Apa itu hedge funds?

Tak kenal maka tak sayang. Bagi kita di Indonesia, istilah hedge fund sering membawa konotasi negatif. Hal ini tentunya tak lepas dari peran media massa yang pada saat-saat puncak krisis keuangan tahun 1997 menyalahkan hedge fund sebagai penyebab jatuhnya rupiah dan beberapa mata uang regional lainnya. Pertanyaan tentang valid tidaknya berita-berita itu tidak akan dibahas di artikel kali ini.

Apakah sebenarnya hedge fund itu? Hedge funds adalah suatu dana yang dikumpulkan dari berbagai nasabah yang biasanya berasal dari lapisan atas, dikelola secara privat (sehingga tidak dibatasi oleh aturan-aturan investasi layaknya suatu reksa dana) oleh fund manager, memasang investasi minimal yang besar (dari beberapa ratus ribu US dollar ke beberapa juta US dollar) , dana tidak bisa ditarik setiap saat tapi berjangka sesuai perjanjian, memberi keleluasaan bagi sang manager tentang cara menginvestasikan dananya — termasuk menggunak teknik-teknik mutakhir, dan mengenakan performance fee.

Ada baiknya untuk menelusuri kembali sejarah kemunculannya. Industri ini berdiri pertama kali di Amerika Serikat. Alfred W. Jones diyakini sebagai pelopor bisnis ini, di mana dia bersama beberapa manager investasi lainnya pada tahun 1949 menggunakan teknik-teknik investasi short sales dan leveraging untuk meningkatkan untung dan sekaligus mengurangi resiko investasinya. Short sales adalah teknik di mana seseorang meminjam saham dari orang lain untuk dijualnya sekarang dan membeli kembali nanti dengan harapan bisa dibeli kembali dengan harga yang lebih murah. Leveraging adalah teknik di mana seseorang memiliki exposure terhadap suatu saham lebih dari dana yang ia taruh di saham bersangkutan. Salah satu caranya ialah dengan meminjam dana ke broker sehingga ia bisa membeli dengan dana 50% saja, yang 50% lagi dihutang. Cara lain adalah dengan membeli kontrak derivatif seperti futures atau options. Teknik short selling dan leveraging ini termasuk teknik baru di masa itu.

Pada tahun 1966, majalah Fortune mengeluarkan artikel tentang “hedge fund” yang dikelola oleh A. W. Jones. Artike ini menggemparkan komunitas investasi di masa itu. Dana hegde fund yang dikelolanya jauh mengalahkan hampir semua dana reksa yang ada, sekalipun setelah memperhitungkan performance fee sebesar 20%.

Salah satu ciri khas dari hedge fund adalah adanya performance fee, di mana sang manajer investasi hedge fund akan menerima 20% dari naiknya dana yang dikelolanya. Dana reksa biasanya hanya mengenaan fee yang ditentukan setiap tahun berdasarkan besarnya dana yang dikelola.

Seiring waktu hedge funds semakin tumbuh besar, terutama di Amerika Serikat dan Eropa. Penyebab utama pertumbuhan yang spektakuler itu adalah performance hedge fund yang selama ini memang cenderung lebih bagus dari dana reksa.

Strategi-strategi yang sering dipakai hedge funds ada banyak caranya, dari yang disebut arbitrage sampai ke directional bet. Strategi-strategi ini akan kita bahas suatu saat nanti.

untuk sementara, silakan “menikmati” informasi up-to-date tentang kurs mata uang utama dan harga logam-logam dasar di pasar dunia.

Pos ini dipublikasikan di HEDGE FUNDS. Tandai permalink.

36 Balasan ke Apa itu hedge funds?

  1. priandoyo berkata:

    Lebih besar dari Reksadana? serius. Minimal berapa nih setorannya Har. Kayaknya bukan bisnis ecek-ecek ya. Reksadana tuh receh-receh juga bisa ikutan lho, mulai dari 250rb.

  2. Cay berkata:

    Topik yang menarik, dengan kemasan yang agak bisa bikin ngeri orang๐Ÿ˜‰ Mungkin bisa dijawab di artikel berikutnya: Kalo gue ngasih duit gue ke embok2 tetangga gue buat modal jualan pecel, terus nanti gue minta si embok itu ngebayar ke gue, apa itu namanya hedging juga?๐Ÿ˜€

  3. Bahar Riand berkata:

    Nilai minimal berinvestasi di hedge fund memang jauh lebih gedhe kalau dibandingin sama reksa dana. Nilainya juga tergantung dari seberapa besar hedge fund itu sendiri. Paling kecil sih kira2 US$100.000,00. Tapi buat fund houses yg gedhe, minimalnya bisa berjuta2 dollar. Makanya aku bilang, klien hedge fund itu biasanya dari kalangan atas.

  4. Albert berkata:

    Bagaiman kita bisa tau hedge fund benar benar melipatgandakan uang kita? Bagaimana kita bisa tau kalau hasilnya benar benar sesuai dengan yang mereka laporkan? Bisa gak hedge fund dapat gain (misalnya) 100 juta sebulan, terus bilang ke clientnya cuma 50 juta?

    100.000 USD ya,,,, hmmm kumpulin dulu ah.๐Ÿ˜€

  5. Bahar Riand berkata:

    Topik yang menarik, dengan kemasan yang agak bisa bikin ngeri orang

    hehehe.. Iya, mesti mengubah kemasannya nih. Ntar tak coba jawab deh tentang embok penjual pecel ini. thanks bro buat masukannya.

  6. Bahar Riand berkata:

    @Albert
    Sayang sekali nggak ada sesuatu yang menjamin bahwa hedge fund AKAN selalu melipatgandakan uang kliennya. Yang ada adalah kepercayaan pribadi yang dilandasi oleh kepercayaan terhadap si fund manager. Berdasarkan sejarahnya, hubungan antara klien dan sang manager bersifat privat dan berdasarkan kepercayaan. Kepercayaan ini bisa tumbuh karena track record sang manager yang telah berhasil mengembangkan dana nasabah2nya di masa lalu.

    Mengenai laporan perkembangan dana, kita bisa cek ke Administator yang disewa oleh si hedge fund. Sebelum berinvestasi di hedge fund, tentu kita perlu cek reputasi sang Administrator.

    Nilai lebih dari hedge fund, menurut saya pribadi, berasal dari fleksibilitas sang manajer untuk mengelola uangnya. Dia bisa bermain ketika pasar naik, turun, ataupun gerak di tempat. Lagi pula dia juga bisa memakai instrument apa saja dan bermain di pasar apa saja di dunia ini.

    Kelebihan-kelebihan ini seharusnya memberi ruang gerak yang lebih besar bagi si manager untuk melipatgandakan uang klien.

  7. Hardono Arifanto berkata:

    Akhirnya kita punya Fund manager๐Ÿ˜› Nabung ah..

  8. yoppy berkata:

    mau tau donk har yg “arbitrage”….not bad huh?? always making profit! haha.

    btw, itu “fee” nya cuma “performance fee” doank? ga ada fixed cost kaya unit-trust gitu kah?

    trus, nyimpang dikit ni, “RSS2.0 pengumpan” itu apaan yah?? hehe..maap gaptek….

  9. Bahar Riand berkata:

    @Yoppy
    “pure arbitrage” sih harusnya benar2 selalu untung. tapi jaman sekarang sih susah buat nyari yang benar-benar arbitrage.

    standar industri sih 2% fixed + 20% performance. Tapi hal ini sangat bervariasi juga yah, tergantung dari posisi tawar hedge fund-nya juga.
    Misalnya:
    1. Hedge fund yang baru berdiri bisa saja menawarkan struktur fee yang lebih murah buat investor-investor awal.
    2. Hedge fund yang track record-nya sangat-sangat bagus bahkan ada yang mengenakan 50% performance fee. Buat si fund, it’s take it or leave it. Masih banyak yang mau ngantri buat naruh duitnya.

    RSS2.0 => http://en.wikipedia.org/wiki/RSS_(file_format)
    baca di situ aja yah, aku juga belom pernah make, hehehe…

  10. adhi berkata:

    Wah tulisan yang menarik walaupun aku ga gitu ngerti isinya๐Ÿ™‚

  11. Bahar Riand berkata:

    @Adhi: Wah, berarti aku masih gagal dalam bercerita, hehehe…๐Ÿ˜‰

  12. Sutono berkata:

    Bahar,

    Mantep sitenya! hehe

    Dua pertanyaan::
    1. Selain performance fee dan amount of investasi, apa bedanya unit trust dan hedge fund?
    2. Hedge fund itu biasanya main di market apa ajah? Selain stock, main di valas dan komoditi jg ga?

  13. Bahar berkata:

    Halo Sutono, makasih yah.

    Ntar coba tak jawab di artikel baru deh.

  14. adit berkata:

    informasi chart valas dan logamnya menarik. boleh nge ling ga pak bahar.

  15. Bahar berkata:

    silakan pak. boleh-boleh saja.

  16. Hardono Arifanto berkata:

    Setelah diinget2 lagi… ternyata selama ini kalo mendengar hedge fund, ingetnya langsung arbitrage deh.

    Pertanyaan Sutono bagus tuh … jawab di artikel baru ya Beh (panggilan sayang utk Bahar (^_^)v )

  17. Bahar berkata:

    Iyo-iyo bentar deh. Melihat statistik pengunjung, kayaknya mesti nulis yang lebih serius nih. hehehe..๐Ÿ˜€

  18. Karang Jangkong berkata:

    Hedge fund is just about to boom soon, so get into it now…
    more and more IM in Hedge fund get into CDS
    the market in Asia is just about to boom soon.
    20% performance fee is normal dont forget admin fee they are ridiciouly high as well

    never seen hedge fund paying 50% perf fee. may i know which one is this?
    peace

  19. Bahar berkata:

    There are some hedge funds charging up to 50% performance fee in the past, e.g. Renaissance Technologies.

    There are some others I read in the Institutional Investors magazine. Couldn’t really recall their names.

  20. Dwi berkata:

    Trus biasanya return nya berapa % ya p.a ?

  21. irham faza berkata:

    di koran sindo today(080607) ada grafik hedge fund dunia di AS no 1. 62 % banyak orang “jujur” disana berarti ya,sehingga orang sana percaya”nitip” duit ke hedge bisa nggak di sederhanakan gitu…maaf..orang awan yg pinggin paham..

  22. Bahar berkata:

    @Dwi: return sangat bervariasi karena strategi2 hedge fund juga sangat bervariasi: dari yang paling kecil resikonya seperti arbitrage funds, sampai yang besar resikonya seperti managed futures. Performance hedge funds juga bervariasi di tiap strategy, tergantung kemampuan fund managernya.

    secara keseluruhan, ada index (semacam IHSG tapi komponennya adalah berbagai hedge funds dari berbagai macam strategies) yang biasa dipakai untuk mengikuti return dari hedge funds: namanya HFRI Hedge Fund Weighted Composite Index. Tapi ingat kalau ini nilai rata2. Ada funds yang jauh lebih bagus, ada juga yang tutup. Disinyalir ada efek survivorship bias juga.

    Mulai tahun 1990an sampe June 2004, returns HFRI:
    return pa: 14.5%
    volatilitas pa: 7%
    drawdown paling jelek: – 11.4%

    sebagai bandingan, dalam periode yang sama, returns dari pasar saham sedunia (MSCI World Stocks Index):
    return pa: 6.6%
    volatilitas pa: 14.8%
    drawdown paling jelek: – 46.3%

    @irham faza: Hedge Funds memang saat ini paling besar di US. Pertama, paling banyak orang kaya hidup di US. Kedua, akhir-akhir ini banyak institusi-institusi keuangan yang mulai masuk hedge funds (bukan lagi individu2 seperti dulu). So, gak terlalu mengherankan kalau 62% hedge funds ada di US.

    Mereka masuk hedge funds tentunya karena orang/institusi di US melihat nilai dari investasi di hedge funds. Sebagai alat investasi yang berdiri sendiri, hedge funds menarik karena lebih fokus pada absolute return. Sebagai komponen dari sebuah portfolio, hedge funds menarik karena cenderung bergerak tidak berkaitan dengan aset-aset lainnya (korelasi rendah). Properti ini sebenarnya yang menarik institusi-institusi keuangan untuk mengalokasikan dana di hedge funds.

  23. reksa berkata:

    kalo di indonesia sudah ada blm? brp AUM-nya?

  24. ihedge berkata:

    saya gak tahu pastinya tentang HF di Indonesia. Tapi RVer pernah nyinggung tuh. Kayaknya kebanyakan HF asing yg buka cabang di Indo dan ditawarkan kepada sebagian kecil HNWI (High nett worth individual). Atau mungkin HF asing yang masuk ke Indo cuma untuk invest jangka pendek.

  25. kakha kaladze berkata:

    Bahar, nanya donk, klo misalnya gw punya portfolio bond. Trus mo gw hedge price terhadap interest rate. Misalnya, setelah diitung2, kita musti short bond yg kriteria durationnya seberapa gitu. Nah short disini tuh maksudnya, kita minjem dr broker trus dijual gitu? Trus, yg gw bingung, pas maturity, apa yg kita kembaliin ke brokernya, dlm bentuk cash ya? brp tuh? Klo, bs sekalian jelasin konsep, soalnya gw masi rada2 bingung, hehe. Thx

  26. ihedge berkata:

    Kalau kita mau short suatu aset (short melalui cash market – bukan derivatif), kita pinjem dulu aset sama orang lain yang memiliki aset itu melalui perantara broker. Jadi kita pinjam dulu, jual, terus nanti beli lagi dan kita kembalikan ke pemiliknya.

    Yang dikembalikan ya aset yang kita pinjam, dalam hal ini bond.

  27. RVer berkata:

    menarik nih..

    di indonesia kayanya belum bisa untuk short bond. mungkin yang bahar maksud itu repo atau jual sementara, tapi ini juga kurang likuid. ada sih bbrp perusahaan sekuritas (yang bermodal gede pastinya) mau melakukan repo agak panjangan.

    kalau pengennya short bond (asumsi long dated fixed coupon) artinya kan expect interest rate bakal naik. masuk aja ke swap transaction sebagai payer (pembayar fixed = sekarang kan kita seperti yang nerbitin bond atau short bond fixed rate bond) dan receive float (anggap SBI). SBI naik kita kan untung….

    untuk reksadana mungkin belum boleh masuk derivatif termasuk repo karena kepentok peraturan.

    kalau antar bank bisa aja masuk swap transaction atau repo antar bank.

  28. ihedge berkata:

    ah, yang saya omongin lebih pada short-selling tanpa menggunakan derivatif in general. Ternyata di Indo belum bisa short sell bond yah…

    Kalau mau pakai derivatif, yang paling simpel kayaknya pakai Bond Futures (di Eurex dijual tuh). Kayaknya lumayan liquid.

    Untuk masalah fixed income, RVer nih yang mesti ditanyain. Gw lebih ke equities.

  29. kakha kaladze berkata:

    Thx for the answers. RVer kayaknya yg kamu jelasin menarik bgt, cuma gw gak ngerti, hehe. Anyway, yg gw masi bingung itu misalnya kita short bond, dng expectation interest bakal naek. Nah, klo misalnya interest ga naek ga turun, apa yg bakal terjadi pas bond yg kita short itu mature, i.e. face value is being paid to the buyer. Apa yg kita kemudian kita kembalikan ke peminjam (Org yg minjemin kita bondnya)?

  30. ihedge berkata:

    Yang RVer jelasin adalah menciptakan short exposure (interest naik => untung) terhadap bond tanpa perlu meminjam dulu suatu bond, menjualnya sekarang, dan membeli lagi nanti. Tapi, dia menyarankan untuk menciptakan short exposure itu dengan memasuki kontrak derivatif, dalam hal ini melalui swap sebagai fixed payer.

    So, gak ada proses pinjam meminjam bond.

  31. antialias berkata:

    pak, cm mo benerin istilah aja …
    DANAREKSA itu nama perusahaan Mutual Funds di Indonesia.
    Kalo yang dimaksud adalah Mutual Funds itu bhs Indonesianya REKSADANA.

    sip… lanjut terus bahasan bisnisnya
    manteb nih …
    lanjutin donk efek Krisis Finansial ke pasar saham Indonesia
    makasih banyak

  32. ajeng berkata:

    wow..

    makasih yah ilmu nya..

    blog ini awesome..

    saya kuliah di manajemen UI ambil konsentrasi finance..

    blog nya ngebantu banget..tugas2 menggila ..

    dan blog ini memberikan jawabannya..

    ok..sip..

    thanx yah..

  33. Nisa berkata:

    Ehm…pembahasan yang menarik. sepertinya cocok untuk bahan skripsi. tapi saya jadi pengen kenal sama orang yang fotonya ada di website ini…he..he

  34. nanda berkata:

    mau nanya donk,, apakah hedge fund itu sama dengan discretionary fund?
    dan apakah ada peraturan untuk melindungi para investor terhadap manajer investasi yang “nakal” terhadap dana discretionary fund investor? thx

  35. ant berkata:

    secara islam hukumnya haram ga ya????….klo haram mending kita tinggalin aj…OK…dari pada stelah kita mati disiksa d alam kubur dan neraka….iihh serem….klo halal mari lanjutkan kawan…

    • yadi berkata:

      hanya untuk kalangan elit karna hanya merekalah yg punya duit banyak…. well kayaknya bisa ditiru ya tapi dengan batasan modal yang mash bisa terjangkau oleh investor lokal… ntar kan uang tsb bisa di puter di pasar modal atau/dan saham ya nggak.. iya donk… heheheheee….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s