Skeptical Empiricist?

Setelah melihat kembali artikel-artikel yang kutulis di sini, sepertinya judul blog ini menjadi kurang pas. Baru sedikit hal tentang hedge fund yang telah diperkenalkan. Dan kayaknya dunia hedge fund seperti dunia di atas awan sana yang nggak ada hubungannya dengan kebanyakan pembaca. Kemarin saya ditanya seorang teman yang saya tahu cerdas: “Fren, ada blog yang versi mudah dibaca gak?” Dheg… Mungkin cara berceritanya ngawur, topiknya memang cukup alien, atau dua-duanya.

Maka saya pikir harus dicari judul yang lain. Akhirnya saya memilih “Skeptical Empiricist” karena lebih menunjukan pola pemikiran saya saat ini. Seorang skeptical empiricist adalah seseorang yang berusaha melihat hal di sekelilingnya dengan apa adanya, melihat data-data, tanpa terlalu banyak berteori mengapa harus begini mengapa harus begitu (kecuali untuk ilmu alam). Dia tidak terlalu suka untuk membaca narasi (karena narasi cenderung mempengaruhi kita dalam menilai sesuatu – seperti terlihat di artikel sebelum ini; tapi kok menulis blog dengan narasi yah?) dan tidak puas dengan bukti-bukti anekdot. Dia menerima bahwa dunia ini tidak sesimpel yang kita lihat, yang kita baca, dan yang kita dengar. Dia menerima bahwa banyak hal yang kita pikir kita tahu, sebenarnya kita tidak tahu. Dia berpikiran terbuka dengan ide baru, tapi skeptikal dengan kebenaran dari ide tersebut. Ilmu dia bertambah bukan dari pembenaran suatu teori tapi dari penyalahan suatu teori. Metode yang dia pakai ialah falsification ala Popper.

Satu hal yang mungkin kita akan cepat belajar dari pasar modal ialah bahwa sedikit hal yang kita tahu dan bahwa memprediksi arah pasar bukanlah urusan yang simpel. The wise are those who see things coming, not those who explain why things came, or even worse those who explained why their predictions were wrong.

Meskipun demikian, saya akan tetap menampilkan berbagai topik tentang hedge fund (saya juga masih banyak yang belum tahu kok). Yang berubah hanya judul blognya.

Pos ini dipublikasikan di TANYA KEMBALI. Tandai permalink.

6 Balasan ke Skeptical Empiricist?

  1. edratna berkata:

    Bahar,
    Pergantian judul, menurut saya merupakan hal yang wajar. Karena judul tentang hedge fund, membuat blogmu sangat tersegmentasi, padahal khusus di Indonesia pengetahuan ini masih terbatas dalam aplikasinya. Seperti transaksi derivatif, Bank di Indonesia tidak menggunakan semua seperti apa yang ada dalam teori (masih sangat terbatas), dan ini wajar, karena iklimnya yang belum memungkinkan. Tapi suatu ketika, pasar keuangan di Indonesia telah berkembang pesat, ilmu yang dimiliki Bahar akan sangat berguna.

    Walau sudah berganti tujuan, sesekali selipkan pengetahuan tersebut agar bisa dipelajari kita semua (khususnya saya memang belum paham)…saya memaklumi untuk menulis hal ini jauh lebih susah, karena membahas hal yang serius dengan bahasa sederhana.

  2. nindityo berkata:

    Mas, ini kan cuma masalah trend aja. Kalo tiba2 banyak kasus tentang hedge fund di Indonesia tentu blog mas Bahar udah penuh tentang hedge fund. Bahwa mas Bahar nulis tentang yang laen-laen semakin membuat kita percaya bahwa mas bukanlah “seekor katak dalam tempurung”.
    Ganti judul mah jamak, asal jangan ganti tujuan. Fokus. Benang merahnya tetep harus ada.
    Jangan-jangan nanti pengen ganti nama karena ada temen yang bilang nama Bahar gak cocok bekerja di sebuah hedge fund ? 🙂
    Suwun.

  3. ihedge berkata:

    hehehehe… gak ada temen yang bilang gitu kok.😀

    Kan sudah dibilang, ganti judul buat merefleksikan apa yang ada di dalamnya. Tujuan sih tetep sama, buat menulis unek2 yang ada di kepala.

    btw, kebetulan beberapa hari terakhir ini libur, so lebih sering ngeblog n baca-baca.

  4. priandoyo berkata:

    Usul, judul blognya “Skeptical Empiricist Hedge”, secara alamatnya juga ihedge.wp atau malah bahar hedge? bahar sebagai sebuah brand perlu dibangun dan dipertahankan juga dong.

  5. ihedge berkata:

    Menarik juga usulnya🙂

    “Skeptical Empiricist Hedge” atau
    “Hedge Loving Skeptical Empiricist” (kok bikin pusing yah namanya) , atau
    “iHedge: Skeptical Empiricist”, atau
    “iHedge” saja.

  6. Hardono Arifanto berkata:

    hehe… wah Bahar… daripada ganti judul mendingan bikin blog baru🙂

    Bagusnya memang blog bisa fokus di satu topik. But blog aku aja jadi gado2 hahah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s