Menanyakan manfaat Diversifikasi

Anda sering mendengar ungkapan seperti : “Jangan taruh telur-telur di satu keranjang.” Jika keranjang itu jatuh, maka semua telur akan pecah.

Dari contoh tersebut, diversifikasi (menyebar investasi kita ke berbagai aset) terlihat memiliki manfaat yang jelas. Kalau kita taruh telur-telur di berbagai keranjang, maka jika satu keranjang jatuh, paling tidak masih ada telur yang selamat. OK!

Dilihat dari segi yang lebih jeli, diversifikasi seharusnya tidak sesimpel menyebar dana kita ke berbagai aset. Markowitz adalah seorang pelopor dalam usaha untuk melihat diversifikasi secara lebih jeli. Tanpa membahas secara teknis, intinya Markowitz melihat bahwa dalam proses diversifikasi kita harus menyadari bahwa keranjang-keranjang yang tersedia itu berbeda-beda karakteristiknya. Manfaat diversifikasi akan terasa jelas bila keranjang tersebut jelas berbeda, atau lebih bagus lagi bila sumber resikonya berlawanan. Meskipun demikian, kerja Markowitz hanya merupakan bibit dari berbagai perbaikan yang muncul setelahnya.

Contoh simpel: Diversifikasi dengan membeli saham Exxon Mobil (penjual minyak) dan saham Shell (penjual minyak juga) akan kurang efektif dibanding misalnya membeli saham Exxon Mobil dan saham Google (internet). Bila, harga minyak jatuh, kemungkinan besar Exxon dan Shell akan sama-sama jatuh.

Salah satu hasil penting dari studi tentang manfaat diversifikasi adalah semakin berkurangnya tambahan manfaat diversifikasi bila aset yang dimasukan semakin banyak! Contoh:

  • 1 (aset baru) + (1 aset lama) =>  manfaat dari tambahan 1 aset baru sangat terasa.
  • 1 (aset baru) + (20 aset lama) => manfaat dari tambahan 1 aset baru sudah tidak begitu terasa.

Dari segi praktis, diversifikasi juga sulit tercapai bila dana yang ada sedikit.

Yang lebih penting, manfaat diversifikasi juga datang dengan kerugian tertentu yaitu mengikat kaki kita dari kemungkinan untuk memperoleh keuntungan yang besar dari winning trades.

Kalau Anda memang memang memiliki kemampuan, maka kerugian dari diversifikasi mungkin lebih besar dari keuntungannya. As Warren Buffet puts it: “Diversification is a tool for the fool.” But it was a valuable tool indeed.

Lebih jauh lagi, mungkin kita perlu berpikir lebih luas dari pada diversifikasi dari segi aset. Mungkin kita harus berpikir tentang diversifikasi dari segi strategi ataupun horizon investasi.

Pos ini dipublikasikan di FILOSOFI INVEST., MONEY MNGT. Tandai permalink.

14 Balasan ke Menanyakan manfaat Diversifikasi

  1. edratna berkata:

    Aduhh Bahar, saya kalau beli saham masih untuk investasi jangka pendek, jika harga naik…dijual. Itupun saham dari MSOP, jadi jelas dapat capital gain. Maklum, benar sih ulasannya, diversifikasi sulit tercapai jika dana yang ada sedikit.

    (Hmm rajin banget sih…hari Sabtu malah ngeblog…apa udah bosen keliling Singapura?)

  2. ihedge berkata:

    Hehehe… justru itu Bu, kalau hari kerja sekarang nggak sempat ngeblog. So, mumpung weekend dan waktu lebih renggang ya jadi nulis deh.
    Kadang-kadang bosen juga sih. Nanti sore ada pertunjukkan street theatre dari Jerman di sini sebagai penutupan Singapore Arts Festival. Mau nonton nih Bu.🙂
    Have a good weekend.

  3. ihedge berkata:

    Barusan baca artikel di The Jakarta Post yang isinya berkaitan dengan artikel di atas: Investment: Economics or Psychology

    Paling suka bagian awalnya:

    Take away the human element and there is no question that investment is all about economics. But bring into the equation human beings with all their emotions — greed, fear, elation, pride, depression or whatever — and you can throw economics out of the window.

  4. ihedge berkata:

    Hmm.. Bagian mana bro yang perlu dibahas?

    Penulis mengklaim bahwa

    ibu-ibu dari Jepang dan “hedge funds” (the usual scapegoat) membanjiri pasar NZ dollar dalam rangka mencari imbal balik yang lebih besar karena bunga bank di NZ jauh lebih tinggi dari pada di Jepang.
    Mereka melakukannya dengan menggunakan candle stick memalui pasar futures.

    Dengan adanya fenomena bertambahnya permintaan NZ dollar, memang NZ dollar akhir-akhirnya menguat. Bagi yang sudah masuk duluan akan mendapat 2 keuntungan: penguatan NZ dollar + bunga bank yang lebih tinggi.

    Bank sentral NZ mengintervensi untuk mengurangi laju kenaikan NZ dollar. Mungkin ini disebabkan oleh komplain dari kalangan eksporter (harga jual mereka di pasar internasional menjadi kurang kompetitif).

    Intervensi bank sentral akan efektif bila bank sentral cukup berdaya & respected. Bank Sentral NZ boleh dibilang berukuran kecil, sehingga aksi intervensinya mungkin tidak akan efektif dan malah merugikan sumber devisanya (contoh Thailand tahun 1997). Menurut saya sih, saat ini baru Bank Sentral AS, Uni Eropa, Jepang, dan mungkin China yang bisa mengintervensi pasar uang dengan efektif.

  5. budi berkata:

    nah dengan adanya kejadian seperti itu, apakah bisa juga terjadi di indonesia, mengingat bunga bank di indonesia berselisih cukup besar daripada di negara lain, apakah ini tidak menjadi target juga bagi para investor di luar indonesia? mohon pencerahan ya bahar;) thx bgt respon di atas.

  6. ihedge berkata:

    Apa bisa? Yo bisa saja. Cuman masalah kadar. Ada juga kok dana asing yang masuk ke Indonesia dengan tujuan mencari imbal hasil yg lebih besar dengan cara menaruhnya di SBI. Saat ini kadarnya, menurut saya, belum berbahaya. Dan intervensi bukanlah selalu jalan yang terbaik, karena BI itu kecil.

  7. Adi berkata:

    Mas Bahar…bahas “Modern portfolio theory” yg lain dunk di blog (CAPM, efficient frontier, etc), dan aplikasi nya di lapangan…fall ini saya ambil kelas Fin Mgmt, mau nge-les dulu sebelum terjun ke kelas…hehehe..thanks berat

  8. ihedge berkata:

    wah… kalau bahas theory kayak gitu mending baca textbook-nya aja mas Adi.😛

  9. vebrin berkata:

    mas…salam kenal yah..nama saya vebrin subandrio..saya anak baru dalam dunia investasi ini..maklum baru lu2s Sekolah Tinggi Akuntansi Negara..tau kan??
    dimana ya mas saya bisa mendapat informasi yang komplek mengenai dunia saham? karena saya seorang pemula yang sangat tertarik ingin berinvestasi..thanks.

  10. ihedge berkata:

    informasi yang kompleks tentang dunia saham?

    Hmm… mungkin mulailah dari membaca buku2 investing.

    Secara umum, ada 2 school of thoughts tentang bagaimana cara berinvestasi: satu berdasarkan fundamental analysis dan lainnya technical analysis. Kedua paham ini bisa digunakan untuk menentukan aset mana yang harus dibeli dan juga kapan mesti keluar dan masuk. Tulisan ini mungkin bisa membantu: Berbagai cara melihat pasar.

    Tapi ada satu hal lain yang tidak kalah penting, yaitu money management & portfolio management.

  11. abe berkata:

    artikelnya keren2 neh… salam kenal ye…

  12. gaga berkata:

    wah,,menarik sekali ulasan- mas bahar,,oiya mas bahar,,kalo market microstructure itu ngebahas tentang apa ya??dan kira2 kalo ide penelitian mengenai market microstructure apa ya??/many thanks….

  13. chai berkata:

    artikelnya meni bagus euy…. n_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s