Uang sebesar ini diapakan? [Updated]

Kalau Anda punya sisa uang:

  1. Rp 10rb => Buat jajan saja,
  2. Rp 100rb => Belanjakan saja,
  3. Rp 1jt => Tambahkan ke tabungan,
  4. Rp 10jt => Belilah Reksadana,
  5. Rp 100jt => Belilah beberapa saham unggulan. Tidak perlu cek perkembangan harganya setiap hari. Teruskan aktivitas Anda yang lain,
  6. Rp 1M => Belilah saham-saham yang lebih bervariasi. Taruhlah sebagian dana untuk membeli SUN, properti, dll.
  7. Rp 10M => Belilah saham-saham dari berbagai pasar di seluruh dunia. Dunia hedge fund mulai membuka pintu untuk Anda.
  8. Rp 100M => Seperti di atas + bangunlah pabrik di Indonesia!,
  9. > Rp 1T => Seperti di atas + Bangunlah pabrik-pabrik di berbagai negara.

Jangan protes dulu:

  • “Rp 100rb juga udah bisa buat nabung”. Iya, Rp 100rb dah bisa buat mulai nabung.
  • “Buat pabrik kan tergantung dari pabrik apa yang akan dibangun! Saya mendirikan usaha genteng cukup Rp 50 juta kok!”. Iya.
  • “Saya bermodal 10 juta sudah bermain saham dan selama ini untung terus kok!”. Iya, bagus! Artikel di sini buat kita-kita yang tidak merasa bisa membeli saham yang akan selalu naik terus.
  • “Kok nggak disebutkan valas, derivatives, properti, dan aset-aset lainnya?” Biar simpel saja. Setelah melewati batas no 5 atau 6, sudah bisa membeli aset-aset ini.
  • “Angka-angka yang dicantumkan terkesan asal-asalan.”. Iya, benar. Ini tidak berdasarkan riset ilmiah. Angkanya asal, tapi urutan besarannya tidak.
  • “Saya tidak suka berinvestasi di aset finansial. Saya lebih suka berinvestasi langsung dengan membuka usaha”. Bagus bos! Di sini, kita mencoba untuk tidak menutup mata terhadap kemungkinan berinvestasi di sektor finansial juga.

Apa yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita menggunakan sisa uang kita tergantung dari seberapa besar dana itu! “Itu sih common sense!”. Seharusnya seperti itu. Tapi kadang-kadang kita tidak selalu berpikir seperti itu.

Apa pertimbangan dari “rekomendasi” di atas? Ada 5 hal utama:

  1. Biaya transaksi. Semakin kecil dana yang diinvestasikan, semakin besar biaya transaksi suatu investasi jika dilihat sebagai persentase dana. Biaya transaksi di sini bukan hanya dalam bentuk fee yang dibayarkan, tapi juga dalam bentuk waktu terbuang, biaya untuk meneliti kelayakan investasi, dsb.
  2. Variasi peluang investasi. Semakin besar dana, semakin bervariasi peluang investasi yang terbuka.
  3. Kapasitas sumber investasi untuk memberi imbal hasil. Semakin besar dana yang ditaruh, semakin kecil peluang keuntungan yang bisa diambil (margin usaha kalau dilihat dari sektor riil / atau market inefficiency kalau dilihat dari pasar modal ) dari investasi tersebut. Contoh sektor riil: kalau buka 1 warnet untung Rp 1 juta di daerah A, membuka 10 warnet kemungkinan besar tidak bisa untung Rp 10 juta di daerah A. Contoh pasar modal: semakin banyak orang yang menggunakan strategi yang sama, maka kemungkinan keuntungan dari strategi itu akan berkurang.
  4. Diversifikasi. Semakin besar dana, semakin logis untuk berdiversifikasi (karena poin 3). Kalau dananya kecil, diversifikasi kurang logis bila proses pemecahan dana mengakibatkan berkurangnya kesempatan investasi yang ada (lihat poin 2).
  5. Kapasitas kita untuk bisa bertahan. Dalam berinvestasi, sebagaimanapun hebatnya Anda, akan ada masa-masa dimana kita kurang beruntung. Jika kantongnya tebal, kita akan bisa melewati masa-masa sulit itu. Selain besarnya dana, kemampuan untuk bertahan juga bergantung seberapa bijak kita dalam mengatur berbagai posisi investasi kita. Bagi yang tertarik, silakan mencari artikel tentang probability of ruin.

Kita lihat kembali:

  1. Rp 10rb => Sulit untuk mencari investasi dengan biaya transaksi yang kecil untuk uang sebesar ini. Misalnya Anda ingin menabung, untuk pergi ke Bank saja butuh bensin yang kalau dihitung dari segi persentase akan cukup signifikan. Lebih baik buat beli Bakso di sekitar Anda.
  2. Rp 100rb => Biaya transaksi masih relatif besar. Lebih baik dikonsumsi saja.
  3. Rp 1jt => Mulailah untuk menaruh di bank. Resiko kecil, bunga kecil, tapi aman. Tujuannya hanya untuk mengumpulkan modal.
  4. Rp 10jt => Belilah Dana Reksa Campuran dari manajer investasi terpercaya dengan biaya yang murah dan transparan. Kenapa reksa dana? Karena reksa dana memungkinkan kita untuk berpartisipasi terhadap naiknya harga-harga saham secara keseluruhan. Kenapa tidak langsung beli sahamnya? Kalau Anda belum begitu kenal dengan pasar saham, dengan uang sebesar itu, kemungkinan besar Anda hanya akan bisa membeli saham dari segelintir perusahaan saja. Dengan mengambil posisi di segenlintir saham yang Anda tidak begitu pahami, Anda mengambil company specific risks. Kemungkin terjadinya skandal atau bangkrutnya suatu perusahaan tidaklah kecil. Kalau ternyata saham yang Anda beli merupakan saham dari perusahaan yang akan bangkrut, maka efeknya ke dalam keseluruhan dana Anda akan terasa sekali. Apa nilai tambah reksadana yang dikelola oleh seorang manajer yang bagus dengan biaya yang murah dan posisi transparan? Nilai tambah reksadana yang paling utama, menurut saya, adalah memungkinkan Anda untuk meminimalisir company specific risks dengan biaya yang murah. Kenapa bisa begitu? Karena reksa dana mengumpulkan dana dari berbagai nasabah yang kalau dijumlah totalnya besar dan bisa disebar ke berbagai saham. Dengan dana yang besar, seorang manager yang bagus harusnya bisa menawar ke broker untuk menurunkan biaya jual beli saham. Penurunan biaya ini seharusnya juga terasa ke nasabah.
  5. Rp 100jt => Dengan uang sebesar ini, Anda sudah bisa membeli beberapa saham unggulan. Biaya transaksi saham juga menjadi tidak terlalu signifikan dari segi persentase. Broker memberikan biaya transaksi yang lebih murah kalau jumlah saham yang diperjualbelikan besar. Anda tidak perlu mengecek perkembangan harga saham-saham yang Anda beli setiap hari. Teruskan aktivitas Anda yang lain.
  6. Rp 1M => Dengan dana sebesar ini, Anda sudah bisa merambah pasar-pasar aset lain, seperti surat hutang negara, properti, dll.
  7. Rp 10M => Saatnya bagi Anda untuk membeli aset-aset dari pasar di seluruh dunia. Saatnya menggunakan resources untuk tidak membatasi investasi Anda di Indonesia. Membatasi lingkup investasi sama saja mengebirikan kemampuan kita. Banyak kesempatan lain di negara-negara maju ataupun berkembanga di seluruh dunia. Dengan uang sebesar itu, berlangganan Bloomberg, dan media research lainnya menjadi tidak terlalu signifikan.
  8. Rp 100M => Selain aset-aset finansial, saatnya mengalokasikan dana untuk mengembangkan sektor riil. Bangunlah pabrik di Indonesia! Bangunlah pabrik untuk membantu sektor riil kita.😀
  9. > Rp 1T => Bangun pabrik-pabrik di berbagai negara. Ternyata negara lain bisa membuat sepatu dengan harga lebih murah. Kenapa nggak buka pabrik sepatu di sana saja? Dengan dana sebesar ini, biaya untuk melakukan riset kelayakan usaha di negara lain menjadi tidak terlalu besar.

Sekarang silakan protes.

Pos ini dipublikasikan di MONEY MNGT. Tandai permalink.

32 Balasan ke Uang sebesar ini diapakan? [Updated]

  1. randi berkata:

    saham2 unggulan = dari company yg blue chips . Blue Chip itu sendiri apa? Apakah selalu saham unggulan dari company blue chip? tadi pagi baca koran tempo, katanya harga saham ASII berpeluang jadi 21.000 /lembar dari Rp16.000++, dan kayaknya itu perusahaan otomotif bukan blue chip? . Saya sendiri sih ngga maen saham, karena baru bisa nabung doang ^_^ . Ortu mungkin bisa tapi aneh-nya setiap saya cuap-cuap tentang hal ini selalu dibantah akan risiko-risiko dan risiko *semangat yg tidak didukung*.

  2. papabonbon berkata:

    wah, kayaknya judul postingannya menyambut masalah layer layer investasi kemarin yah …

  3. arul berkata:

    wah perencanaan berbasis uang…🙂

  4. priyadi berkata:

    100 ribu masih bisa buat setor reksadana indonesia. terus karena biaya administrasi reksadana dalam persen, bukan fixed, jadinya gak rugi juga.

    tapi resikonya memang tetap ada sih, yaitu dijutekin agen reksadananya.

  5. herryvirgo berkata:

    100 rbu kan kecil jadi yang ngurusin dapet nya cuma capek doang ga ada hasil nya kalo 1oo jt kan agen nya bisa dpt untung gede jga dan kalo di kaburin kan ga rugi2 amat gtu lo mksd nya

  6. Bahar berkata:

    @papabonbon: maksudnya yg di blog Anjar itu? Sedikit terpengaruh sih, tapi nggak sepenuhnya.
    @bung priyadi: biaya transaksi yang saya maksud bukan hanya dilihat dari fee yang kita bayar, tetapi lebih luas lagi. Ini termasuk biaya untuk riset tentang kelayakan investasi tersebut (kenapa aset ini, kenapa manageri ini, dsb), waktu yang terbuang dan bisa digunakan untuk hal lain yang lebih produktif.
    @herry: yup. u got it right.🙂
    @All: Artikelnya saya ubah dan tambah supaya lebih jelas.
    “Jangan mudah memberikan dana Anda kepada orang yang gencar – gencarnya mencari dana untuk investasi. Sehingga uang Rp 100rb pun boleh masuk. Manajer yang kualitasnya bagus, biasanya malah dicari klien dan tak perlu gencar berpromosi dan potong harga. Tahukah Anda bahwa beberapa top hedge funds menolak masuknya dana baru?

  7. Bahar berkata:

    @randi: istiliah blue chips biasanya dipakai untuk menengarai perusahaan publik yang sudah mapan. Ciri-cirinya antara lain:
    1. berkapitalisasi besar (jumlah saham dikalikan dengan harga saham nilainya besar)
    2. sering membayar dividen dengan teratur
    3. menjadi anggota index-index utama. Kalau di Jakarta, mungkin masuk index LQ45. Kalau di US mungkin masuk SP500.
    4. tidak memiliki utang yang signifikan.
    Perusahaan blue chip bisa berasal dari industri apa saja. Menurut saya, ASII termasuk perusahaan blue chip di Jakarta yang berasal dari sector otomotif.

  8. edratna berkata:

    Bahar,

    Ngomong2, kalau untuk beli reksadana, tak harus melalui manajer investasi, bisa datang langsung di bank…apalagi kalau masih Rp.10 juta…rasanya malah lebih aman di tabungan aja….hehehe, dasar konservatif.

    Tapi benar juga, teman2 sudah mulai banyak menggunakan manajer investasi, tapi mainnya di atas Rp.75 juta…..saya masih mikir2 untuk ikutan…karena investasi saya hanya di deposito rupiah dan valas (sekarang bunganya terlalu sedikit…jadi bukan investasi, tapi hanya agar uangnya nggak dipake keperluan yang aneh2).

  9. andri berkata:

    Bos Bahar, utk yg diatas seratus juta kan sarannya belilah saham2 unggulan. Jika kita beli saham2 tersebut, secara umum seberapa besar return yang kita peroleh untuk setahun?

    Karena sarannya tidak usah mengikuti perkembangan harga saham tersebut setiap hari, kira2 diceknya berapa hari sekali, seminggu-kah, sebulan-kah?

    terima kasih untuk saran2nya dan terima kasih juga untuk blog ini yang sangat berguna buat orang yang buta soal dunia keuangan seperti saya.

  10. randi berkata:

    wah, Makasih atas jawabannya *dijawab dengan gratis*,🙂

    saya add link di tempat saya.
    soalnya di google.co.id kalo ketik ihedge sekarang udah ranking 3 bukan ranking 1 seperti kemarin.

  11. Bahar berkata:

    @ Bu Endratna, kalau saya yang mau investasi di reksadana tersebut, nggak cukup cuma dari mendengar penjelasan dari sales bank. Paling tidak kita tahu siapa manager reksa dana tersebut dan tahu track recordnya sehingga dia layak menjadi tempat untuk menaruh dana kita.
    Kalau ditaruh deposito memang sedikit bunganya. Kalau bermain saham, ya siap2 untuk bermain roller coaster.😀 Tapi kalau tujuannya untuk jangka panjang, nggak perlu takut dengan roller coaster itu.
    @Andri. Kalau secara umum, pasar saham di emerging market seperti Indonesia, memberikan return yang sangat bervariasi tergantung masa-nya. Tapi kalau dilihat dalam jangka panjang sekali (> 10 tahun masa investasi), pasar saham emerging market rata-rata memberikan return 10%-20% per tahun (semua saham). Itu rata-rata loh, angka per tahunnya sendiri bisa -30% atau kurang sampai +60% atau lebih tergantung kondusif atau nggak nya pasar di masa itu. Mulai tahun 2003, IHSG memberi return per tahun rata-rata +60%an. Tapi saya ragu apakah angka ini akan bisa diulang untuk beberapa tahun mendatang.
    Asalkan Anda membeli saham-saham unggulan, tidak perlu dicek terlalu sering. Lebih baik fokus ke kerjaan yang lain, kecuali kalau mau full time investing. Jika Bung Andri berinvestasi di saham-saham LQ45 secara langsung dan didiamin terus sampai bertahun-tahun (di ubah hanya kalau komposisi LQ45 juga berubah), saya yakin rata-rata return yang akan didapat tidak akan kalah dengan return dari berbagai reksa dana yang ada. Saya yakin akan banyak reksa dana yang hasilnya lebih jelek dari metode paling simpel ini.

  12. irham faza berkata:

    saya di malang pernah genjar sebuah sekuritas turunin marketing nya….gedungnya emang keren di lokasi yang premium,sepertinya itu jg jadi pertimbangan orang unt naruh dananya..terus sekarang sudah tutup…kalu kejadiian spt itu kantor tutup..dana kita hilang?…apa kah bisa masuk kategori kejahatan?
    makasih…

  13. Fadli berkata:

    Protessss !

    Rp 10rb => Buat jajan saja,

    jalan putih : beliin snack, jual didepan SD. Lakukan berulangkali sampai kali ke 100. Dijamin berkembang.

    jalan hitam : beliin nomor togel, ada kemungkinan bakal beranakpinak jadi sepuluh kali lipat.

    jalan moderat : 5000 beliin batagor, 5000 beliin deterjen yang ada undiannya😀

  14. irham faza berkata:

    buat mas fadli…mas kalu idenya sy ambil bayar consultant fee nggak …he he..ide nya bagus..

  15. Bahar berkata:

    @irham: dengan informasi disampaikan, saya nggak bisa menilai apakah kejahatan atau nggak. kalau total dananya hilang, kemungkinan sih penipuan. seorang fund manajer punya kewajiban, paling nggak secara moral, untuk meng-update status fund-nya kepada nasabah secara periodik atau bila hal-hal luar biasa terjadi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. makanya sebelum mempercayakan dana kita kepada seorang manager, harus berhati-hati sekali. jangan termakan oleh iming-iming return yang terlalu bagus dan marketing yang agresif.

    @fadli: hehehe… benar juga! makanya boleh protes.😉

  16. Albert berkata:

    kalau aku utk investasi di blue chips. mending simpan di blue chips yang sedang trend naik. (berdasar grafik).
    Jadi selain aman … jangka panjang naik … naiknya lebih dari ihsg.😀

  17. ihedge berkata:

    Betul Albert😀

    Methode itu 1 tingkat lebih kompleks dari pada cuma beli dan didiamkan saja, karena harus mengikuti perkembangan grafiknya.

  18. Bambang T berkata:

    Lah kalo seperti saya yg sudah punya 27 Trilyun bagaimana?

  19. barkah berkata:

    Modal 10 jt sudah bisa online trading saham tuh, tp memang gak worthed dgn effort-nya.
    Dengan 25 juta juga sudah bisa buka Multi Investment Account di perusahaan sekuritas pelat merah.

  20. ihedge berkata:

    @Bambang: disedekahkan saja Pak! (Yang terakhir kan ada tanda lebih besarnya😉 )

  21. sayasaja berkata:

    Begitu to maksudnya level-level itu, Mas Bahar.
    Menurut saya boleh sih kita mulai nabung dari 100 rb (sy ga tahu masuk investasi apa gak).
    Dan memang benar kalo uang cuman rp 50 jt terus udah main derivatif ya begitu posisi jelek kt ga bisa nahan posisi.
    So jgn tergiur sm keuntungan yg ga rasional deh…apalagi duitnya hasil jual mobil tua, mau buat uang muka mobil baru eh malah jd lenyap.

  22. Arya Hidayat berkata:

    Rp 10M => Saatnya bagi Anda untuk membeli aset-aset dari pasar di seluruh dunia. Saatnya menggunakan resources untuk tidak membatasi investasi Anda di Indonesia.

    …. Tapi masih tetap dalam asset finansial ya mas Bahar? atau juga termasuk ekspor – impor dari cina? sekarang impor barang dari cina lagi marak, pakaian anak-anak, pakaian dalam, mainan anak-anak, macam-macamlah, sayangnya impor dari cina denger2 akan diperketat😦

    Dengan uang sebesar itu, berlangganan Bloomberg, dan media research lainnya menjadi tidak terlalu signifikan.

    …boleh saya tahu media research apa saja yang mas Bahar recommended utk dibaca, berkaitan dengan worldwide investment ??

    Dunia hedge fund mulai membuka pintu untuk Anda.

    …..hedge fund?? kmaren waktu ke kinokuniya sgp banyak buku -buku ttg hedge fund, ada yg perlu dibaca ga Bahar ??

    ……terus maslah keamanan dana, apa yang bisa bikin kita yakin bahwa invest di hedge fund itu aman ?? maklum… di Indonesia baru-baru ini ada investasi dr luar negeri, Amerika, yg setelah beropersai puluhan tahun, tau -tau kabur gak jelas kemana manajer investasinya

    ……terus masalah return ?? base on performance berapa return setahun hedge fund biasanya yg Bahar tahu??

    ……reksadana saham di Indonesia (saya contohkan Schroder Dana Prestasi Plus) bisa jadi 2 kali lipat dalam 3 tahun, 2004-2007

    thank’s lho…🙂

  23. ihedge berkata:

    angka2 itu saya buat tanpa dasar yang kuat. Tingkat2annya yang lebih penting. Poin utama yang ingin saya sampaikan adalah bahwa jumlah modal harus menjadi pertimbangan yang pengting dalam memilih jenis investasi yang akan diambil.

    menurut saya pribadi, investasi gak harus di aset finansial. Kalau bung Arya memang memiliki peluang bisnis dan memang telah dengan cermat melihat peluang, resiko dari peluang tsb, dan kaitannya dengan resiko aset2 lain yang telah dimiliki maka ambil saja.

    untuk media research, itu sangat tergantung sekali dari style invesment kita masing2. Jadi, menurut saya, kenali dulu style masing2.

    Buat sebagian fund manager, Bloomberg adalah media vital untuk mengakses data dan berita. Sebagai alternatif Bloomberg, bisa juga memakai Reuters. Di kedua media ini, hampir semua data finansial ada di sana. Yg menjadi isu adalah mengetahui informasi mana yang relevan dan mana yang tidak buat style kita.

    Buat sebagian fund manager lain, service semacam Bloomberg malah tidak perlu. Mereka adalah tipe orang2 yang memilih untuk melakukan riset dengan cara-cara mereka sendiri. Informasi yg mereka ambil juga bukan dari sumber2 konvensional.

    …..hedge fund?? kmaren waktu ke kinokuniya sgp banyak buku -buku ttg hedge fund, ada yg perlu dibaca ga Bahar ??

    Kalau belum familiar dgn hedge fund, gak rugi buat membaca. Saya gak bisa rekomendasikan buku mana yg mesti dibaca.

    ……terus maslah keamanan dana, apa yang bisa bikin kita yakin bahwa invest di hedge fund itu aman ??

    Hedge fund, dari sejarahnya, lebih merupakan bisnis berdasarkan kepercayaan. Investor percaya pada fund manager. Itulah mengapa tidak banyak regulasi di industri hedge fund. Tapi minimnya regulasi ini yang membuat hedge fund tumbuh pesat. Saran saya, cari tahulah sebanyak2nya tentang fund manager dari hedge fund yg akan kita investasikan. Beberapa hedge funds ambruk, seperti halnya beberapa usaha di suatu industri juga ambruk. Do your due dilligence. Jangan berinvestasi di hedge fund seperti akan membeli retail fund seperti dana reksa. Hedge fund yg bagus, biasanya tidak mencari2 klien. Mereka dicari klien dan kadang2 menutup pintu buat klien baru. Hati2 terhadap orang2 yang dengan agresif menawarkan produk2 investasi. So, cari tahu tentang fund manager, datanglah ke dia. Note: belum tentu mereka mau menerima uang kita!

    ……terus masalah return ?? base on performance berapa return setahun hedge fund biasanya yg Bahar tahu??

    Baca di apa-itu-hedge-funds komentar paling bawah.

    ……reksadana saham di Indonesia (saya contohkan Schroder Dana Prestasi Plus) bisa jadi 2 kali lipat dalam 3 tahun, 2004-2007

    Kita harus melihat kedua sisi, return & resiko. Walaupun naik berlipat2, resiko turun juga besar.

  24. Owen berkata:

    Kak Bahar…
    Saya sangat tertarik baca2 blog-nya kak Bahar…
    Sangat menambah informasi dan ilmu pengetahuan..

    Begini, saya seorang mahasiswa semester 1…
    Dan kebetulan saya di pinjamkan uang oleh Ayah sebesar 35 juta…

    Saya telah pergunakan 26 juta untuk investasi di 3 jenis saham (tp bukan blue chip dan jg bukan gorengan)…
    500 ribu saya gunakan untuk investasi dinar irak…

    Nah saya bingung dengan sisa uang kurang lebih 8 juta-nya mau diapakan…
    Kak Bahar ada saran mungkin?apakah diinvestasikan di reksa dana atau ORI, dll??

    Oh ya Kak Bahar bahas donk tentang investasi dalam bentuk dinar irak..Kan lagi marak2nya tuh…

    Trims ya sebelumnya kak bahar…

  25. Teddy Halim berkata:

    Investasi usaha pabrik, sektor riel..hmm sayang sekali iklimnya amat tidak menunjang untuk itu.
    Sebagian biaya adalah utk biaya ekonomi tinggi akibat sikap ingin cepat kaya dari para pihak.

  26. PAM PAM berkata:

    Om Bahar, saya orang baru…, kalo 10 juta kan lumayan buat belajar main saham, supaya pas ada duit 100 juta ga kaget kalo rugi, targetnya dalam 1 tahun harus ada return 100 % dari modal (10 jt dapat 10 juta jadi total = 20 juta) he3, boleh dicoba…???

  27. Lukman berkata:

    mas….saya mau minta saran nih….sekarang minyak naik…mungkin bisa nyampe 100usd per barrel…nah yang paling bagus nyimpen duit dma?dollar, euro, emas atau rupiah…?atau ada yang lain…????

  28. anwar berkata:

    Kalo 50 juta gimana Boss..aku sih masih naruh di deposito, tapi kayanya tidak menghasilkan hasil yang signifikan. Tapi paling cuma buat setaon karena mo dopake buat merried. Ada saran Pak?

  29. ihedge berkata:

    @Lukman: Kalau saya dikasih pilihan dollar, rupiah, emas, euro – maka prioritas saya adalah emas, euro, rupiah, dan terakhir dollar.

    @anwar: duwit itu kan bakalan buat merried, jadi kamu gak boleh invest di tempat yang terlalu beresiko bila belum paham benar. Kalau ntar rugi, gak jadi merried donk. Hehehe…

    Saran saya kalau Anda tidak aktif di pasar modal, sebagian besar (60% maybe) masih harus ditaruh di deposito. Dengan dana 30jt, Anda bisa dapat bunga 6-7% selama 1 tahun. Prioritas sekarang adalah biar ada dana buat pas merit nanti.

    Sebagian lagi (20% maybe) kalau mau bisa dibelikan beberapa reksadana pendapatan tetap untuk mendapatkan return yang lebih baik.

    Sisanya lagi (20%), bisa dipakai buat membeli saham2 unggulan di BEJ. Biarkan saja, gak perlu diotak-atik.

    Seandainya di Jakarta sudah ada yang menjual Index ETF (Exchange Traded Fund), akan saya sarankan untuk membelinya. Sayangnya sepertinya belum ada.

  30. Ricardo berkata:

    Forum ini lumayan sehat saya lihat…
    Mau nibrung nih..

    Saya mau beri informasi nih, tidak maksa…hehehe

    Ini dari hasil pengalaman dan penderitaan dan perjuangan dan BRAVO…. ( bingung ya)

    Soal investasi sudah hampir semua saya jalani. Dari MLM,Saham,Option,Forex dst.

    Sering juga kita tertipu oleh diri sendiri(bingungkan maksudnya). Ya… Kita mudah percaya dengan tawaran yg menggiurkan.

    Hanya satu investasi yg aman (secara teori) yaitu surat utang negara (obligasi yang dikeluarkan negara – teorinya negara tidak mungkin bangkrut !!!! , tapi apakah itu BENAR… jawab sendiri deh).

    Saya sudah ludes puluhan ratusan juta dari iming2 dapat return tinggi? Tapi saya orang yg tidak mudah menyerah. Intinya jangan percayakan 100% investasi anda untuk di kelola orang lain. Banyak yang ngaku pakar.

    Saya tawarkan buat anda yg minat mengelola investasi sendiri (Layaknya anda simpan uang di BANK). Saya tidak menjanjikan return yang muluk2. Dgn strategi ini dgn sangat mudah mendapatkan 50% per tahun secara PASTI dgn Resiko yang Rendah (dana anda tidak mengalami penurunan), dan sangat berpotensi 100 – 200% per tahun.
    Bisa saja saya tawarkan 20% per bulan, tp saya tidak bisa katakan PASTI. Anda tinggal pilih, yg PASTI atau TIPAS (TIdak PASti).

    Syarat : Kelola dana anda sendiri, Min 20 juta, anda bisa internet dari RUMAH (Komputer Pribadi/bukan rame-rame) demi alasan keamanan transaksi anda, sediakan waktu 15 per hari memantau dari internet.

    Saya sarankan jadilah Manager Investasi buat diri anda sendiri. Mengendarai mobil sendiri lebih nyaman daripada di supiri oleh orang lain.

    Saya hanya menawarkan caranya, bukan menawarkan berinvestasi lewat saya.

    Anda tidak perlu seorang pakar keuangan untuk menjalankan system ini.Dalam waktu hanya 2 jam, strategi ini bisa saya ajarkan kepada Anda.Langsung bisa di aplikasikan. Ada sarana untuk latihan sebelum terjun secara Real.

    Maaf seribu maaf, informasi ini tidak GRATIS…., dan juga tidak MURAH.
    Ilmu itu mahal…jadi wajar toh ???

    GARANSI : Bayar setelah TERBUKTI.

    Saya juga menawarkan jadi partner anda (barang kali anda malas melakukan pemantauan). Maaf seribu maaf, hanya untuk kalangan terbatas (investasi > 1M). Semua rekening atas nama anda, saya hanya memantau saja.Dgn kata lain sebagai Advisor.

    Bisa Hubungi saya : ricardo@dnet.net.id

    Salam
    Ricardo
    Investment Advisor (Freelance).
    —————————————

    Khusus bung bahar … mohon maaf jika posting saya kurang berkenan sebagai pemilik web ini….

    • priyo sanyoto berkata:

      saya ada dana hanya Rp 25 jt,sedang saya masih punya tanggungan cicilan rumah setiap bulan Rp 3.5jt. saya belum punya usaha dirumah karena saya baru akan pulang dari Dubai. mohon saran dan pendapat anda untuk saya

  31. cerita humor berkata:

    mending dibuang aja…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s