Options, Futures, Forwards – Instrumen buat hedging, dll. [1]

Blog ini ternyata juga dikunjungi dari hasil search engine kayak Google. Kata-kata kunci yang dicari biasanya saham, valas, hedging, kontrak opsi (options), forwards, dan futures. Sayangnya di blog ini istilah-istilah ini baru disinggung sedikit-sedikit. Mudah-mudahan penjelasan di bawah ini bisa bermanfaat.

Dimulai dari yang paling simple: forward contract. Percaya nggak percaya, praktek forward contract sudah ada di Indonesia sejak jaman dulu. Di tempat kecil saya, Kebumen, kontrak ini disebut ngijon (terjemahan bebasnya: membeli waktu masih hijau). Saya masih ingat waktu kecil dulu ada pemborong yang mendatangi rumah tetangga saya dan membeli buah kedondong sewaktu buahnya masih hijau dan belum masak. Kira-kira isi perjanjiannya begini: pemborong akan membeli buah kedondong sewaktu sudah masak nanti, dengan harga yang ditentukan sekarang sebesar Rp2000 per kg. Misalnya kedondong masak 1 bulan lagi dan ternyata harga kedondong di pasar 1 bulan lagi Rp3000 per kg, tetangga saya tetap harus menjual dengan harga Rp2000 per kg. Di skenario lain, ternyata 1 bulan lagi kedondong dihargai Rp1000 per kg, si pemborong tetap harus membeli dengan harga Rp2000 per kg.

Apa untungnya buat pemilik kedondong? Dia bisa tahu pasti berapa yang akan dia dapat 1 bulan lagi. Baca hedging untuk memahami bagaimana forward kontrak bisa dipakai buat mengurangi atau menghilangkan efek dari suatu sumber resiko.

Untung rugi atau resiko dari memasuki kontrak ini sangat simpel. Kalau ternyata harga kedondong 1 bulan lagi Rp3000, maka bisa dibilang kalau tetangga saya rugi Rp1000 (Rp 3000 – Rp2000) per kg karena dia seharusnya bisa menjual kedondongnya dengan harga Rp3000 di pasar.

Sekarang ganti buah kedondong dengan dollar AS, maka kontrak itu tak lain adalah forward contract di pasar uang.

Biasanya forward contract dinegosiasikan antara kedua belah pihak secara privat (over the counter). Kontrak ini tidak diperjual-belikan di bursa pasar modal.

Saudara dekat forward contract adalah futures contract. Futures contract agak lebih kompleks. Kontrak opsi lebih kompleks lagi. Mereka akan dibahas di posting berikutnya.

Pos ini dipublikasikan di DERIVATIF. Tandai permalink.

14 Balasan ke Options, Futures, Forwards – Instrumen buat hedging, dll. [1]

  1. Perdana Wahyu S berkata:

    Sebaiknya tulisan ini dilanjutkan bahwa hedging pada dasarnya meminimalisasi resiko baik finansial maupun operating risk. Derivatif juga punya fungsi yang sama seperti option baik pu atau call. Namun banyak pemahaman umum hedging untuk tujuan spekulatif, sehingga muncul konotasi negatif. Jika sy ingin menyumbang tulisan,gmn caranya?
    Regards

  2. Bahar berkata:

    memang ada sebagian orang yang menggunakan derivatif buat tujuan spekulatif dan menimbulkan konotasi negatif (terutama kalau mereka jadi rugi besar).

    Wah… dengan sangat senang hati. Saya buatkan user kontributor yah pak.

    Tolong kirim email-nya bapak ke bahar@alwayshedge.com supaya saya bisa register email bapak sebagai user baru. Setelah itu kita bisa sama-sama menulis di sini kalau ada waktu luang Pak.

    Sekali lagi makasih dan selamat bergabung.

  3. Perdana Wahyu S berkata:

    Terima kasih mas Bahar. Sukses selalu

  4. Mesakh berkata:

    Mantaff, terimakasih artikelnya, saya akan banyak belajar

    Mesakh

  5. reksa berkata:

    Mas, tolong donk dijelasin juga alternative investment seperti: ETF, venture capital, closely held companies, dan distressed securities….

    Thanx before

  6. ihedge berkata:

    Mudah-mudahan ntar bisa bahas tentang ETF.

    Kalau VC, walaupun tahu dikit, tapi saya cuma tahu kulitnya. Atau mungkin ada yang familiar?

    Demikian juga dengan private equities. Nah kayaknya RVer lumayan tahu nih tentang hal ini. Domain saya liquid & publicly traded assets.

    Kalau distressed securities, lebih event driven dan perlu kemampuan meliat mutiara dalam bangkai-bangkai. Gak pernah terlibat langsung juga.

    Alternative investment biasanya ditujukan buat menyebut investasi di Hedge Funds, Private Equities, dan Real Estate.

    ETF bukan termasuk alternative investment. Justru simplified & cheaper traditional investment.

    Distressed securities adalah salah satu categori hedge fund.

  7. RVer berkata:

    private equity lebih nyari kepemilikan aset yang non-marketable yang artinya ngga floating di bursa manapun.

    contoh yang paling menarik di indo adalah sewaktu farallon beli bca (faralon fokus bukan hanya ke non-marketable aja, tapi ke public debt and equity juga. faralon sebenarnya lebih event driven atau invest di aset yang undergoing change, tapi kebanyakan off market deal sehingga sering dibilang private equity. check websitenya at http://www.faralloncapital.com) .

    waktu beli bca, farallon bisa dibilang salah satu private equity yang menyentuh investasi dalam event recapitalization.

    kalau off market deal biasanya dalam sell-side (investment bank) yang ngerjain adalah special situations group.

    the latest famoust private equity is KKR thru leveraged buyouts mechanism (LBOs basically pinjem duit buat beli equity perusahaan). perusahaan ini bahkan IPO buat beli perusahaan juga. coba deh http://www.kkr.com

    venture capital kurang paham. tapi kata temen itu merupakan bagian dari private equity dimana VC lebih invest di perusahaan yang baru mulai bukan yang matured. katanya term ini terkenal sewaktu maraknya perusahaan dotcom.

  8. ihedge berkata:

    Iyah, KKR merupakan private equity yang lumayan terkenal. Satu lagi yang terkenal adalah Black Stone. Dia juga barusan IPO.

  9. yoga berkata:

    Bang, cara jadi hedge fund manager gimana ya? saya kul di fak ek dan ngambil konsen keuangan. apakah saya harus ambil S-2 dan tak cukup belajar otodidak dan baca buku2 investasi?

    thanx artikel2nya banyak membantu tugas kuliah ^_^

  10. Surya berkata:

    Ma kasih infonya mas Bahar, saya banyak belajar dari artikel2x di sini.

  11. sutanto berkata:

    saya sedang berencana ikut workshop (bukan seminar loh. Seminarnya gratis. Workshopnya adalah yang bayar.) Hari Suwanda (Lumen Capital) atau Mega Options. Berhubung sangat mahal, saya ingin tanya2 dulu. apakah ada yang sudah ikutan workshop (bukan seminar)mereka? Apakah bapak/ibu yang sudah ikut merasa worthed ikutan workshop? Terimakasih sebelumnya.

  12. Brains berkata:

    Anda menjelaskan hedge dan arbitrage sangat lugas dan gampang dimengerti. Tolong jelaskan dong mengenai underlying assets yang mudah untuk dimengerti juga.

    Jelaskan dong mengenai teks berikut ini,

    If the put buyer exercises, the put seller must buy the underlying stock and assume all of the related risks.

    Saya tidak mengerti bedanya buy the underlying stock dan buy the stock. Apa hubungan underlying stock dengan stock?

    Kedua, dalam beberapa tulisan dikatakan bahwa penggunaan kata share dan stock bisa saling menggantikan. Tapi pada tulisan yang sama ada kata “share of stock” artinya apa ya?

    Ketiga, menurut ulasan pada CBOE dikatakan bahwa 60% options tidak diexercise tetapi di trade out.

    Contoh dalam teks berikut,

    Most options are never exercised; holders choose to take their profits simply by trading out of the options.

    Kenapa tidak di exercise dan apa artinya di trade out?

  13. ihedge berkata:

    underlying assets adalah istilah yang dipakai untuk aset yang dipergunakan dalam menentukan pay-off sebuah kontrak derivatif.

    Contohnya dalam call options, pay-off saat jatuh tempo adalah nol atau selisih antara harga aset dengan strike price. Dalam kasus ini, underlying asset-nya ya share itu sendiri.

    Untuk kontrak derivatif yang lebih rumit, underlying assetsnya bisa terdiri dari beberapa aset, ataupun kontrak derivatif lainnya.

    “If the put buyer exercises, the put seller must buy the underlying stock and assume all of the related risks.”

    => maksudnya penjual put options harus membeli stock dengan harga strike price (yang lebih mahal daripada harga sekarang) dari put buyer. Karena sekarang put seller memiliki aset, maka dia mendapatkan semua resiko karena memiliki aset tersebut: misalnya harga terus turun.

    “Most options are never exercised; holders choose to take their profits simply by trading out of the options.”

    => Maksudnya, pembeli options memilih untuk tidak meng-exercise options yang dia miliki ketika saham bergerak searah dengan options-nya, tetapi menjualnya options dia kepada pihak lain dengan harga yang lebih mahal. Dengan cara itu, dia telah mengambil keuntungan dia dan tidak lagi memiliki options.

    Kenapa tidak di exercise? Karena options memiliki nilai “time premium” yang akan sirna jika options itu exercised. Nilai time premium tsb tidak akan sirna kalau dijual ke orang lain.

  14. Rakhma berkata:

    bagus skali ilustrasi tentang hedging tempo dulu : ngijon.mau tanya donk,, klo hedging yang syariah seperti apa ya?? thanks before ^^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s