Ada ulasan singkat menarik dari Bespoke yang mengutip artikel dari Wallstreet Jurnal: ETF FeverETFs Stoke Investors’ Gold Fever yang mengungkapkan bahwa permintaan emas dari investors melalui Exchange Traded Funds (ETF) adalah sangat tinggi.
ETF adalah semacam reksadana yang diperdagangkan secara aktif di bursa pasar modal. Di Indonesia, setahu saya reksadana belum bisa diperdagangkan di bursa pasar modal.
Kepemilikan ETF atas logam mulia ini bahkan lebih tinggi dari emas yang dimiliki Bank Sentral China ataupun Bank Sentral Eropa. Hanya 7 negara yang memegang emas lebih besar dari ETF: AS, Jerman, Prancis, Italia, Swiss, Jepang, dan Belanda. Di lain pihak, permintaan emas dari industri berkurang.

NB: Gambar diambil dari Bespoke Investment Group.
Perhatikan bahwa sejak adanya Gold ETF, harga emas terus menjulang naik. Tapi BUKAN berarti bahwa adanya Gold ETF ADALAH penyebab naiknya harga emas. Mungkin ada sebab lain yang kita tidak tahu. Dan mungkin tidak perlu tahu.
Apakah kenaikan harga emas ini akan segera berhenti? Saya masih cenderung percaya bahwa saat itu belum akan datang. Tapi, ketika saat itu datang (di mana tidak ada orang yang bisa memprediksi kelakuan investor - trader - spekulator secara kolektif), maka koreksinya akan sangat tajam dan cepat.
Tetap pasang mata. For now, just join the party.


8 responses so far ↓
Ida Bgs Budi // Januari 9, 2008 at 5:03 am
Mas,
bisa buat tulisan sederhana tentang gelombang subprime di US dan korelasinya dengan teori Kiyosaki…
maklum lha kita ini khan masih buta dan sedang belajar jalan…
thanks yaaa
edratna // Januari 9, 2008 at 9:42 am
Saya menjadi pengamat aja deh…..belum berminat investasi emas.
amir karimuddin // Januari 9, 2008 at 10:05 am
Reksadana sudah diperdagangkan secara ETF di BEI, yaitu ABF IBI Fund dan Reksa Dana Premier Etf LQ-45
aryahidayat // Januari 10, 2008 at 5:56 am
Sayang ya ETF nya baru LQ45 aja, coba ada ETF sektoral BEI, khusus Perkebunan atau khusus pertambangan…
ihedge // Januari 19, 2008 at 5:57 am
@ida bagus: wah, saya malah gak tahu teori kiyosaki itu apa? Maklum baca satu bukunya terus bosen. hehehe. Btw, saya dah bahas tentang krisis subprime ini di kategori: “KRISIS”
@amir: makasih buat koreksinya.
@aryahidayat: betul pak, kalau ada sektor ETF tentu lebih bagus.
rama putra // Februari 3, 2008 at 3:03 am
gimana ya caranya bisa ikut reksadana scr ETF
di BEI? saya ini pelaku pasar di sektor retail.
ingin lebih bisa berkembang lagi ke sektor yg lebih aman. jual beli emas skrng lagi susah krn daya beli masyarakat juga lemah. tnx
aryahidayat // Februari 4, 2008 at 5:20 am
daya beli masyarakat lemah hanya di pulau jawa, di pulau2 luar jawa daya beli masyarakat cukup tinggi pak. Karena daerah2 itu sbg penghasil substitusi minyak. Jual beli emas untuk kalangan tertentu masih diminati pak, karena tidak terdata secara nasional.
Siapa Yang Bikin Emas Mahal ? « besar pasak, DARIPADA KENTANG // Februari 18, 2008 at 6:42 am
[...] am · Disimpan dalam ekonomi, life Tulisan Bahar tentang kontrol Harga Emas dan pergerakannya di sini, lumayan bikin dahi berkernyit. Jadi rupanya, beberapa waktu ini harga emas terus naik [...]
Leave a Comment