Berkarir di KAP atau di investment banking, atau di private banking, atau Hedge fund

Saya dapat komentar seperti di bawah ini:

Saya mahasiswa akuntansi di Universitas Surabaya semester 5 & sedang mengikuti RFP-I/CFP preparation program.

Saya kepingin berkarir di KAP (big 4 tentunya) atau di investment banking (sbg analyst), atau di private banking (sbg wealth manager), atau bahkan di hedge fund tapi lebih detail lagi saya lebih condong ke investment/private banking. Jadi, sekarang saya lagi banyak2 cari informasi tentang profesi2 tersebut.

Saya juga kepingin banget berkarir di luar negri (yg deket2 aja spt s’pore). Memang prestasi akademis saya tidak terlalu bagus (GPA <3) & saya tidak punya cukup dana untuk kuliah di LN tapi saya punya kemauan kuat untuk belajar. Apakah hal ini bisa menjadi modal buat saya ?

Menurut mas, jalan apa yang harus saya tempuh untuk bisa mencapai cita2 tersebut ? Mohon bantuan & sarannya mas…

Terima kasih…

Daxon

Dilihat dari yang ditulis, sepertinya yang bersangkutan cukup bersemangat untuk bekerja di ke 4 profesi di atas (bekerja di KAP, analis di investment banking, private banking, ataupun di hedge fund). Oleh karena itu komentar ini saya jadikan artikel. Siapa tahu ada yang bisa berbagai masukan baginya.
Saya juga jadi berpikir apakah ketiga profesi di atas sudah menjadi pilihan karir yang “hot” di Indonesia sebagai mana terjadi di negara-negara lain. Mungkin potensi reward secara finansial menjadikan profesi-profesi tersebut sebagai incaran terutama bagi mereka yang akan lulus kuliah.
Satu hal yang saya ingin sampaikan: ke-4 profesi tersebut memerlukan komitmen yang sangat tinggi. Mungkin bisa sampai di suatu titik di mana semua hal lain seolah-olah tidak sepenting pekerjaan. Pertanyaanya: apakah kita siap untuk menjalaninya? Reward secara finansial yang cenderung lebih tinggi dibanding profesi yang lain datang dengan pengorbanan yang tinggi pula. Di samping itu, industri ini juga brutal. Mereka yang sukses, sukses besar. Mereka yang tidak tidak berperforma dengan mudah akan tersingkir.
Pertanyaan Daxon mengingatkan saya kembali semasa kuliah S1 dulu. Karena kebetulan kuliah di Singapura, saya sering membaca koran the Asian Wallstreet Journal yang tersedia secara gratis di salah satu pojok kampus. Dari kegemaran membaca koran ini, ketertarikan saya ke bidang keuangan mulai tumbuh. Sementara ketertarikan kuliah di bidang engineering menjadi berkurang. So you say, money rules!
Selesai S1, merasa tidak memiliki latar belakang yang cukup di bidang keuangan, saya mengambil S2 di bidang Financial Engineering atau Computational Finance. Di situlah saya mulai belajar tentang berbagai produk derivatif, risks transfers, portfolio management, dan berbagai hal lain. Plus, saya menjadi masuk ke jaringan orang-orang yang memiliki ketertarikan sama di bidang ini dan juga alumni-alumni yang sudah terlebih dahulu masuk ke industri ini.
Dunia hedge fund pun saya masuki melalui alumni. Kita cenderung lebih percaya kepada orang yang telah kita kenal dengan baik. Waktu itu ada beberapa tawaran lain, tapi saya berpikir bahwa hedge fund is the future. Tapi ada beberapa konsekuensi-nya. Salah satunya ialah saya harus melupakan jam kerja dari 9 sampai 5.
Coba tanyakan teman-teman kita yang bekerja di industri ini. Jam berapa mereka pulang kantor? Apa yang mereka lakukan di hari libur?
Selain itu, praktek di industri agak berbeda dengan yang kita baca di sekolah. Di sekolah, kita belajar dalam “sistem yang terkontrol dengan rapi dan teratur”. Tiap semester ada beberapa modul kuliah. Tiap modul kuliah jelas batas-batasnya. Demikian juga dengan materi dalam kuliah tersebut, semua teori ada asumsi-asumsi yang kadang-kadang tidak realistis. Ketika exam, semua masalah mempunyai batasan dan asumsi yang jelas.
Ketika masuk ke industri, welcome to the real world! Nice theories need not apply. Kita dilepas ke ajang di mana kita sendiri yang menetapkan batasan-batasannya. Bahkan kita sendiri yang mencari masalahnya.
Ok, kembali ke topik. Apa saran buat Daxon? Hm, sebisa mungkin, entah bagaimana caranya coba masuk ke jaringan orang-orang yang bekerja di industri yang ingin kamu masuki. Ntah itu melalui sekolah lagi, ataupun dengan pendekatan sosial. Bila ingin sekolah dan terbentur masalah dana, bisa mencoba untuk mencari beasiswa. Banyak info beasiswa di internet ataupun lembaga luar negeri di Indonesia.
Selain itu, ada juga kualifikasi profesional yang bisa diambil seperti CFA (Chartered Financial Analyist). Untuk mengambil CFA, ada 3 tes dan juga pengalaman industri. Karena belum ada pengalaman industri, coba ambil ke 3 tes CFA dan masukan dalam resume.
Cara lain, coba masuk ke industri ini walaupun bukan sebagai analis. Mungkin masuk dari sales, atau IT, atau marketing, dll. Mungkin bisa switch setelah di dalam.
Ada ide lain?

    Tulisan ini dipublikasikan di PERSONAL. Tandai permalink.

    36 Balasan ke Berkarir di KAP atau di investment banking, atau di private banking, atau Hedge fund

    1. priandoyo berkata:

      Kalau di Jakarta, kayaknya lebih gampang kerja di KAP. Saran saya sih, coba yang paling sulit dulu.

    2. edratna berkata:

      Private Banking? Atau Investment Banking? Kayaknya sih keren, masuknya susah (melalui 5 tahapan test/ wawancara, lulusan PTN/Luar Negeri, bahasa Inggris aktif, dan IP kalau bisa di atas 3,3…..walau persyaratannya minimal 3), kerja bisa lebih dari 15 jam per hari dan hari libur sering terpaksa kerja juga, cuti sulit …… dan harus punya keluarga yang mendukung, yang mandiri, yang nggak ngrecoki. Siapkah kita? Walau gajinya tinggi….namun risikonya juga super tinggi.

      Saya setuju pendapat Bahar….

    3. Aji berkata:

      Buku “Monkey Business: Swinging Through the Wall Street Jungle” by John Rolfe & Peter Troob (Author) mungkin bisa memberikan gambaran bekerja di dunia investment bank.

      salam,
      aji

    4. Poltak Hotradero berkata:

      Karena sektor keuangan selalu dinamis dan berkembang terus – maka yang paling diperlukan tentunya adalah kemampuan untuk terus menerus belajar (sendiri) dan meng-upgrade kemampuan. Tanpa itu, ya akan gampang “punah”.

      Kalau kita hanya sekadar tipe pekerja “nine-to-five” (teng-go) — saya tidak menyarankan untuk bekerja sebagai analyst di sekuritas.

    5. daxon berkata:

      jadi yang paling penting mendekat ke lingkungan yang kita inginkan ya ? kalau masuk dari jalur lain seperti marketing, sales, dll apa lebih mudah ?
      terima kasih mas atas gambarannya…

    6. aryahidayat berkata:

      masuk dari sales bisa juga, tapi harus ada value added nya, misalnya sambil bekerja kita ambil S2 finance, MMUI ada beasiswa dari Sampoerna Foundation, perlu diingat di dunia karier tidak semua yang kita inginkan bisa tercapai dengan mudah, yang berkeinginan sama dengan kita tidak sedikit, misalkan kita sudah mulai dari sales perlu dipikirkan apa nilai lebih kita dibandingkan sales person di industri yang sama di kantor kita, di kota kita, di negara kita, apa nilai lebih kita dari sales person lainnya??

      kalo bisa pass CFA level 1 aja sudah compete enough lah untuk ukuran sales person, menurut saya, ikut aja kursusnya dulu, baru ujian

      Kalo mau masuk dari KAP, menurut saya bagus juga, fundamental analyst membaca laporan keuangan, tiap industri mempunyai standard pelaporan yang berbeda, dengan mengetahuinya anda akan tahu Quality of Earning dari suatu perusahaan dalam suatu industri. Tentukan sendiri apa target anda bekerja di KAP. Mau jadi Partner, berarti harus bisa cari klien, atau cukup sampai dapet ilmunya saja.

    7. Teguh Junanto berkata:

      Bagi rekan-rekan yang masih fresh, saya pikir akualisasi diri menjadi hal yang cukup penting.. Profesi di atas yang dijelaskan oleh mas Bahar akan menjadi pijakan awal yang menarik untuk digeluti, coz batas atas emosional & intelegensia kita akan banyak terpatri disini. Pengalaman seperti inilah biasanya yang membentuk misteri karir kita lebih seru…
      Mas Bahar, tulisan ini minta izin ntuk di link ya…

    8. Adi berkata:

      Ikut Nimbrung dunk.

      “Confession of Wallstreet Analyst”, salah satu buku yg saya anjurkan utk dibaca. Isinya tentang up-dan-down side karir Wallstreet analyst yg mengcover industi telekomunikasi di AS pada th 90′an dan 2000 awal.

      Setuju dengan pendapat tentang komitment yg tinggi di bidang ini. Saya pribadi tertarik terjun ke dunia ini, hanya saya kesempatannya belom ada :(

      Networking di bidang ini memang penting sekali, karena orang2 yg bekerja di bidang ini lebih cenderung untuk merecruit orang2 yg mereka kenal dan bisa dipercaya.

      Seorang Analyst terkenal dari ML pernah berkata, utk menjadi seorang analyst yg sukses dibutuhkan kemampuan analisa yang kuat, kuantitativ dan kualitativ, juga kemampuan networking yang kuat. Sperti di High School being famous and smart is a way to go thorugh years of high schools succesfully!

      cheers!

    9. Budi berkata:

      Dari pengalaman kerja di hedge fund, sebenarnya gaji yang diatas rata-rata untuk industri keuangan seperti investment bank, fund management dan akuntan publik sebagai pendukungnya bisa dibilang overtime. Jam kerja yang panjang, sampai merembet ke weekend adalah “the norm” instead of “the exception”.
      Untuk investment banking dan analyst, kalau tidak ada pengalaman dan prestasi akademis terbatas, sangat sulit bersaing, apalagi di luar negeri. Ingat, saingan kita juga the cream of the crop, baik lulusan lokal maupun luar (mostly British and American educated kalau di Singapura). Kalau bisa lulus CFA, you might have a chance, but it’s definitely not easy either. Tapi since anda masih student, masih bisa luangkan waktu untuk belajar. Kalau sudah bekerja, thats a different story. One regret saya adalah tidak mengambil CFA saat di sekolah. Sekarang tidak ada waktu.
      Untuk kantor akuntan publik, mereka selalu merekrut fresh graduate, dan lebih mau compromise dengan standard nilai. Kenapa? The big 4 dihantui turnover-rate staff yang tinggi, terutama di entry level. Kebetulan group saya di kantor penuh ex-auditor big 4 yang tidak tahan kerja jam 7 pagi sampai jam 12 malam, 6 hari seminggu disaat musim audit. Kebanyakan hanya bertahan 2 tahun. Kenapa masih banyak yang mau di KAP? Karena bisa jadi batu loncatan untuk karir di tempat lain. Employer tahu kalau ex-auditor itu tahan banting. From the looks of it, kesempatan ini terbuka di Singapura.
      Wealth Management, tampaknya ini yang sedang berkembang di Singapura saat ini (and the whole Asia actually). Foreign banks seperti Credit Suisse, Citi dan HSBC sedang merekrut wealth managers dari berbagai negara asia karena Singapura telah menjadi salah satu pusat investasi untuk high net worth individuals. Kalau mau coba di Singapura, mungkin ini yang paling potensial. In any case, best of luck Daxon.

    10. happy_land berkata:

      In my own experience, jalur cepat bagi seorang ‘freshy’ utk berkarir di private banking (wealth mgmt) entrance nya adalah menjadi sales person dulu di foreign bank yg beroperasi di local, kan skrg banyak tuh yg buka branches di kota2 besar. Dan mereka pasti memiliki network dgn divisi private bank di kantor induk/ regionalnya (mostly in Sing.).

      Klo perfomance anda bagus akan makin terbuka peluang utk ke sana. Yang penting networking & sales drive hrs kuat, educational background (title) ngga prioritas tapi bhs Inggris anda mesti fasih.

      Semoga bermanfaat & good luck!

    11. tycoon wannabe berkata:

      saya karyawan multinational company bidang engineering, usia 40, lagi getol belajar corp finance sama trading saham dan ada bbrp investasi property utk hari tua. saya terpesona sama investor2 yg sukses memainkan leverage spt Sandi Uno. adakah cara yang smart utk mencapai level spt ini tanpa harus lewat jenjang finansial spt CFA..? soalnya waktunya ngga ada dan usia produktif tinggal 10th lagi.. sy tertarik jadi kontraktor di bid property atau telco services, bgmn peluang sy di sektor ini ?

      • juno berkata:

        sy tertarik dengan ulasan pak tycoon wanabe, yang ingin menjadi kontraktor bid property untk next level setelah bekerja di suatu perusahaan, apakah budaya sperti ini menjadi suatu trend di negara kita y, kerja dahulu sampai mendekati masa yang cukup lalu mulai usaha sendiri. kenapa tidak dari sekarang sj? apa tidak menjadi masalah baru? bila gagal bgaimana? apakah diumur yg sudah matang bisa menerima kegagalan ? maaf pertanyaan ini ditujukn untk smua orang.
        btw sy punya partner bisnis yg sy pikir cukup lihai, latar belakangnya dari bid psikologi, tapi bisnis propertinya bisa diacung jempol d,kenapa? karena orang ini pandai negoisasi, networknya bagus, inspiring banget . tapi tidak punya pengetahuan corporate finance, leverage maupun investment, tapi sukses dibid ini. modal nego kalau saya bilang, yg sy tahu awalnya dia berbisnis properti, dia hanya pnya sebidang lahan yg mungkin hanya cukup u/membangun 1 rmh di belakang rmahnya, bermodal negosiasi dengan tetangga sekitar, para tetangga ini rela memberikan tanah mereka dengan persyartan tertentu u/ digrap menjadi pemukiman real estate yg dijual untk umum.laku keras tuh minimum 1 rmh sharga 1,5 M. jadi sy pikir kalau mau putar uang menganggur kita, boleh kita pelajari saham, options, ataupun lainya tapi kalau mau jadi pengusaha properti yah belajar bid properti & networking …y ada sih real estate finance…
        thx gut lak

    12. .. berkata:

      Yang paling mungkin tercapai kerja di KAP, tapi penghasilan tidak akan tinggi kalau tidak menjadi partner (hanya partner saja yg berpenghasilan tinggi).

      Investment banking perlu koneksi dan bergelar dari universitas ternama, biasanya dari Amrik.
      Tapi walaupun begitu i-banker dari Indonesia yg tersukses lulusan ITB. Dengan koneksi yg telah didapat dari 2 generasi, bisa mendapatkan proyek2x besar termasuk dari pemerintah. Saya dengar beliau mendapatkan bonus tertinggi USD5jt utk thn terbaiknya 2005/6; sayangnya beliau (dan juga istrinya) tentunya tidak sehumble Bahar.

      Private banking, ini pekerjaaan yg sangat buruk, dan utk menjadi sukses sangat tidak mudah dan diperlukan koneksi pula. Terakhir hair dresser dari salon terkemuka Le Salon di Singapura menjadi private banker salah satu private bank Swiss ternama. Kalau sudah sukses bayarannya bisa baik juga tapi tidak sebaik investment banking. Terakhir Goldman Sachs menarik satu private banker dari Citibank dengan sign on bonus SGD1.5jt

      Hedge fund menjadi salah satu tumpuan org2x investment banker yg sudah capai bekerja hampir 24 jam per hari dan kadang tidak tidur sama sekali selama beberapa hari. Bayarannya bisa menggiurkan juga.

      Koneksi dan koneksi adalah yg terutama utk mendapatkan semua pekerjaan ini. Dunia memang tidak adil; hanya sedikit sekali orang seperti Bahar yg dapat menembus dinding ketidak adilan dunia ini.

    13. ANONIM berkata:

      Bahar adalah anak bangsa yang memang tipe pekerja keras,rajin dan ulet dengan kerja keras dan tekun karena minat terhadap suatu bidang berhasil melewati tahap-tahap belajar, dari lulus SMA saja bisa mengharumkan nama bangsa ^_^ tidak heran setelah lulus kuliah bisa mengaplikasikan ilmunya buat masyarakat . keep humble bahar
      well done!

      hehe boleh donk komentarin ini :
      “Koneksi dan koneksi adalah yg terutama utk mendapatkan semua pekerjaan ini. …”

      yah gak heran seh Indo terkenal ama kkn-nya
      soalnya kadang koneksi bisa jadi ajang kkn juga :P

      peace bro ^_^

    14. kosegu berkata:

      Ada cerita menarik dari seorang teman..

      Membeli kebahagiaan dengan “segepok uang”, cukupkah ????
      Gaji Papa Berapa?
      Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta
      terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak
      seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga
      SD membukakan pintu untuknya.
      Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
      “Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.
      Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
      ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
      Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga,
      Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih
      gaji Papa ?”
      “Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”
      “Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.
      “Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
      dan dibayar Rp. 400.000,-.
      Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
      Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.
      Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?”
      Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,
      sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.
      Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah
      berlari mengikutinya.
      “Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam
      Papa digaji Rp. 40.000,- dong” katanya.
      “Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew.
      Tetapi Sarah tidak beranjak.
      Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
      “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”
      “Sudah, nggak usah macam-macam lagi.
      Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek.
      Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.
      “Tapi Papa…”
      Kesabaran Andrew pun habis.
      “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah.
      Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
      Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya.

      Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya.
      Anak kesayangannya itu belum tidur.
      Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.
      15.000,- di tangannya.
      Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
      Andrew berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah..
      Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ?
      Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. ”
      Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew
      “Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam.
      Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama
      minggu ini”.
      “lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.
      “Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
      puluh menit aja.
      Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau
      ganti waktu Papa.
      Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi..
      karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
      maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.
      Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000,
      makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.
      Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
      Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
      Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini,

      tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.
      “Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah
      dunianya”

    15. indah berkata:

      ikutan nimbrung ya,

      Pertama :
      “Coba tanyakan teman-teman kita yang bekerja di industri ini. Jam berapa mereka pulang kantor? Apa yang mereka lakukan di hari libur?”

      So, Do you??

      Well, kalo udah kayak 4th year, makin keliatan jelas, banyak banget engineer yang mengincar lapangan kerja yang sama kayak Daxon. Sekali lagi karena Uang =D . Kenyataan bahwa Engineer memang start awalny gede, tapi naeknya lama. *hasil denger2 dari IA =p*.

      Trus untuk Budi,
      Gak perlu nyesel kok, gak ambil CFA pas kuliah dulu, bukannya untuk ngambil CFA minimal harus final year ya?? ;)
      Kenyataannya, pas Final Year kerjaannya banyak banget. Apalagi untuk anak EEE *NTU* yang gak cuma punya FYP tapi juga punya HRM, hehehe.. Sempat terpikir mulai mencoba belajar CFA, tapi setelah dipikir mateng2.. gak lucu kalo lulus CFA tapi gak lulus FYP. Useless… Jadi emang mau gak mau, CFA harus diambil pas kerja. Oh iya bisa juga sih ambilnya pas lulus.. kalo ngeliat senior2 yang baru lulus kemaren bulan2 awal baru kerja gak terlalu sibuk. Mungkin bisa ambil yang desember pas tahun udah lulus kali yaa..

      O Ya, willing to read more about this matter… :P

    16. Mohamad Rizal berkata:

      wah bang bahar…..

      blog nya……. dalem menusuk…

      bingung bingung bingung….

      setelah exchange satu semester disini, anak2 disini ternyata banyak sekali yang pingin masuk ke finance industries ini..
      dan….
      mereka pinter2 banget…

      sial…

      saya pikir….
      sampai saat ini, yang masih ada di pikiran saya cuma ya…
      auditor saja lah…

      at least gak bego2 banget disitu..
      hehehehe…

    17. kermit berkata:

      @indah: dulu gw kerja research masuk tiap hari (sabtu minggu jg) pagi sampe dini hari cuma buat ngejer deadline. Gaji cuma segitu2 doank cuma buat diketawain org2 finance.

    18. mitsuki berkata:

      pengen jadi auditor? saran pertama : harus tahan banting. aku jadi auditor n bentar lagi hampir 3 taon. n biasanya kalo di kap kerjaannya berat, terutama dikejar-kejar deadline, jadi kalo masa sibuk kita harus siap2 pulang malem banget ato bahkan dini hari. n kecenderungan gaji di kap itu kecil lho. mana kalo hari libur kita bisa disuruh masuk juga. tapi kalo yg kamu kejar pengalaman, di kap tuh bisa jadi batu loncatan yg bagus. paling gak min 2 taon lah di kap buat pengalaman.

    19. kuosen berkata:

      waduh cerita kosegu mengharukan sekali!!!!
      Dulu pas tahun 2000 saya pernah kerja jg seperti itu. emang gajinya pake dollar, bahkan tiap minggu saya bisa buat deposito 10jt perminggu (itu pun atas saran manager) karena kalau gak abisnya cepet easy come easy go.
      Tapi setelah menyadari uang yang didapat emang besar tapi fisik ancur, saya kerja jam 7pagi pulang sampai rumah jam 4 subuh, sabtu minggu cuma bisa tidur sampai gak makan, sarapan pagi jam 6sore.
      efek negatifnya karena jam kerja malam pasti banyak godaan. semua karyawan (teman2 saya) pasti cerai ama istrinya. bukan krn istrinya yg minta, tapi karena kehidupan malam kita yg tergoda amahal duniawi (kalau kata orang ah itu kan tergantung orangnya) BOHONG godaan itu selalu ada disaat kita banyak memegang uang dan merasakan kita kerja terlalu letih, maka kita butuh refleshing, awalnya mugkin cuma yg biasa (bilyar, makan malam) lalu berlanjut dec.
      lebih baik kerja yang biasa aja tapi bisa kumpul ama keluarga. HARTA yg paling berharga di dunia ini bukan uang tapi KESEHATAN dan KELUARGA.

      Bayangkan untuk kerja sampai pulang subuh kita harus butuh doping (terutama cowok butuh rokok kopi bahkan minuman suplemen setiap hari. bahkan kami ama teman2 harus minum extra josh berbungkus2 bahkan sampai gak mempannya kami meracik minuman irex (not for sex) dicampur josh 3bungkus dengan sprite, al hasil kita melek terus dan bisa bekerja. karena dosis sudah terlalu tinggi.
      emans sic uang yang dihasilkan income cukup besar
      kalau masih freshgraduate pasti tertarik sekali, tapi yang pasti mereka yg belom punya pacar. bayangkan kerja dari senin-jumat. sabtu-minggu hanya bisa tidur seharian untuk charge fisik.

    20. dpouwel berkata:

      mas minta ijin linknya yach:)

    21. J-Lar berkata:

      kalo boleh saran, mungkin ada baiknya start dari KAP. kebetulan gue juga FG, sekarang dah jalan 4 bulan di salah satu KAP di jakarta. Kerjanya enak ko, jalan2 keliling indonesia gratis terus:D hehe.. kerja di KAP bukan duit yg dicari, tapi Ilmu dan pengalaman.. salary gw termasuk kecil untuk ukuran FG, tapi dengan ilmu ma pengalaman yang gw achive disini, berasa gaji gw gede…hehe.. banyak klien2 yg gw audit iri ma gw, mereka nyesel kenapa dulu ga start dari KAP.. mumpung umur masih muda, ada baiknya jangan terlalu nafsu untuk berburu duit.. cari ilmu dan pengalaman yg mantap, setelah itu biarkan duit yang memburu kita…

    22. remoru berkata:

      Bagi2 cerita aja si hehehe coz gw kerja di Big 4… Mulai dari mana ya bagi pengalamannya? Minus dan plusnya aja kali…
      (-) Gw banyak melewatkan hari sabtu dan minggu dengan keluarga maupun pacar karena gw kudu nongkrong di kantor. Nunggu update kerjaan, or ngurusin disclosure report yang selalu berubah2. Belom lagi klo ada corporate action.
      (-) Klo gak kena tipes or radang paru2 rasanya gak cool coz temen2 seangkatan gw minimal pernah kena satu kali or salah satu dari penyakit itu.
      (-) Banyak klien yang suka sok tau, padahal update UU Pajak or PSAK aja gak tau. Susah bgt ngajarinnya, dah diajarin masih aja tetep salah. Belum lagi klien2 yang fee nya luar biasa gede. Meh kerjaannnya cuma bikin pending mulu trus ngejar2 minta report. Klo klien yang fee kecil lain cerita, kadang2 kita suka jadi “accounting service” buat mereka.
      (-) Semakin jabatan lo naik semakin sedikit org yang lo kenal karena turn over karyawannya gede bgt. Lama gak dikantor tiba2 orangnya baru semua. Gak cuma staff, turn over senior sampe manajer satu juga tinggi.
      (+) Belajar, belajar, dan banyak ilmu. KAP Big 4 bener2 gerbang bagus buat belajar, punya seabrek knowledge database dan orang2 yang qualified untuk ngajarin lo.
      (+) Take home pay nya lumayan, bahkan bisa lebih dari lumayan buat fresh graduate. Dalam beberapa kasus lulusan S2 non-experienced bisa kalah gajinya. Gak perlu mikirin medical coz kantor juga tau kerjaan kayak gini gede exposure penyakit, reimburse 100% plus kamar mewah di RS gede. Berani sakit???? hehehe.
      Banyakan mana positif atau negatifnya?? Gw bilang si semakin banyak hal positif klo lo mau berpikir positif.

      • andra berkata:

        ikutan nmbrung jg ya??!!
        gw fresh grad salah satu univ swasta dijakrta gw pngn bgd kerja D KAP ad yg bsa rekomend?!!
        thks

      • Maxs berkata:

        join yaa pren..
        secara gw jg fg yg msk di big 4..
        gw setuju bgt tuh ma yg dibilang remoru (lam kenal bro)..
        buat kita2 yg pengen belajar n trus bljr byk kap (esp big 4) tempat yg pas..secara disini kita dituntut mindset yg beda ma di company..
        disini kita bs asah semua yg kita dpt di bangku kul sekligus build overall concept tiap x dapet klien yg beda..
        tinggal perspektif kita aj yg liat profesi kita scr positip..
        klo tipes ga usah kuatir,kan mank pnyakit bawaan auditor,wkwkwk..

    23. Shancai berkata:

      aku fresh graduate FE Akuntansi UI pengen kerja di KAP. aku mau nanya, biasanya biar diterima di KAP itu,kiat2nya apa ya? biasanya apa yg diliat oleh KAP agar bisa menerima kita bekerja di situ? Kita mesti gimana agar diterima kerja di KAP?
      terima kasih banyak

    24. hzl berkata:

      Mas Bahar boleh tau klo mo ngambil S2 Computational Finance yang bagus dimana yah??klo bs yg ada beasiswanya…

      terima kasih..

      • jack berkata:

        S2 Computational Finance di mana Oom? Kalo di Australia Either Master of Applied Finance-nya Macquarie University, atau Master of Quantitative Finance nya University of Technology Sydney. Applied Finance Macquarie uni paling mantep se asia pacific bos, mereka program partner nya CFA Institute juga..mungkin namanya ngga se gede University of Melbourne, tapi program finance Melbourne uni kayak, well..how you differentiate between Cheese Burger and big mac, other than the double stack bread, meat and the cheese? Gak heboh2 amat sebenernya, dan orang2 Finance rata2 udah aware sama kualitas program-nya Applied Finance Macquarie. Dulu gue dapet spot disitu, cuman karena parno duluan, jadi takut..hahaha *duitnya juga terbatas, jadi ngga ada bemper kalo sampe fail.

        Kalo di inggris, mungkin Leicester Uni untuk finance-nya ok. Leicester memang ngga seheboh top rated uni kayak Oxford,Cambridge, atau LSE..tapi Leicester itu top of 2nd Class uni, dan strength nya mereka memang di Finance.

    25. uwees berkata:

      aku fg fe ui, pengen banget bekerja di KAP kalo bisa big4,, tapi IPK kecil banget cuma 2,6 kira2 kesempatan untuk kerja di kap gman ya?

    26. asep jamaludin berkata:

      rasanya kerja di KAP kaya gimana..?

    27. Ping balik: Berkarir di KAP atau di investment banking, atau di private banking, atau Hedge fund « Capital Market Blog

    28. Nadiyya Hayatunnufus berkata:

      mau ikutan nanya yaa…

      biar diterima d KAP big 4, apa aja c kriterianya?
      terus ada tes masuknya gitu gak?

    29. dudung berkata:

      untuk ujian CFA level I persentasi lulus kecil kira2 34% level II 42% level III 49% ini data ujian dari CFA insitute th. 2010 ,tahun lalu yang lulus level III ada 30 orangan,terbesar dari alunmi FEUI akuntas i.umumnya mereka lagi bekerja di bidang perbankan,kantor akuntasii big4 .terus terang bila sdh. dapat gelar CFA mempunyai prospek pekerjaan yan lebih baik,temen saya hidrah mke singapore sementara ini dapat gaji 7 ribu dolar sing.

    30. Dennis berkata:

      Mas Bahar dan teman-teman yg berpengalaman..Saya seorang Newbie yang mau belajar dan sangat tertarik sekali untuk bekerja di bidang invesment..Saya ingin tanya dulu, apa sih bedanya investment banking dan private banking?bisa kasih contoh salah satu investment banking dan private banking di Indonesia? Karena kalo bisa saya juga ingin sekali bekerja di perusahaan tersebut,Lalu Job des.nya Wealth manager itu apa Ya?
      Terima kasih sebelumnya..

    31. Roni berkata:

      ini postingan masih aktif ngga yaah? saya trtarik bngt untuk nimbrung..:D
      saya tertarik jadi analis dibidang keuangan, mau ambil CFA kyanya ko yah berat banget materinya, akhirnya saya putusin ambil FRM dulu.. menurut agan2 berpengalaman ini langkah yang bener ngga yah? krn klo menurut ane, ko yaa ampir 30% materinya sama gitu antara FRM sama CFA.. klo ane udah dapet FRM apa bisa nambah added value buat ane dibidang analis keuangan? klo menurut agan2 apa mending ambil CPA-CFA atau FRM-CFA yaah? mohon pencerahan..:D

    32. AnalisNubi berkata:

      Networking ? Apa ?? Nepotisme ???? KKN ?????? udah lupa Krisis 98 ????????

      harus lulusan univ. ternama ??? saya kenal salah satu legenda hedge fund indonesia yg ternyata alumni PTS biasa di jkt.

    Berikan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s