Keuntungan tanpa Resiko, yummy? – Arbitrage

yoppy Berkata:
April 23rd, 2007 pada 2:22 pm e

mau tau donk har yg “arbitrage”….not bad huh?? always making profit! haha.

Adakah peluang investasi yang tanpa resiko? Kalau ada, itu namanya arbitrage murni.

Di kasus yang paling extrem, kesempatan arbitrage terjadi bila satu aset yang sama memiliki harga yang berbeda di tempat lain dan biaya untuk memindahkan aset itu tidak berarti. Misalkan Karjo adalah seorang penjual buku. Suatu hari datang seorang pembeli yang mencari buku baru Jakarta Undercover di tokonya dan kebetulan dia kehabisan stok. Karjo bilang sama si pembeli kalo dia bisa jual dengan Rp50,000. Di toko sebelah, Karjo tahu buku Jakarta Undercover dijual dengan harga Rp45,000. Untuk memastikan, dia telpon ke toko sebelah dan memastikan kalau bukunya ada dan dia memesan untuk membeli sebentar lagi sebesar Rp45,000. Karena saking ngebetnya, si pembeli setuju tanpa mau melihat-lihat ke toko sebelah. Di sini, si Karjo sudah mengunci 2 harga, harga beli dan harga jual di saat yang boleh dibilang bersamaan. Apa yang dilakukan Karjo pada prinsipnya adalah arbitrage. Simpel bukan!

Ciri utama teknik arbitrage adalah adanya transaksi jual dan transaksi beli terhadap aset yang sama atau aset yang pada dasarnya sama. Arbitrage tidak akan terjadi kalau Karjo adalah penjual bakso dan si pembeli mencari bakso kang Karjo. Dia tidak bisa membeli bakso tetangga dan dijual ke pembeli karena bakso-nya berbeda dan ada kemungkinan pembeli menolak bakso tetangga.

Karena terlalu simpel, kesempatan seperti ini sangat jarang terjadi. Apalagi di pasar modal dan pasar uang. Lama kelamaan konsep arbitrage diperlunak dan digunakan untuk menggambarkan kesempatan-kesempatan yang resikonya relatif kecil. Semua fund yang menggunakan konsep arbitrage dalam strateginya masuk dalam kategori hedge fund.

Apa saja yang biasa dilakukan hedge fund untuk menemukan kesempatan arbitrage di pasar modal?

  1. Mengorek-orek hubungan statistik antara berbagai saham di pasar modal. Ada perusahaan-perusahaan yang terhubung kuat sekali antara satu dengan lainnya. Misalnya saja sama-sama perusahaan minyak. Saham mereka diyakini untuk bergerak beriringan. Kalau tiba-tiba salah satunya tertinggal dan yang lainya melesat maka sang arbitrageur akan membeli saham yang tertinggal dan “menjual” (short selling – baca posting pertama tentang short selling) saham yang melesat dengan harapan mereka akan kembali bergerak beriringan <yang tertinggal jadi lebih maju dan yang melesat lebih mundur>.
  2. Mecari-cari perusahaan (A) yang menjadi kandidat untuk dibeli perusahaan lain (B). Kalau B ingin membeli A, mau tak mau dia harus membeli saham-saham A dengan harga yang lebih mahal daripada apa yang ada dipasar sekarang. Kenapa? Karena orang-orang yang punya saham A tahu kalau ada calon pembeli besar. Hukum ekonomi klasik mengatakan kalau tiba-tiba ada calon pembeli besar maka harga akan melonjak. Misalnya sekarang saham B = Rp5,000 dan saham A Rp 4,500. B akan membeli saham A dengan cara mengganti setiap 1 lembar saham A dengan 1 lembar saham B. Kalau transaksi berjalan mulus, harga saham A akan terus naik dibandingkan dengan harga saham B sampai pada akhirnya keduanya bernilai sama kalau transaksinya telah terjadi. Hedge fund akan membeli saham A dan “menjual” (short selling) saham B secara bersamaan. Kenapa hedge fund mesti menjual saham B? Untuk berjaga-jaga misalnya saja pasar saham secara keseluruhan anjlok. Kalau hal itu terjadi, mungkin saham B dan saham A akan sama-sama bernilai Rp 3,000 di akhir transaksi.
  3. Convertible arbitrage. Ini rada susah njelasinnya karena menyangkut karakteristik khusus dari aset yang namanya convertible.
  4. Arbitrage surat utang. Ini juga susah untuk dijelaskan. Intinya sih mengeksploitasi perbedaan harga dari surat utang dengan berbagai masa jatuh tempo.
  5. Dan lain-lain. Tergantung kreativitas si manager.

Rumit juga yah arbitrage.😀 Kalau gak rumit, kayak ceritanya Karjo, tentu dah diambil orang dan hilang.

Pos ini dipublikasikan di Strategi - Strategi, TEKNIK INVEST.. Tandai permalink.

18 Balasan ke Keuntungan tanpa Resiko, yummy? – Arbitrage

  1. bughi berkata:

    istilah hegde fund = hedging ( lindung nilai ) kah?

  2. Bahar berkata:

    Sekarang ini penggunaan kata hedge di hedge fund agak kurang tepat. Tidak semua strategi-strategi yang digunakan hedge funds memiliki unsur hedging. Hedge funds yang berspesialisasi di bidang arbitrage selalu pakai hedging. Tapi hedge funds yang berspesialisasi di global macro, CTAs, dll umumnya nggak pakai hedging.

    Makanya istilah hedge fund sekarang kadang-kadang disebut alternative investment untuk menghilangkan kata hedge karena tidak semua hedge fund melakukan hedging.

  3. rx berkata:

    convertible arbitrage apakah underlying assetnya seperti convertible bond??

  4. papabonbon berkata:

    istilahnya para economist buat fenomena orang orang bisnis yg suka outlaw ini adalah : “rent seeker”.

    pantesan bisnisan elektronikku yg arbitrage murni ini gak jalan lagi. lha pasokan di toko sebelahnya berhenti je.

    ketika jalan ambil dengan harga 50 persen, dijual dgn harga 70 persen. dan baru ambil barang,ketika deal harga sudah terjadi. wenak tenan. begitu resourcenya diputus, ya udah, kolaps deh.

    arbitrage memang kesempatan yg jarang. untuk bisnis memang harus ambil resiko, ndak bisa rent seeker terus😀

  5. ihedge berkata:

    @rx: yup. underlying asset-nya convertible bond & equity.

    @papabonbon: memang kesempatannya tidak terlihat jelas bro.

  6. RVer berkata:

    Bro,

    kalau karjo di cerita lo kayanya lebih ke broker yang lagi ngambil spread. . . hehehehe . . .

    global macro hedge fund ngambil jakarta undercover kalau di pikir value (in currency and price terms) -nya akan naik (possible assumptions: lower rates which leads to growth pickup and hence ppl will need a reference to go to that kind of places..hehehe), short of supply, and etc. global macro hedge fund sometimes can’t hedge their possy as the market doesn’t have the capability provide it…say long indo bonds, what they can do is to buy usd call/idr put but size can’t accomodate their big possy

    anggep jakarta undercover itu surat utang…HF fixed income arby liat value apakah ada untung kalau : [short ust, buy jakarta undercover plus protection (CDS)] or [as simple as reciever di Thai, SGD payer or MYR payer]

    dan masih banyak lagi…..

  7. ihedge berkata:

    RVer, good to see your comments.🙂

    Hehehe… well, itu arbitrage juga looh. Broker kan kerjaanya cuma njalanin apa yang diperintahin sama klien mereka. Kalau udah ngambil 2 posisi berlawanan kyk cerita di atas (dan cuma 1 dari ke-2 posisi yang diminta klien), berarti dia sedang mengambil arbitrage donk. Seorang broker, walaupun profesinya sebagai broker, bisa saja mengambil arbitrage kan.

    It’s true that global macro hedge funds sometimes can not hedge their position because their’s no means to do it. But being a global macro, they don’t actually need to be fully hedged even if they are means of doing it. Oherwise they will be called arbitrage funds, or market neutral funds.

    Btw, if there’s no publicly available means to protect their exposure, they can always go to investment bank and arrange OTC (such as Total Return Swap) contract for hedging.

    Thanks buat contoh ttg fixed income arbitrage. I hope readers will understand the jargons threwn in…😀

  8. RVer berkata:

    V prompt reply ya bro..

    well kalau kita disini dengan market practice yang ada, broker ngga bakalan ngambil arby..bisa2 ngga dipake lagi ama those sensitive traders…tapi ya activitinya bisa dibilang arby juga.

    selama ini, ur kind yang masuk ke kita sih pake TRS form…teruma untuk local rates… like i said earlier, they somehow cud hedge their currency by buying a call tapi untuk price-nya susah…bond option sudah ada, tapi belum popular.. perhaps u can let me know why..

    swap curve idr kurang established jadinya ngga bisa gitu aja kalau custy mau IDR reciever…

  9. RVer berkata:

    btw bro..

    sedih donk kalau broker kerjaanya cuma njalanin apa yang diperintahin sama klien mereka. broker juga manusia, punya market colour, punya ideas, dan hittable prices (boleh nego deh)…

    tks vm bro…really glad to find u here..

  10. ihedge berkata:

    hehehe… prompt reply… cuz today is a public holiday here.. (Singapore National Day)

    “bond option sudah ada, tapi belum popular.. perhaps u can let me know why..” Biasanya suatu produk derivatif bakal popular kalau memang ada yang betul2 memerlukannya buat hedging. Kalau demand dari golongan ini ada dan liquidity bagus, baru deh spekulator pada masuk. Mungkin komunitas pemegang bond di Indo tidak banyak yg merasa perlu hedging pakai bond options.

    Yah, sebagian broker bisnisnya memang bukan pure brokerage. By pure brokerage I mean facilitating trades. Sebagai broker, mereka malah bisa liat order flow. Ya mereka bisa nglakuin apa saja dengan informasi tsb.

    Btw bro, berurusan dengan hedge fund di Indonesia sebagai apa nih? Seems like u know a lot abt derivatives.

  11. RVer berkata:

    gw udah pitched like hell ke bbrp HFs tapi belum ada yg mau..kalau local banks di indo mah udah ada bbrp yang pake bond option baik option-option ataupun in terms of structured products.

    i am in the sell side bro… we facilitate offshore and onshore asset managers, from real money to HFs (this one only offshore la). asset class gw mainly rates related, though pernah juga ngerjain some special situation projects.

  12. ihedge berkata:

    what a prompt reply from u.😀

    oh, gw kira tadi elo menanyakan tentang exchange traded options bro. Sepertinya elo lebih refer ke OTC options contract.

    Berbagi pengalaman nih. Gw pernah ketemu seseorang dari buy side, dia adalah CIO Metlife Insurance di Taiwan. Ketemu waktu dia ngasih seminar di Spore. Dia sering membeli structured products dari sell side, both for yield enhancing and sometimes for hedging. Berulang-ulang dia bilang: just like any other business, if u want to sell something to me, you need to understand what my real needs are. Klise mungkin. Tapi begitulah, kadang2 orang dari sell side datang ke dia menawarkan 10 macam structured products… tapi dia gak perlu. Dia bilang: come and talk to us, i’ll tell u what i need, give me ur best offer with these features that i want..

    Mungkin kita pikir ngapain mesti sibuk2 meluangkan waktu cuman buat 1 customer. Tp dia juga bilang bercerita sama gw bahwa biasanya companies di suatu industri itu memiliki cycle yg mirip. Dan di masa-masa tertentu, structured products yg populer juga bergantian. Tergantung dari apa yg sedang terjadi di industri tersebut saat itu.

    Seorang sell-side menawarkan produk duration lengthening. But… some banks or insurance companies in Asia are not so concerned about duration mismatch… as long as they can manage their short term cashflows.

    Satu lagi… buat mereka, how the product affect their accounting is a big issue.

    Kalau buat HFs… mungkin cara kerjanya juga mirip. We find out exactly what we want, then ask for most cost effective product around, preferably very liquid. Presumably these money managers know what they want. And… I think, buying options is not that cost effective if we know exactly what risks we want to get rid of. Buying options is like removing all kind of downside risks which makes it not so cheap. Sometimes we want to retain some of those risks.

  13. RVer berkata:

    agreed…that’s what i actually do..finding solutions for custy and not only selling scattered products.

    but the thing is they know that they need it. going into te process is troublesome but i’d say it’s worth doing. several asset managers including HFs contacted me today… i sud’ve bot ur silly target selling in ur local rates…

    hahaha…check out the so called crisis in the several global money markets..liquidity has been dead..high regarded CBs need to provide liq…all these triggered further sell off. well.. like what Das said…it’s all about the knowns and unknowns….

    bro..i got a nice article on Reksa Dana Terstruktur di Indonesia. i read somewhere in ur blog that u need a contributor ..what’s ur email pls?

  14. ihedge berkata:

    bro.. actually i can give you a contributor account. That allows you to post as you wish if you’ve got the time. But that requires you to open a wordpress account.

    alternatively, of course, you can sent me the article at bahar@alwayshedge.com. But it will lack your personal interpretation. I’m sure you’ll add value to the original article.

    Abt the so called “liquidity crisis”, actually it’s a good time for HFs… if they are positioned properly… hehehe.. Perhaps it’s not exactly that liquidity has dried up, but rather liquidity to the less credit worthy that’s drying. In fact, US treasuries are rising… the so called “flight to liquidity/safety”.

    It’s only during this kind of mayhem that we can better asses which funds are hedge funds (exploiting alpha) … and which ones called themselves “hedge funds”…

  15. RVer berkata:

    Naaah… i will send the article to you…i dun need the value or anything else.ootherwise it may harass my disclaimer etc…just to share knowledge la…

    wow great bro…glad to know that u survive..i know a few who have problem facing redemptions..hope they can manage it eventually..this subprime problem has been affected many money managers.. there will be some more..heard subrime backed securities are totalled USD 800 bio..sure to be much more with the derivatives related. UST is of course up la…flight to quality…which means the liquidity is a lot, not even with the leveraged kind of stuff …

  16. ihedge berkata:

    many funds are facing redemptions. These redemptions exaggerate the problems.

    fund kami nggak terekspos secara langsung ke pasar kredit.. tapi, secara tidak langsung, siapa sih yang nggak terekspos? Yg penting eksposnya di bagian mana, long atau short… bagusnya hedge fund kan mereka bisa punya short exposure.

    kalau masa-masa begini… saya bisa bilang sebagian analisa fundamental nggak begitu ngaruh… sentiment is everything… dan sentimen itu jangka pendek dan cepat berubah arah… Horizon kami jg lebih jangka pendek.

    pada masa2 begini juga resiko berinvestasi di asset2 yang illiquid benar2 terasa.

    btw, artikelnya akan segera tak pasang bro.

  17. budy berkata:

    menganggap kegiatan arbitrase tidak beresiko kayaknya hanya dalam angan2. LTCM akhirnya harus gulung tikar karena melakukan kegiatan ini. Kasus saham kembar (twin share) pada Shell dan Royal Ducth yang mengalami mispricing ternyata justru membuat LTCM merugi, karena deviasi harga diantara keduanya tidak segera menghilang tetapi justru melebar dan LTCM terpaksa harus melikuidasi posisinya karena hutang yang dipakai harus dilunasi. pada kenyataannya Pasar modal tidak efisien, mispricing tidak segera menghilang dan arbitrase menjadi kegiatan yang berisiko…

  18. Ethan berkata:

    I truly love your site.. Very nice colors &
    theme. Did you build this website yourself? Please
    reply back as I’m planning to create my very own website and would love to find out where you got this from or just what the theme is called. Many thanks!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s