Jadi kita sudah jago bermain saham?

Misalkan bulan lalu kita untung 20% dari modal, atau lebih (dan tanpa leverage). Mungkin kita bisa merasa hebat dan sudah menguasai pasar atau mungkin malah merasa beruntung. Yang bisa dikatakan tanpa ragu-ragu adalah untuk bulan lalu, selamat kita sudah berhasil menambah modal 20%. Titik.

Jadi, kita memang sudah punya skills atau cuma beruntung? Bisakah kita mengulangnya di masa depan?

Di sinilah pentingnya evaluasi apa yang telah terjadi dalam sejarah trading kita. Apa yang bisa dievaluasi? Sebelum bertanya seperti itu, kita bertanya dulu skills apa yang bisa membantu kita dalam trading?

Menurut saya, skils itu bisa dikategorikan menjadi 3 bagian:

  1. Selection skills. Kemampuan untuk mencari aset-aset (dalam konteks ini saham-saham) yang kemungkinan akan bergerak lebih besar dari aset-aset lainnya. Kenapa kita harus memilih? Karena kita cuma punya 24 jam sehari 7 hari seminggu. Tidak mungkin kita bisa menganalisa lebih mendalam semua saham yang ada. Dan lagi, sebagian besar saham sering tidur.
  2. Timing skills. Dari aset-aset yang sudah terseleksi, saham mana yang mesti dibeli dan dijual sekarang? Buat meningkatkan return, tentu kita taruh posisi di aset-aset yang akan bergerak sesegera mungkin.
  3. Sizing skills. Kemampuan untuk secara optimal menentukan berapa rupiah yang harus ditaruh di setiap saham yang akan dimasuki. Skills ini sangat penting tapi sering dilupakan.

Pertanyaan selanjutnya: Bagaimana kita menganalisa secara objektif kemampuan kita di ketiga bidang tersebut terlepas dari strategi/cara apa yang kita pakai (mau pakai TA, FA, SA, rumor, atau melihat rembulan😉 )?

Patut dipikirkan. Kalau ada yang punya masukan silakan taruh komentar di sini. Kalau ada kesempatan mungkin kita bahas lebih lanjut.

Pos ini dipublikasikan di EVALUASI. Tandai permalink.

13 Balasan ke Jadi kita sudah jago bermain saham?

  1. few berkata:

    Klo boleh tau, bung bahar maen di pasar mana? pake leverage yg gmn? margin ato derivative? strategi yg sering dipake (neutral market, speculative). Short selling ? Klo misalnya dlm sebulan bs profit sampe 20 % tanpa leverage, apa benar klo saya berasumsi klo saham tersebut termasuk growth stock, means riding the market? kriteria apa aja yg dipake dlm memilih stock? Broker yg dipake, Local Spore ato overseas?
    hehe, sori kebanyakan nanya
    thx bgt

  2. Bahar berkata:

    bung few, saya kemarin lupa menebalkan kata pertama yaitu misalkan.. Jadi angka itu saya taruh hanya sebagai ilustrasi.

    kami main di developed markets: US, Europe, Japan, HK.

    strategi: ini agak sensitif, so gak bisa dikonsumsi publik di sini. yang jelas kita bisa long dan short. Kadang-kadang market neutral kadang-kadang nggak, sesuai kebutuhan.

    kriteria yang dipakai: ini lebih sensitif lagi. maap gak bisa ditulis di sini.

    broker: kita pakai overseas prime broker, maap gak bisa ditaruh sini juga.

  3. Hardono Arifanto berkata:

    heheheh… wah .. masak semua jurus sakti dibeberkan, entar semua orang bisa pinter maen stocks deh. (^_^)v

    Maklum mas Few, kita disini pada terikat ama NDA (Non Disclosure Aggreement)

  4. Hardono Arifanto berkata:

    OOT: sigh.. dari dulu yang namanya Agreement itu G-nya cuman satu. *Slapping my own head*

  5. perdana12 berkata:

    Pada dasarnya kalau market bullish sebagian besar dapat gain, begitu juga sebaliknya (namanya market gain atau loss). Namun tidak semuanya. Jika gainya lebih dari market gain, namanya trading gain. Dapat gain 20% memang hebat, tp market lg bullish atau bearish?. Strategi memang penting namun lebih esensial kalau memiliki superior information (private lagi). Kriteria trading disesuaikan dgn strategi. Lalu dinilai melalui sharpe ratio segala. Namun Akhirnya yang jago di market adalah orang bijak walaupun gak pinter2 amat…ha..ha

  6. Bahar berkata:

    ha ha… setuju. Orang yang pinter belum tentu jago di pasar.😀

    Dapat gain 20% memang hebat, tp market lg bullish atau bearish?

    Salah satu alasan mengapa saya angkat isu ini juga karena pertanyaan yang di atas ini.🙂

  7. Aji berkata:

    Salam kenal Bung Bahar,
    Tidak sengaja saya nemuin blog yang bagus ini, kebetulan saya memang lagi belajar otodidak tentang investasi. Strategi yang saya pake sih bukan yang rumit-rumit pak.. Sekedar sharing, sebelum main sendiri di saham, saya banyak belajar dari investasi reksadana indeks saham (JII). Cuman modal 1 juta perak, saya bisa banyak bertanya ke manajer inestasi bagaimana cara mengelola sebuah reksadana saham. Setelah itu, saya coba bikin portfolio yg terdiri dari 4 saham (campuran dari 2 saham unggulan dan 2 saham layar kedua). Cara milih sahamnya sih pake nalar sehat aja pak, sektor energi, komoditas dan export-related industries mungkin punya prospek bagus in the long term. Kemudian saya run optimasi (mean-variance) untuk mencari alokasi dana yang optimal untuk masing2 saham tsb. Setelah itu saya coba invest dengan guidance dari hasil optimisasi tsb. Kalo pasar bullish, saya overweight saham yang more-risky dan sebaliknya kalau pasar udah stagnan atau bearish, saya ubah strategi ke netral atau overweight ke less-risky saham atau sekalian diamankan ke cash. So far, hasilnya cukup lumayan pak… Mohon masukan nih dari Bung Bahar untuk improving knowledge. Oh ya, style saya dalam saham sih bukan trading tapi long-term pak. Terima kasih sebelumnya.
    Salam,
    aji

  8. ihedge berkata:

    @Aji: kalau mau main jangka panjang, saya rasa Aji sudah dijalur yang cukup bagus. Lanjutkan saja seperti itu.

    Optimisasi dengan mean variance memiliki masalah tersendiri. Terutama, alokasi akan terlalu ekstrim ke aset dengan perkiraan return yang paling tinggi. Jadi, hasil alokasi sangat sensitif.

  9. Aji berkata:

    Thanks Bahar atas masukannya.
    Iya sih, pas saya belajar ttg optimasi saya juga menyadari kelemahan dari optimasi itu berupa extreme allocation. Saya mencoba mengatasinya dengan me-run beberapa kali optimasi dengan teknik rolling data 2 tahunan (monthly data) dan hasil alokasi assetnya saya rata2. Dari hasil optimasi rolling data tsb, saya coba praktekkan alokasi riil dengan deviasi sekitar 25%. Hasilnya sih lumayan, minimal dengan konsep tersebut saya nggak perlu lagi capek2 monitor harga saham tiap hari dan yg terpenting making riil money..hehehe. Kebetulan saya dapat ilmu tersebut dari hasil magang di Reserve Bank Australia. Dengan teknik yang sama, RBA bertahan dengan alokasi currency dan asset 45%US, 45%EUR dan 10%JPY. Deviasi yg mereka ijinkan cuman 1%.
    Sukses buat Bahar di dunia Hedge Fund.

  10. Sugiarto Sumas berkata:

    Untuk Mas Aji;
    Benar kata orang bijak: saya mendengar saya lupa, saya melihat saya ingat, saya kerjakan saya mengerti. Nah, karena 2 tahap pertama sedang saya lalui untuk memahami pasar modal, maka apakah ada saran agar saya dapat mulai berpraktek, dan dimulai dengan modal berapa yaa ?. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas saran Mas Aji.

  11. Aji berkata:

    Buat Mas Sugiarto Sumas, kalau mau diskusi bisa kirim email ke saya di agjie@yahoo.com

  12. bintari berkata:

    Salam kenal tuk semua…
    membaca tulisan2 di situs ini sangat menarik sekali. Kebetulan saya ingin menulis tesis tentang perilaku investor individual dalam bursa saham… mungkin ada yang punya literatur atau artikel tentang hal tersebut bisa di imil. tb4

  13. migoto berkata:

    HAllo Bung! Lam kenal….
    SAya Migoto tinggal di Cirebon
    Artikelnya bagus dan Dengan membaca artikel di sini sya jd tertarik untuk belajar tentang investasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s