Apa yang Menggerakan Saham dalam jangka pendek (1-15 hari)

Tulisan ini hanya opini pribadi sebagai hasil dari berbagai hal yang saya lihat. Menurut saya, hal-hal berikut mempengaruhi pergerakan saham dalam jangka pendek:

  1. Market Sentiment
  2. Sector Rotation
  3. Price Momentum
  4. Coherent State
  5. Company Specific Events
  6. External Events
  7. Over Reactions and Under Reactions

Sentiment pasar secara keseluruhan cenderung mendorong pergerakan saham-saham ke arah sesuai dengan sentiment tersebut. Dalam jangka pendek, orang-orang yang berpikiran kontrarian mungkin akan berpikir seribu kali sebelum mengambil posisi yang berlawanan. As the saying goes: when the tide is rising, all ships rise.

Efek dari rotasi sektor akan terlihat lebih jelas kalau pasar saham suatu negara sudah begitu terbangun sehingga berbagai sektor di negara itu diwakili dengan baik di pasar saham. Pasar saham di AS bisa dibilang memiliki wakil dari berbagai sektor yang memungkinkan kita untuk mengeksploitasinya. Rotasi sektor bisa ditengarai dari naiknya saham-saham di sektor tersebut, meninggalkan sektor-sektor lainnya.

Price momentum saya definisikan sebagai pergerakan suatu saham yang begitu kuat dibanding saham-saham lainnya. Proses pergerakan yang kuat ini menunjukkan bahwa sesuatu mungkin telah terjadi di perusahaan tersebut. Sesuatu itu mungkin adalah sesuatu yang signifikan dan akan terus berlangsung dalam jangka pendek. Kadang-kadang, kita tidak perlu tahu apa sesuatu itu. Trader yang melihat pergerakan kuat ini akan ikut nimbrung dan mendorongnya lebih jauh lagi.

Suatu saham ada di coherent state ketika berbagai sisi teknikal-nya cenderung mendukung hipotesa bahwa saham ini akan bergerak ke suatu arah tertentu. Populeritas analisa teknikal membuat coherent state bisa menjadikan kondisi ini self fulfilling.

Ada berbagai event-event yang specific terjadi di suatu perusahaan yang diketahui publik dan bisa menggerakan saham itu di jangka pendek. Misalnya: tiba-tiba pesawat yang mengangkut executives utama perusahaan itu jatuh. Dalam jangka waktu dekat, sahamnya pasti akan bergerak. Demikian juga kalau ada demo buruh, dsb. Contoh event lain adalah dimasukannya saham itu ke dalam index-index utama, misalnya SP500 ataupun LQ45. Kenapa event ini bisa menggerakan? Karena ada sekelompok institusi-institusi besar yang hanya diperbolehkan berinvestasi di saham-saham yang masuk index-index utama.

Ada juga event-event eksternal yang mempengaruhi pergerakan saham-saham. Misalnya meeting gubernur bank sentral, serangan teroris, gangguan distribusi minyak, bencana alam, dsb.

Overreactions dan underreactions terjadi karena traders juga manusia. Mereka cenderung untuk menilai sesuatu secara berlebihan, atau pelan-pelan.

Pos ini dipublikasikan di Assets Selection, FILOSOFI INVEST., PROSES INVEST.. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s