-price (ada selisih dengan no-arbitrage price), ada kesempatan pasar untuk mengambil keuntungan arbitrage.

  3. edratna berkata:

    Bahar,
    Saya jadi ingat cerita teman saya, ayahnya dulu Direktur PTP di Medan, dia sulung dari enam bersaudara. Ayah ibunya menyiapkan deposito dan emas batangan untuk masing-masing anak. saat itu deposito sampai bertahun-tahun suku bunganya berada pada range 18-21 %pa.

    Ayahnya berpesan, terserah kalian mau kuliah dimana, yang jelas masing-masing anak udah disediakan (kebetulan ayahnya, karena sesuatu hal, ambil pensiun muda, dan biaya hidup dari sukubunga deposito). Jadi begitulan enam bersaudara bersaing, untuk dapat kulaih di PTN…dua di IPB dan empat di ITB….dan teman saya tinggal di asrama putri IPB yang murah meriah, dan sekamar berempat…bayangkan, anaknya seorang Direktur. Tapi karena kuliah murah, tinggal di asrama, tabungan dia banyak.

    Tebak, bagaimana akhir ceritanya? teman saya lulus kuliah kerja di Bank, kemudian ambil Pensiun Dini Sukarela, dan mulai usaha yang semuanya dijual ekspor. Adiknya ada yang jadi pengusaha, sedang yang dosen semuanya sudah Doktor. Saya hanya melihat, bahwa pendidikan orang tua, yang menekankan pemikiran investasi kedepan, mengajak anak-anak berpikir sejak muda…apakah saya mau hidup royal, apakah saya safety player, atau saya mau mengembangkan usaha?

    Inti ceritanya: investasi di bidang emas batangan dalam jangka panjang, masih menguntungkan.

  4. Poltak Hotradero berkata:

    Emas itu bukan instrumen investasi. Emas adalah instrumen spekulasi. Mengapa? Karena emas tidak menghasilkan revenue stream sama sekali. Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi. Dan seperti kita tahu — persepsi manusia gampang sekali berubah. Sebentar serakah — sebentar ketakutan.

    Di luar itu — emas adalah logam yang nyaris tidak ada guna / faedahnya.

    Mungkin bisa diplot harga riil emas setelah didiskon tingkat inflasi. Dalam jangka panjang — rasanya sih tidak hebat-hebat amat kok dibandingkan dengan kelas asset lainnya. Malah bisa jadi cuman impas-impasan doang. Bisa dilihat di chart ini: http://goldprice.org/news/uploaded_images/gold-price-2006-dollars-760170.gif

    Kalaupun ada yang mengklaim emas menguntungkan — itu semata-mata faktor historis pada time-frame tertentu. Coba kalau anda beli emas pada posisi harga tahun 1981 misalnya — jelas rugi habis-habisan.

    • ardi berkata:

      sepertinya saya setuju dgn anda . Ini utk emas logam mulia atau emas batangan.
      sedang emas perhiasan, yaa untungnya bisa dipakai dan tampak lebih menarik .

  5. ihedge berkata:

    @Priyadi: saya masih kurang paham tentang keuntungan dari memegang aset yang tangible dari pada yang tidak.

    btw, derivatif products hanyalah mengubah risks returns profiles => so, by itself, it’s neither better nor worse than the underlying assets.

    @anymatters: yang lebih cocok buat spekulasi tentu yang tidak melakukan hedging thd harga emas.

    Beberapa perusahaan tambang emas ada yang tidak melindungi-nilai (hedge). Dalam hal ini, mereka membiarkan harga saham mereka naik turun atas keterkaitannya dengan harga emas di pasaran. Artinya, mereka berusaha menarik investor yang ingin berjudi melalui harga saham mereka. Walaupun demikian, mereka masih bisa melindungi-nilai saham mereka dengan penjualan-dimuka (short-selling) dengan broker.

    @ Bung Poltak: Kalau definisi investasi adalah menaruh dana di aset yang menghasilkan revenue stream, maka saya setuju dengan pernyataan bung Poltak. Dengan mengikuti definisi yang sama maka minyak, gas, dan berbagai komoditas lainnya adalah instrumen spekulasi.

    Selain income streams, kan ada komponen capital gains… kalau hanya capital gains memang cenderung lebih spekulatif.

    Emas itu bukan instrumen investasi. Emas adalah instrumen spekulasi. Mengapa? Karena emas tidak menghasilkan revenue stream sama sekali. Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi. Dan seperti kita tahu — persepsi manusia gampang sekali berubah. Sebentar serakah — sebentar ketakutan.

    Hmm, sebenarnya emas juga dikonsumsi kok. Seperti untuk perhiasan, dll. Demand emas yang tinggi akhir2 ini, menurut saya salah satunya adalah demand dari India dan berbagai negara berkembang lainnya akan konsumsi emas.

    Di luar itu — emas adalah logam yang nyaris tidak ada guna / faedahnya.

    Kalau dah memperhitungkan inflasi, tentu returns semua aset berkurang drastis. Tapi, informasi Bung Poltak ini memberikan pandangan lain tentang kenaikan harga emas. Thanks!

    Mungkin bisa diplot harga riil emas setelah didiskon tingkat inflasi. Dalam jangka panjang — rasanya sih tidak hebat-hebat amat kok dibandingkan dengan kelas asset lainnya. Malah bisa jadi cuman impas-impasan doang. Bisa dilihat di chart ini: http://goldprice.org/news/uploaded_images/gold-price-2006-dollars-760170.gif

    well, kalau kita melihat ke belakang, tentu akan ada time-period di mana suatu aset merangkak naik dan ada time-period di mana aset turun. Itupun masih tergantung time-horizon yang kita peduli. Kalau kita tertarik pada horizon 1-2 dekade ke depan, saya juga tidak yakin kalau emas lebih menguntungkan dari aset yang lain. Kalau horizon kita beberapa hari, minggu, bulan, atau bahkan tahun ke depan, saya cukup optimis dengan emas.

    Kalaupun ada yang mengklaim emas menguntungkan — itu semata-mata faktor historis pada time-frame tertentu. Coba kalau anda beli emas pada posisi harga tahun 1981 misalnya — jelas rugi habis-habisan.

  6. Poltak Hotradero berkata:

    Memang betul bahwa emas digunakan di industri mikroelektronik – selain di industri perhiasan. Tetapi rasanya cukup jelas – bahwa lebih dari 90% emas yang ada di dunia (yang telah ditambang) ternyata cuma nganggur. Tersimpan di berbagai brankas, vault dan museum. Ini berarti supply emas sangat jauh melebihi kegunaan riilnya. Itu sebabnya mengapa saya sebut sebagai ‘logam tak berguna’.

    Illustrasi lain: harga baja standar adalah US$ 800 per ton. Harga emas adalah US$ 800 per oz. Ini berarti harga emas adalah 32 ribu kali lebih mahal daripada harga baja.

    Nah sekarang tinggal kita lihat – apa yang bisa dihasilkan oleh 32 ribu ton baja — dan apa yang bisa dihasilkan oleh 1 ton emas. Saya sangat yakin bahwa 32 ribu ton baja bila berubah menjadi jembatan atau kapal atau mobil ataupun paku — tentu memberi jauh lebih banyak kesejahteraan kepada manusia — ketimbang sekadar kemilau 1 ton emas.

  7. aryahidayat berkata:

    Mungkin yang dimaksud Priyadi, emas sebagai tangible asset tidak menyandang market risk yang melekat di pasar modal ? Saya jadi membayangkan situasi krisis 1929 saat orang amerika harus antri untuk mendapat bantuan dari goverment, pasar saham saat itu tak ada artinya, mana yang lebih bernilai saat itu ya? memegang emas batangan atau mempunyai saham perusahaan penambang emas? bisa di trace nggak datanya? tapi dengan pengalaman krisis 1929 apa mungkin gagalnya pasar modal akan terulang?

    As fewer and fewer people have confidence in paper as a store of value, the price of gold will continue to rise -Jerome F Smith

  8. Perdana Wahyu S berkata:

    Well diskusi yg sehat. Sekarang mana lebih menguntungkan, investasi pada saham tambang emas atau membeli komoditasnya? Lebih jauh lg, bagaimana return emas (yg kurang berguna) dibanding dgn logam lain yg sangat berguna (nickel, tin etc)?

  9. De Paris berkata:

    Tambahin punya arya: ndak usah di Amrik,dulu waktu jaman eyang saya aja dimana di Indo lagi krisis di jaman Pak Karno maka Eyang saya cukup survive karena menyimpan emas (bukan batagan tapi emas perhiasan yang disimpan dari jaman belanda dulu:)

  10. Poltak Hotradero berkata:

    Di masa Great Depression – emas memang menjadi berharga karena mata uang masih dijangkarkan pada emas. Uang adalah emas – dan emas adalah uang. Bagaimana dengan jaman sekarang? Hal itu tidak dilakukan lagi (kecuali Swiss yang 25% mata uangnya dibackup oleh emas).

    Dampak jelek dari penjangkaran mata uang adalah ekonomi yang selalu swing dari inflasi ke deflasi. Deflasi JAUH lebih berbahaya daripada inflasi (semata-mata karena nyaris tidak ada obatnya).

    Great Depression adalah salah satu manifestasi paling jelas atas fenomena deflasi — jadi bisa disebut bencana global itu terjadi justru karena… emas.

  11. ihedge berkata:

    Diskusi tambah menarik.

    Illustrasi lain: harga baja standar adalah US$ 800 per ton. Harga emas adalah US$ 800 per oz. Ini berarti harga emas adalah 32 ribu kali lebih mahal daripada harga baja. Nah sekarang tinggal kita lihat – apa yang bisa dihasilkan oleh 32 ribu ton baja — dan apa yang bisa dihasilkan oleh 1 ton emas.

    Masalahnya, nilai pasar suatu barang/jasa tidak hanya tergantung dari kegunaan barang/jasa tersebut bagi manusia. Banyak hal yang sangat berguna bagi survival manusia malah gratis. Penggunaan satuan “berat (ton)” untuk membandingkan nilai baja & emas juga problematik. Bila harga per-ton emas 1 kali harga per-ton baja, apakah itu wajar? Hard to say. Apakah harga emas per ton 1000 kali lipat daripada baja terlalu mahal? 1000 kali lipat bisa dengan mudah naik jadi 2000 kali lipat. Dari 32000 kali lipat menjadi 60000 kali lipat juga bukan mustahil. Poin saya adalah: “I honestly dont know whether 32000 is appropriate, too low, or too high”

    Arya: Mungkin yang dimaksud Priyadi, emas sebagai tangible asset tidak menyandang market risk yang melekat di pasar modal ? Saya jadi membayangkan situasi krisis 1929 saat orang amerika harus antri untuk mendapat bantuan dari goverment, pasar saham saat itu tak ada artinya, mana yang lebih bernilai saat itu ya? memegang emas batangan atau mempunyai saham perusahaan penambang emas? bisa di trace nggak datanya? tapi dengan pengalaman krisis 1929 apa mungkin gagalnya pasar modal akan terulang?
    Bung Poltak: Di masa Great Depression – emas memang menjadi berharga karena mata uang masih dijangkarkan pada emas. Great Depression adalah salah satu manifestasi paling jelas atas fenomena deflasi — jadi bisa disebut bencana global itu terjadi justru karena… emas.

    Saya gak ada data harga emas sewaktu great depressions. Betul kata Bung Poltak, saat itu mata uang dunia dijamin dengan emas, tidak seperti sekarang di mana uang yang beredar tidak sepenuhnya dijamin dengan emas (fiat currencies).
    Pada saat-saat krisis aset keuangan, biasanya aset-aset fisik seperti emas akan naik dengan tajam. Tapi itu bukan berarti aset saham penambang emas (yang merupakan aset non-fisik) akan ikut jatuh. Justru sebaliknya. Pada saat great depression (1929-1935), saham penambang emas naik pesat. Saya kutip dari sini:

    During the same bear market period smart-money moved from the plunging equity markets (i.e. financial assets) to hard asset investments, like Homestake Mining – which is used heretofore as a surrogate for all gold stocks. The stock price of this gold mining company soared relentlessly upward during the entire bear market. Homestake Mining stock rose continuously from $80 in October 1929 to $495 per share in December 1935 – which represents a total return of 519% (excluding cash dividends) during the devastating bear market period.

    Demikian juga sewaktu crash 1973-1974. Sebagai bandingan, harga emas kira-kira naik 170% pada periode yang sama. Sedang saham penambang emas naik 260%an.

    From the market high in 1973 to its low in 1974 the DJIA and the S&P 500 lost almost half their value – while the previously high-flying technology stocks plummeted more than 60%. Enough to cause heart-failure to the credulous believers of THIS TIME IT’S DIFFERENT. Even the relatively “safe” utilities were decimated – as they dropped more than 50% from their 1973 high to their nadir in 1974. H-O-W-E-V-E-R, students of financial history took profitable refuge in gold metal stocks. The Gold Mining Index, composed of ASA, Campbell Red Lake and Dome Mining, appreciated more than 260% from its 1973 low (40) to its 1974 high (147). This merits being redundant. During the severe 1973/74 bear market, stocks lost half their value – while gold mining companies almost quadrupled.

    Lebih jauh lg, bagaimana return emas (yg kurang berguna) dibanding dgn logam lain yg sangat berguna (nickel, tin etc)?

    Ini bisa jadi studi baru. Tapi informasi apa yang bisa ditarik dari studi tersebut, bisa kita lihat nanti.

  12. Rookie berkata:

    apa gunanya beli tanaman hias Anthurium ratusan juta?, beli lukisan picasso jutaan dollar?, beli adi busana?, value itu tergantung yang menilai. Tapi dalam konteks Investasi/spekulasi berbeda lagi. Kekayaan dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua manusia didunia (gak perlau ada yang kelaparan) tapi gak akan pernah cukup memenuhi keinginan satu manusia saja.

    saya cuman tepukau dengan diskusi kalian…he3x

  13. Deni berkata:

    hallo.Sejak saya membaca bukunya Robert T Kiyosaki,saya tertarik untuk mempelajari investasi,tetapi saya benar-benar buta dengan dengan investasi,bahkan saya tidak mengerti secar jelas apa itu saham,maka saya mempunyai beberapa pertanyaan kepada ihedge dan teman-teman:
    1. Buku apa yang kalian rekomendasikan untuk saya dalam mempelajari saham?
    2. Apakah penting untuk mempelajari apa itu saham sebelum saya mempelajari Options dan ETF?karena saya sangat tertarik untuk mempelajari instrument tersebut.
    3. Apakah harga emas akan menjulang tingggi pada tahun 2010(menurut Kiyosaki berdasarkan sejarah yang pernah terjadi berulang kali) ? karena Amerika kemungkinan besar akan mengalami krisis ekonomi disebabkan oleh baby boomers
    4. Dimana tempat untuk membeli emas batang apabila saya ingin membeli emas?
    sebelumnya terima kasih.
    peace :)

  14. haseghawa berkata:

    saya mendengar bahwa emas lebih baik dari pada saham dan reksa dana,

  15. ayu berkata:

    saya ingin sekali membeli emas batangan,tetapi saya tidak tahu di mana tempat membeli emas batangan yg dapat di percaya.. dan apakah ada emas batangan yg tidak bersertifikat?apakah itu ilegal? terima kasih atas bantuan informasinya..

  16. ajeng ws berkata:

    Mohon informasi,
    apakah ada yg tahu berapa tepatnya harga emas per gram (IDR) pd tahun 1981?
    Terima kasih

  17. ihedge berkata:

    @Deni:
    (1) hmm, mungkin gak ada 1 buku yang cukup buat mempelajari saham. Fundamental analis mungkin akan rekomendasi buku “The Intelligent Investor by Benjamin Graham”. Secara personal saya suka buku2nya Potter seperti “Competitive Advantage of Nations”. Buku teknikal analisis yang cukup bagus: “Professional Stock Trading by Conway Behle”.

    (2) Sebelum belajar ETF dan derivatives seperti Options & Futures, tentu lebih baik kalau mulai dari underlying assetnya dulu.

    (3) Nobody knows.

    (4) dan untuk @ayu: untuk membeli emas, coba baca artikel nofie iman tentang investasi emas ini.

    @hasegawa: tidak ada satu aset pun yang selalu lebih baik dari aset lainnya.

    @ajeng: cari saja harga emas USD tahun 1981 & kurs rupiah saat itu. banyak di internet.

  18. early berkata:

    Hi Bung Bahar, salam kenal. Saya pembaca setia blog ini dan sedang belajar tentang investasi..mau minta ijin nih, boleh gak saya refer tulisan n datanya? Trims ya…

  19. yadiwidjaja berkata:

    Dari data empiris yang ada memang kelihatan kalo beli saham perusahaan emas lebih tinggi returnya dibanding beli emas (logam).

    tapi emas ialah non renewable production yang di satu waktu akan habis. bila habis, maka perusahaan tambang emas akan kehilangan aset-nya dan nilai sahamnya akan hancur (kita abaikan factor hasil tambangan lain).

    Tidakkah ini yang akan terjadi bila (setahu saya) tidak ada penemuan tambang emas baru?

  20. IBNU HAJAR berkata:

    Join Apimutual, Dapatkan 10-15% Perbulan, Layari

    http://exchangeapimutual.net

  21. fatony berkata:

    Saya mau tanya,di web site mana ya saya dapat melihat emas atau logam mulia, harga dalam rupiah tiap harinya

  22. jejen berkata:

    bagaimana cara berinveastai reksadana yang baik pada bank mandiri

    senior executive
    PT . Graha Finesa Berjangka Tbk.

  23. deden berkata:

    @fatony, silahkan lihat di website: http://www.logammulia.com. anda bisa lihat perubahan harga emas setiap hari

  24. Forum Investor berkata:

    Emas memang menjadi favorit banyak orang tapi apakah tepat berinvestasi emas pada saat harganya sudah tinggi ?

  25. ade berkata:

    Bung Ihedge & yang lainnya, salam kenal.

    Mohon pandangannya nih. Saya newbie, baru 3 bulan ini lah mulai berinvestasi, masih lebih banyak baca teori. terus terang saya bingung nih kalo dalam diskusi ada yang meng”hujat” atau memojokan salah satu jenis investasi.
    Dalam pengetahuan saya toh kita perlu melakukan diversifikasi investasi/asset kita karena memang tidak ada satupun yang “benar2 aman” (risk free) dari ancaman kemungkinan rugi.
    Seberapa pun dana yang akan kita investasikan adalah sangat tidak bijak kalo kita belikan emas semua dan juga tidak bijak kalo kita tidak punya emas (batangan) sama sekali.
    Setiap instrument investasi memiliki korelasi positif atau negatif dengan instrument yang lain, sehingga kalo kita bisa mendiversifikasi dengan baik maka seburuk2nya kondisi iklim investasi maka kita masih bisa meredam kerugian karena penurunan yang satu bisa diimbangi dengan kenaikan yang lain
    Bener ga gitu?

  26. DD berkata:

    Guys, kalau mau cari data harga emas dari tahun 1981 sampai sekarang, dimana yah? Thanks

  27. firman berkata:

    kita nggak bisa ngelihat gitu saja kalau tahun 81 beli emas bokek. yang rugi waktu itu ya udah, salahnya sendiri. udah tahu kalau grafiknya abnormal nekat. tapi kalau pas jualnya lagi di naiknya, untungnya sih emang guede banget.
    Yang namanya gerakan harga dan macem2 aset itu tetap mengikuti hukum alam. Yang namanya ayunan, kalau diayun keras kelemparnya juga akan keras pada arah sebaliknya.
    Coba aja lihat kecepatan kenaikan harga menjelang 80 puihhh gila. Itu tuh udah nggak normal, outlier. Jadi harga segitu bukan long run equilibrium, tapi lebih short run adjusment, karena spekulasi berlebih. baliknya, ancur banget, meskipun sebenarnya dia kembali ke yang normal.
    Nah, kalau mau ngeliat jangka panjang tentu nggak kaya begitu. So, kalau kita ngobrolin grafik, musti ati-ati deh. Kita mau bicara short atau long, nah ini bisa beda banget.
    Nah, yang sekarang kaya apa? emas fisik lagi naik nih harganya. buat preliminary hipotesis, kita lihat aja grafiknya. tapi buat lebih tepatnya, selain tanya ke yang memang hidup di situ, juga bisa dibantu pakai itungan.
    Tapi perkiraan saya sih, ntar kalau aset-aset lembaga keuangan dunia udah pulih dari ekor badai subprime, emas juga akan turun lagi dari peak grafik yang keliatan tajam naiknya. kenapa? tajamnya itu lebih karena shock dan spekulan yang manfaatin sentimen pasar negatif di pasar mortgage.

  28. Resto berkata:

    Beli emas sih pingin juga… tetapi gedein dulu mesin resto dulu aja deh….

  29. PURNOMO LANGGENG berkata:

    mana dong grafik 2006 ~ 2008

  30. Diarci Hagayuna berkata:

    Menarik sekali memang berbicara tentang investasi, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
    1. Sejauh mana pasar indonesia menjaminkan uangnya pada emas…?
    2. Sejauh mana kestabilan emas terhadap inflasi…?
    3. Bagaimana caranya mendapatkan komoditas koin emas, seperti dinar…?
    Terima kasih

  31. lusiana berkata:

    saya mau tanya kalau mau tau harga emas yang update setiap harinya di website mana ya?
    thank’s

  32. dimasu berkata:

    mungkin dinamakan “tabungan emas” lebih cocok dibanding “investasi emas” ^^

  33. jp4ecotechno berkata:

    hmmm…trend emas ikut turun harga seiring harga minyak juga turun…ada rekan yang bisa jelaskan? apakah waktunya beli emas ya? thanks sebelumnya…

    thanks

  34. Teguh berkata:

    Ikut nimbrung nih…..kelihatannya seru banget….bicara investasi , yang mesti kita ingat adalah bagaimana caranya agar nilai uang kita di tahun mendatang tidak berkurang alias kegerus sama yang namanya INFLASI……tampaknya saran rekan – rekan diatas perlu kita coba lho……..dari sekian instrumen tampaknya emas masih bisa kita pegang …….tapi ingat …..jangan menaruh telor dalam satu keranjang……

    thanks

  35. ike berkata:

    Kalau beli logam mulia di Jakarta umumnya dimana ?

  36. aldiwilman berkata:

    Hai temen2 di bandung, sekarang di Bandung sudah bisa beli dinar dengan langsung tatap muka, dan harganya kalau gw dihitung2 hampir sama dengan geraidinar.
    Coba aj Loe pada lihat di websitenya
    geraidinarbandung.wordpress.com

  37. Bertha berkata:

    Temen2 di jember, sekarang dijember uda ada Bursa efek loh.so teman2 yang mau berinvestasi di pasar saham. Sekarang bisa lo…….

  38. Dewi berkata:

    Menarik sekali dalam berinvestasi di pasar modal,tapi mengapa banyak orang yang tidak begitu tertarik untuk berinvestasi.Apa sebabnya?

  39. roby berkata:

    Hari ini harga emas mulai turun cepat, mengimbangi kurva kenaikannya yang ekstrim tentu diimbangi dengan penurunan yang curam juga!, kadang pasar bebas sulit untuk menghindari hukum alam. Kalau yang punya simpanan emas batangan silahkan cepat berfikir, karena “peak” harga sudah terlampaui.

  40. Felix Benny Aditya berkata:

    Membeli emas batangan. Sekarang harganya adalah sekitar USD 785 per ons.

    ————

    saya mau memberitahu…
    patokan harga 785 itu seharusnya bukan per ons..
    Tapi per tryonz…
    1 tryonz = 31.1 gram

    jadi sangat berbeda…
    1 ons = 100 gram…

    Mohon artikel tersebut diperbaiki agar tidak menyesatkan…

    ——————————————

    http://www.1001peluang-bisnis.blogspot.com

  41. Windie berkata:

    Kalau ingin tau perkembangan harga emas untuk Indonesia, khususnya Jogjakarta aksesnya kemana ya???

  42. Ping balik: Emas menarikkah? - Page 8 - Forexindo.com - Forum Trader Forex Indonesia

  43. santo berkata:

    Mau tanya ke semua!

    Gimana caranya beli emas batangan, dan dimana tempatnya?

    trim

  44. Igunone berkata:

    Banyak pro dan kontra seputar diskusi emas sebagai instrument investasi. Sempat dulu berpikir mengapa emas dikaitkan dgn investasi. Padahal emas adalah logam yg orang sebut logam mulia dan tidak memberikan manfaat apapun dalam sektor real. Baru abad2 akhir ini emas digunakan di industri mikroelektronika.

    Namun ternyata banyak hal yg layak u/ dikupas dari semua fakta ttg emas sbg logam mulia memiliki daya tarik luar biasa, pemikiran tsb adalah sbb:

    1. Emas sebagai unsur di alam dgn symbol kimia “Au” (latin aurum) memiliki keistimewaan utama dgn tingkat ketahanannya thd oksidasi sehingga sukar u/ berkarat. Di alam, lebih sering ditemukan dlm bentuk native dan sedikit ditemukan bersenyawa dgn perak dan bbrp unsur lainnya. Oleh krn itu disebut logam mulia krn sifatnya yg sangat stabil dan sulit u/ bereaksi kimia dgn unsur lainnya.
    2. Krn sifatnya yg stabil tsb, emas menjadi lambang suatu keabadian dan kepastian. Suka atau tidak suka, sifat absolute ternyata sangat dibutuhkan dalam peradaban manusia. Salah satunya adalah dalam aspek hubungan antar manusia. Contoh implementasi realnya adalah dlm transaksi ekonomi/dagang/barter memerlukan aspek kepastian yg jelas agar kesepakatan antar pihak dapat dicapai i.e. takaran vs harga. Transaksi yg tidak pasti, vague adalah bentuk transaksi yg beresiko dan lebih baik dihindari krn dapat menimbulkan sengketa dan perselisihan.
    3. Emas seringkali dijadikan penengah transaksi dmana nilai suatu transaksi disandarkan kepadanya agar dicapai kesepakatan yg netral. Sebagai penengah/mediator, emas melambangkan peran dan fungsi penjamin yg terbukti sangat terpercaya dan handal dlm hal keabadian dan kepastian dalam waktu yg relative lama (krn sifat kimia di-atas red). Lebih lama dibanding umur hidup manusia sebagai pelaku transaksi itu sendiri. Oleh krn itu, transaksi dgn penjaminan emas, atau sekedar menakar dgn bersandarkan kepada emas akan melambangkan aspek kepastian absolute secara intrinsic di dalam transaksi tsb.

    Nah, dgn 3 pemikiran di-atas, mudah2an kita bisa lebih memahami fungsi dan peran emas dalam hubungan antar manusia, terutama dalam bidang ekonomi. Kita bisa lebih jernih dalam menilai misalnya apakah pokok2 pikiran agreement Bretton Woods tsb bijak atau tidak, apakah emas layak dijadikan sbg instrument investasi atau tidak, dsb.

    ./Salam,

  45. Odjo berkata:

    Saya cukup sependapat dgn tulisan sebelumnya.. dari igunone.. Awam yg saya ketahui bahwa uang kertas awalnya diciptakan utk mempermudah dalam transaksi.. Misal 1 keping emas (dinar) dapat digunakan utk membeli 1 kambing ukuran tertentu katakan 10kg, nah sekarang gimana caranya bila saya ingin membeli kambing dgn berat 7kg? Kan gak mungkin kalau 1 keping dinar-nya saya potong 7/10 dan saya berikan ke penjual, sementara 3/10-nya saya simpan.. Oleh karena itu semangat utk menjadikan emas sbg underlying itu saya setuju..

  46. Leni berkata:

    pa, menurut bapak kalo bank yang mempunyai tabungan emas, harus melakukan hedging ga (untuk mengantisipasi fluktuasi harga emas). Padahal katanya emas itu sendiri adalah sebagai alat hedging tradisonal.

    Kalo perlu gimana caranya?

    NB: Jawabannya ke alamat email saya ya pa…

    Makasih

  47. Investasi Emas berkata:

    jadi lebih baik investasi saham emas atau emas batangan?

  48. Ifa berkata:

    hmMm,,diskusiny menarik bgt,,
    Sebenarny saya sedang berpikir mau ambil topik skripsi ttg investasi emas,jd browsing dan menemukan forum ini,,
    Mohon infony,,
    Ada yg bisa bantu saya?
    Terima kasih

  49. Ifa berkata:

    diskusiny menarik bgt,,
    Sebenarny saya sedang berpikir mau ambil topik skripsi ttg investasi emas,jd browsing dan menemukan forum ini,,
    Mohon infony,,
    blh saya minta data harga emas 20tahun terakhir pak?
    Terima kasih banyak

  50. kuosen berkata:

    Rekan-rekan yang nanya mau tau harga emas update tiap hari dpt di liat di http://www.logammulia.com. disana lengkap harga emas dunia dan harga emas indonesia. bahkan grafiknya juga ada.
    Trus kalau mau nanya harga emas di tahun 1980 itu memang harga emas tertinggi di dunia karena saat itu adanya kenaikan minyak, intervensi Soviet di Afghanistan dan dampak revolusi Iran. Grafiknya ehm… hanya dalam sekejap emas naik dari 120 sampai 850. so harga emas langsung mlambung tinggi, tapi harga emas di Indonesia gak sampai tuc 300rb. Sekarang harga emas sudah mecahkan rekor dari tahun 1980 (pada tggl 18 febuari 2008 senpet menyentuh level USD 1009 per troy ons. 1 troy ons= 31.103gram. saat itu harga emas kita ampir 300rb) tapi kenaikannya gak seperti pada tahun 1980 yang begitu dasyat. kalau yang sekarang naiknya merambat

    Biasanya Emas menjadi alternatif investasi di tengah gejolak bursa saham dunia, mengingat pergerakan harga saham yang terus merosot, dan harga emas yang cenderung terus menguat.

    Ada banyak faktor yg mendorong nsiknys emas, diantaranya yang paling mencolok adalah lambatnya laju penjualan atas jaminan emas di sejumlah bank seperti Bank Sentral Eropa, terjadinya penurunan produksi emas serta merosotnya nilai tukar dollar AS, Namun yang paling signifikan yaitu kemakmuran dan tingginya permintaan di Asia Selatan, Timur Tengah dan China.
    Menurut data World Gold Council, permintaan akan logam mulia di India mencapai 800 ton per tahun yang kebanyakan dipergunakan untuk perhiasan. Para analis memprediksi permintaan emas di negara asia akan terus tumbuh karena melemahnya nilai tukar dollar AS serta kekwatiran terkait inflasi dan resesi.
    Biasanya setiap ada peperangan Nilai tukar mata uang negara tersebut pasti melemah, karena mereka membutuhkan dana untuk perang. sehingga harga emas akan melonjak tajam. apalagi yang perang negara AS dan negara2 yang mempunyai minyak. banyak asumsi yang menyatakan saat perang negara membutuhkan banyak emas untuk membeli senjata (hukum pasar supplay demand) karena emas banyak dibutuhkan maka emas menjadi langka maka harganyapun melambung. Saat Israel perang melawan Lebanon harga emas Indonesia mencapai Rp210rb. sebelum perang Rp165rb. setelah perang selesai harga emas turun lagi tapi hanya sampai Rp 190rb. Saat ini harga emas terus melambung sampai Rp309rb, ini semua karena perang perang perang. AS dengan Irak yang belum selesai sampai sekarang. Israel dengan Palestina. yang menyebabkan dollar AS terus melemah. (seperti di atas tadi, setiap negara yang perang akan melemahkan mata uang dia sendiri, so dollar AS trus melemah, jadi menyebabkan harga emas melambung)
    Apalagi sekarang bursa saham trus turun. banyak investor yang bingung mau di kemanakan uangnya. so mereka akhirnya pada memborong emas, makanya harga emas trus naik.

    So…… siapa yg bilang Emas itu bukan instrumen investasi. Emas adalah instrumen spekulasi

    Di luar itu — emas adalah logam yang nyaris tidak ada guna / faedahnya

    Salah besar tuc… kalau yang mengerti emas ak seperti itu. Emas investasi jangka panjang, saya sempet beli emas di harga Rp25rb, Rp75rb, Rp125, Rp165. bayangkan sekarang harganya sudah Rp300rb. bahkan bisa hanya short term. dalam 1tahun bisa untung sampai puluhan juta

  51. Amy berkata:

    Menurut pakar keuangan Safir Senduk (saya liat di tv sich), emas merupakan instrument investasi yang cukup aman saat ini n kenaikan harganya setiap tahun pasti lbh tinggi drpd inflasi.

  52. qq berkata:

    ni klo mau liat cara bisnis salah satunya dengan inves emas di jambuweb.blogspot.com

  53. suratno berkata:

    Pakar Investasi dan Keuangan, Roy Sembel, berpendapat bahwa EMAS memang sangat menarik sebagai sarana lindung nilai atau hedging jangka pendek (Tablid Kontan, Edisi Minggu II Maret 2008). Menurut Roy, untuk jangka sekitar lima tahun, kinerja EMAS masih lebih menarik ketimbang obligasi. Namun EMAS masih kalah dengan Saham. Menurut hitungan Roy, dalam waktu lima tahun keuntungan di saham bisa 5-7 kali lipat. Sementara itu dalam kurun waktu yang sama, keuntungan EMAS mungkin hanya 2-3 kali.

    Salah seorang Guru Bisnis saya yang saya hormati Bapak Tung Desem Waringin dalam sebuh kesempatan pernah mengatakan “EMAS Tidak Membuat Anda Makin Kaya, Tapi EMAS Membuat Anda TETAP Kaya”
    Dua pendapat di atas benar adanya apabila membeli EMAS dengan cara biasa / konvesional. Dengan Jurus Cerdas Berkebun EMAS(http://KebunEmas.com/?id=Suratno), ber-investasi EMAS akan sangat menguntungkan dan MEMBUAT ANDA MAKIN KAYA…

  54. eswe berkata:

    Saya beli emas batangan 4 tahun yang lalu setelah tertunda terus karena banyak pertimbangan, meskipun sekarang sudah tentu untung tetapi masih kesal karena tidak lebih cepat lagi ambil keputusannya. Pertimbangan beli emasnya yaitu tadi melihat trend emas setelah tahun 1981 yang langsung merosot tajam sehingga pada tahun 2004 (tahun dimana saya memutuskan beli emas) harganya kalau tidak salah masih jauh untuk menyamai tahun 81 padahal sudah hampir 23 tahun !!! jadi harganya untuk tahun setelah 2004 harus menyamai tahun 81 plus inflasi selama -kalau sekarang dihitung berarti 28 tahun-. Oh ya saya belinya di PT aneka tambang yang ada di ujung jalan pemuda / perempatan antara jalan pemuda dan jalan raya bekasi . Belinya bareng ibu ibu pejabat sampai diliatin..

  55. sigit berkata:

    Sampai saat ini saya penabung emas kelas teri saja, paling punya uang 1 juta,500 rb saya belian emas, saya nggak mikir yang tinggi harus investasi atau nabung istilahnya …. jadi saya berpedoman pada uang sisa. Ada saran nggak nih kelihatannya saya perlu motivator dan penasehat.
    trims bisa omong disini

  56. Petani Emas berkata:

    TERBARU!!!BERKEBUN EMAS DENGAN SEPERTIGA HARGA EMAS
    Dapatkan Ilmu Jurus Cerdas Berkebun Emas Tanpa Perlu Mengikuti Seminar yang harganya jutaan, Bonus GRATIS DVD Seminar Cara Gila Jadi Pengusaha dan Bonus Exlusive Ilmu Membeli Property Tanpa Uang, info : http://ambil.info/emasinvestasi

  57. Arie berkata:

    Visit http://www.goldgram.co.id – where Indonesia check the gold price

  58. yuli berkata:

    wahai para investor emas atau siapapun yang ingin menyimpan, menjual ataupun membeli emas, ketahuilah bila semua orang memburu emas artinya akan terjadi penggalian/ekplorasi secara besar2an terhadap bumi kita yang cuma semata wayang ini. tanaman/pepohonan tidak ada lagi tempat untuk mereka hidup/tumbuh karena struktur tanah telah dirusak oleh manusia pemburu emas. bila tidak ada lagi tanaman yang bisa tumbuh, maka manusia akan mati kelaparan dengan sendirinya. hati2 emas bisa membunuh manusia dan seluruh mahluk hidup di dunia termasuk bumi itu sendiri. mari kita sama2 menyadari dampak mengerikan yang bisa terjadi diamasa yang akan datang, bantu hijaukan bumi kembali.
    inspirasi dari seorang yuli (thiosan2@yahoo.com)

  59. yuli berkata:

    hati2 dengan emas, bisa menghidupkan sekaligus membunuh kita. mari kita sama sama mencintai bumi kita dan seisinya sesuai apa adanya.

  60. Andi berkata:

    ya, saya setuju dengan pendididkan yang ibu Edratna sampaikan, karena harta ditanggalkan pasti habis jadi akan tetapi orang tua meninggalkan ilmu buat pendidikan anaknya tidak akan hbs. Memang pada saat ini untuk investasi emas sedang bagus apalagi dollar naik maka emas lagi murah jadi cocok recomended untuk BUY tp tetap perhatikan pula fundamentalnya apabila berinvestasi dalam jangka pendek ( long term )

    Baca juga blog saya di http://www.star8online.com mungkin bisa tambah pengetahuan, buat boz yang pny blog ini numpang iklan dikit ya :)

  61. denis berkata:

    Emas or gold.investasi yang sangat menguntungkan, tapi semua investasi ada resikonya, so be careful

  62. ecam berkata:

    aku jg baru mulai invest emas bos. pada intinya adalah ketidak percayaan terhadap mata uang karena daya belinya semakin menurun. jadi buat apa nabung banyak dan lama kalaupun bsk uang itu gak bisa buat beli apa2? begitu bos.

  63. M. Frezza Cavazza R. SE berkata:

    investasi emas merupakan salah satu investasi yang sudah ada sejak ribuan tahun silam. dominansi harga emas yang selau naik membuat orang banyak memilih untuk berinvestasi dengan emas. apalagi dengan kandungan emas yang ada dalam bumi ini jumlahnya tetap dan semakin lama semakin berkurang. ada beberapa tips yang akan saya berikan dalam dalam investasi emas agar memperoleh keuntungan cukup memuaskan. silahkan email : Frezza_cavazza@yahoo.com atau Hp : 0856-94989994… saya akan berbagi tips dan cara yang menarik dalam investasi emas.

  64. acil berkata:

    hemm.. kebunemas.com gak menguntungkan. percayalah.

  65. beben basari berkata:

    cara CERDAS MENDULANG EMAS LM 24K 9999% bersertifikat antam ,kunjungi http://www.logammulia.net/yasha9999 insyaalloh sangat bermanfaat

  66. David Suhardi berkata:

    Keuntungan dari menjual kembali emas batangan baru dpt dirasakan setelah 5 atau 7 atau 10 tahun kemudian .
    Jadi hati hatilah investasi emas batangan, walaupun emas anda pegang sendiri, tapi tetap barang beku bertahun-tahun, baru bermanfaat setelah dijual.
    Yang diuntungkan oleh adanya investasi emas batangan adalah toko emas dan PT Antam yg memproduksi emas tsb. bukan kita-kita pembelinya .
    Jadi hati-hatilah dan pelajari dgn teliti untuk kebaikan anda sendiri .

  67. Investasi Emas berkata:

    I do believe all the concepts you have presented to your
    post. They’re really convincing and will certainly work. Still, the posts are very quick for novices. May you please extend them a little from subsequent time? Thank you for the post.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s