Kisah Suku-suku Mediocristan, Kerajaan Mediextristan, dan Republik Extrimistan

(Tulisan ini terinspirasi The Black Swan: The Impact of Highly Improbable karya Nassim Nicholas Taleb dengan improvisasi sendiri. Mediocristan => Mediocre: rata-rata. Extrimistan => Extreme: ekstrem. Mediextristan => antra Mediocre dan Extreme. Warning: Kisah ini cukup panjang, mungkin “berat”, tapi sangat menarik untuk sedikit memahami ketidakpastian dan resiko)

Sejak dahulu kala, suku-suku Mediocristan, kerajaan Mediextristan, dan republik Extrimistan selalu hidup berdampingan – dalam setiap masa, di setiap tempat. Mereka bercampur. Daerah kekuasaan tidak dipisahkan oleh laut, pagar kawat, apalagi gapura; melainkan oleh alam dan bagaimana manusia berperilaku.

Suku-suku Mediocristan ditempati oleh hal-hal yang…membosankan, rutin, dan pengaruhnya kecil. Mereka ditempati oleh hal-hal yang mirip satu sama lainnya. Tidak ada yang mencolok. Hari-hari di Mediocristan seolah sama dengan hari lainnya. Yang lebih hebat lagi, Medanese (sebutan sayang penduduk Mediocristan) tidak suka diatur dan tidak ada yang bisa mengatur. Walaupun dipancing dengan sesuatu, mereka acuh tak acuh. Uang makan siang tidak akan membuat mereka berbondong-bondong turun ke jalan. Medanese sibuk dengan rutinitasnya sendiri-sendiri.

Kerajaan Mediextristan lebih menarik. Penduduknya lebih toleran terhadap perbedaan. Medexton (begitulah mereka ingin disebut) peduli dengan tetangga-tetangganya, sampai pada satu titik di mana mereka bertindak dengan melihat bagaimana tetangganya bertindak. Hal ini bisa dilihat dari tingkah mereka membeli buku. Medexton membeli buku setelah direkomendasikan oleh Medexton lainnya di mana dia sendiri juga membelinya setelah membaca review dari Medexton yang lain lagi. Pendek kata, Medexton kadang-kadang bertingkah seperti domba. Bergerombol, bagi domba, adalah hal yang rasional. Karena perilaku ini, Mediextristan memungkinkan tumbuhnya perbedaan yang cukup mencolok, misalnya perbedaan kekayaan penulis buku.

Republik Extrimistan dipenuhi oleh hal-hal yang…ekstrem dan seolah-olah tidak masuk akal kalau kita ingin menjelaskannya. Pergaulan Extrian (sebutan penduduk Extrimistan) sangatlah dinamis, bebas, kompleks, dan misterius. Extrian juga peduli dengan pola pergaulan tetangganya, bahkan jauh lebih peduli daripada tetangga dekatnya Medixton. Bila karena suatu hal (logis atau tidak logis) Extrian menyukai suatu barang, hampir semua penduduk Extrimistan akan menyukainya karena tetangga mereka juga menyukainya. Tak khayal, di Republik Extrimistan muncul kerucut-kerucut yang sangat tajam di bidangnya masing-masing. Pemenang mengambil hampir semuanya, yang kalah tidak dapat apa-apa. Kompetisi sangatlah ketat.

Medanese

Medanese dipenuhi oleh hal-hal yang bersifat fisik seperti tinggi badan, berat badan, dsb. Misalnya Anda diberi tahu bahwa Anda akan Tinggi Badanbertemu seseorang berumur 20 tahun. Karena belum pernah bertemu, maka tinggi badannya merupakan suatu ketidakpastian.

Akan tetapi, Anda bisa mengira-ira berapa tinggi badannya. Perkiraan Anda tidak akan meleset jauh, karena tinggi badan adalah Medanese yang membosankan. Gambar di samping ini mengilustrasikan distribusi tinggi badan seseorang yang berumur 20 tahun.

Medanese merupakan perwujudan dari ketidakpastian yang… tidak terlalu “random”, Proto-Randomness. Sayangnya, sebagian besar pelajaran tentang probabilitas, statistik, dan finance di sekolah, di universitas, maupun di kalangan akademik masih berdasarkan ketidakpastian ala Medanese ini.

Medexton

Mediextristan dihuni oleh hal-hal yang bersifat sosial seperti jumlah penjualan sebuah buku, kekayaan seseorang, jumlah penduduk suatu kota, besarnya pergerakan saham, nilai perusahaan, dan jumlah pengunjung blog. Medexton yang datang dari alam misalnya adalah besarnya gempa. Dalam Mediextristan, nilai mencolok jauh lebih mungkin terjadi daripada di Mediocristan.

Misalnya Anda diberi tahu nama suatu blog yang Anda tidak kenal dan disuruh memperkirakan berapa hits per-bulannya. Hits perbulan suatu blog tersebut menurut Anda sekarang merupakan suatu ketidakpastian. Mandelbrotian Randomness.

Ciri utama yang membedakan Medexton dengan Medanese adalah properti scalability setelah melewati batas nilai tertentu. Misalnya kunjungan blog memiliki tingkat skala = 1. Bila jumlah blog yang memiliki hits per bulan lebih dari 100,000 adalah 1000, maka jumlah blog yang memiliki hits per bulan lebih dari 1,000,000 adalah 100, dan jumlah blog yangmemiliki hits per bulan lebih dari 10,000,000 adalah 10. Bandingkan dengan Medanese. Jika jumlah orang berumur 20 tahun yang memiliki tinggi badan lebih dari 1.5 meter di suatu kota ada 1000, maka jumlah orang yang memiliki tinggi lebih dari 15 meter mungkin tidak ada.

Extrian

Di Republik Extrimistan, ketidakpastian yang tersirat adalah ketidakpastian yang tidak bisa diketahui sebelumnya. Tidak ada distribusi. Unknown Randomness. Kita bahkan tidak tahu dari mana sumber ketidakpastiannya. Siapa yang mengira akan terjadi serangan 11 September (kecuali mereka yang menjalankan)? Siapa yang mengira akan terjadi market crash tahun 1987?

Sebelum terjadi, mungkin tidak ada yang bisa memprediksi bahwa “hal itu” akan terjadi. Setelah terjadi, para “pakar” berbondong-bondong menjelaskan mengapa hal tersebut telah terjadi.

Alat-alat Statistik Dipelajari di Sekolah dan Universitas

Bagi yang pernah mengambil studi statistik, mungkin mereka terbiasa dengan istilah korelasi, standar deviasi, dll. Alat-alat dan metode-metode ini dibuat untuk Medanese. Mereka hanya cocok untuk Medanese. Mereka cenderung simple, elegan, dan mudah diajarkan.

Akan tetapi mereka tidak banyak berarti bila dipakai di luar Mediocristan, apalagi di republik Extrimistan. Sayangnya berbagai teori yang muncul di buku-buku sekolah kita hampir semuanya berdasarkan asumsi bahwa kita hidup sebagai suku-suku Mediocristan! Maklum saja kalau apa yang dipelajari di kelas seringkali tidak bisa dipraktekan di lapangan.

Di Mediextristan, kita tidak memerlukan alat-alat yang elegan atau alat-alat yang bisa disederhanakan dalam persamaan matematika. Kita perlu alat-alat yang bisa menangkap realitas. Di Extrimistan, sad to say, kita tidak punya alat.

Misalnya berbagai teori pengelolaan portfolio (sekumpulan aset). Salah satu cara untuk menentukan seberapa besar dana yang mesti ditaruh di suatu aset adalah dengan melihat rata-rata imbal balik dan resikonya. Bila kita melihat isi textbook finance yang diajarkan sekarang, kita akan melihat hampir semua pengambilan keputusan didasarkan seolah-olah kita hidup di Mediocristan. Aset-aset tersebut, tentu saja hidupnya di Mediextristan, atau bahkan di Extrimistan. Masih ingat ketika kerugian bank-bank di AS di suatu tahun melebihi total keuntungan yang diakumulasi sebelumnya?

Tentang kemampuan kita untuk memprediksi dan Pengaruh Keberuntungan

The ultimate test of our understanding of our environment is our ability to see things coming, to predict what is going to happen.

Seperti disebutkan sebelumnya, Medanese lebih mudah diprediksi dan lebih mudah ditangani. Keberuntungan tidak besar pengaruhnya. Medexton lebih sulit diprediksi. Faktor keberuntungan memainkan peran yang besar. Extrian tidak bisa diprediksi. Bisa dibilang, mereka yang menang terutama karena beruntung.

Tentang Komentator dan Prediktor

Medanese, Medexton, maupun Extrian memiliki pakar-pakar sendiri, atau paling tidak orang-orang yang mengaku sebagai pakar.

Seorang pakar Medanese menjadi pakar karena keahlian tekniknya. Misalnya seorang penjual makanan tahu bagaimana cara meramu berbagai bumbu sehingga disukai konsumen. Bila dia melihat orang lain sedang meracik bumbu-bumbu, dia kira-kira bisa memprediksi hasil dari makanan tersebut.

Seorang pakar di kerajaan Mediextristan muncul karena…tetangga-tetangga juga berpikir dialah sang pakar, dia sering muncul di televisi, menulis di surat kabar. Philip Tetlock meneliti keahlian pakar di bidang ekonomi dan politik. Dia menanyakan berbagai spesialis kemungkinan terjadinya beberapa even politik, ekonomi, dan militer dalam kurun waktu kira-kira 5 tahun ke depan. Total prediksi yang dibuat berjumlah sekitar 27 ribu dan melibatkan kira-kira 300 spesialis dimana kira-kira seperempatnya adalah pakar ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesalahan prediksi jauh lebih besar daripada yang mereka sendiri perkirakan, tidak ada perbedaan antara spesialis yang memiliki S1 atau S3, tidak ada perbedaan antara profesor yang sering menulis di jurnal terkemuka atau seorang jurnalis biasa. Di kerajaan Mediextristan, bila prediksi seorang pakar benar ia merasa kebenaran tersebut datang dari keahliannya, bila prediksinya salah ia akan menjelaskan dengan berbagai cara mengapa dia salah hampir benar.

Ada kecenderungan lain terhadap prediksi dari para analis baik di bidang investasi atau ekonomi ketika memprediksi suatu nilai (misal pertumbuhan GDP tahun depan atau pendapatan suatu perusahaan triwulan ke depan), yaitu: prediksi antar pakar lebih terkait dengan prediksi pakar lainnya dari pada dengan nilai sebenarnya di masa depan! Ternyata mereka lebih memilih salah atau benar secara massal daripada benar sendiri atau salah sendiri.

the Hedgehog & the FoxAda lagi satu eksperimen di mana Tetlock membedakan 2 tipe prediktor: the hedgehog (landak) & the fox (kucing buas?). Sesuai dengan legenda Aesop, the hedgehog mengetahui satu hal – pakar di satu bidang saja, sedangkan the fox mengetahui banyak hal – tipe yang beradaptasi dengan lingkungan dan tidak merasa sebagai pakar di semua bidang. Dalam hal memprediksi ke masa depan, the hedgehog lebih banyak melakukan kesalahan.

Bagaimana dengan pakar di Republik Extrimistan? Pernah mendengar seseorang memprediksi bagaimana perkembangan riset nanoteknologi, bioteknologi, dsb beberapa dekade ke depan? Hmm… lebih baik dengarkan musik saja.

Moral of the story: Para pakar yang sering berbicara di depan televisi, menulis di surat kabar, di blog belum tentu lebih baik dalam memprediksi masa depan dari pada Anda! Orang-orang “awam” yang lebih banyak melihat asam garam kehidupan mungkin lebih bijak dari pada berbagai pakar yang sibuk menggeluti bidangnya sendiri-sendiri.

Satu Isu dengan Usaha Menjelaskan Sejarah

Selain memiliki para pakar pemrediksi masa depan, suku-suku Mediocristan, kerajaan Mediextristan, dan Republik Extrimistan juga memiliki ahli sejarah. Mereka adalah orang-orang yang menjelaskan dan mendeskripsikan apa yang telah terjadi serta menjelaskan mengapa hal tersebut terjadi.

Bice cubeayangkan Anda sekarang melihat sebongkah es batu. Kira-kira 1 jam lagi, Anda kira-kira tahu kalau Anda akan melihat sekumpulan air.

Sekarang dibalik. Anda melihat sekumpulan air, dan disuruh mengira-ira apa yang terjadi 1 jam sebelumnya. Jauh lebih susah bukan? Orang menumpahkan air? Ada sebongkah es sebelumnya? Atau banyak alternatif lainnya.

Ilustrasi di atas diambil dari benda mati. Bagaimana dengan fenomena sosial yang di isi oleh Medexton dan Extristan di mana pemahaman kita jauh lebih kurang? Aah… makanya isi sejarah tergantung dari siapa yang berkuasa menulisnya.

Tentang Profesi

Profesi merupakan salah satu jenis penghuni yang hidup di ketiganya, baik Mediocristan, Mediextristan, maupun Extrimistan. Hal ini bisa dilihat dari tingkat penghasilan mereka yang merupakan konsekuensi dari bagaimana mereka mendapatkan penghasilannya.

Tingkat penghasilan seorang dokter umum praktek, tukang bakso keliling, atau pegawai negeri eselon atas mengikuti pola Medanese. Mereka menerima imbalan dari seberapa besar jam kerja yang dihabiskan, klien yang ditangani, ataupun produk yang dijual. Meskipun kerja 20 jam sehari 7 hari seminggu, ada batas atasnya yang tidak akan terpaut jauh dari rata-rata.

Lain lagi dengan penghasilan seorang penyanyi, aktor, penulis buku, traders, bankers, dsb. Penghasilan mereka scalable. Cara menghasilkannya pun scalable. Seorang penyanyi tidak perlu menyanyi berkali-kali supaya suaranya terdengar oleh jutaan orang setiap hari. Seorang traders bisa dengan mudah menambah exposure-nya dengan menggunakan leverage. Mereka adalah penduduk kerjaan Mediextristan. Banyak yang hidupnya pas-pasan atau bahkan kekurangan dibanding Medanese misalnya karena buku penulis tidak laku, penulis tidak mendapatkan penerbit, dsb. Tapi yang sukses pendapatannya berlipat-lipat.

Extrian menyukai sesuatu yang lebih adventurous. Peneliti teknologi-teknologi baru – baik itu di bidang elektronik, obat, dll beserta Venture Capitalist yang membiayai mereka. Politikus mungkin juga bisa dibilang sebagai seorang Extrian. Dalam profesi tersebut, selain keahlian, keberuntungan juga merupakan hal yang sangat berpengaruh. Bagaimana Fleming menemukan penicillin (antibiotik)? Secara tidak sengaja, seperti banyak penemuan penting lainnya. Selain itu, siapa yang menang biasanya mengambil sebagian besar dari total keuntungan yang ada. Yang kalah tidak mendapat apa-apa dan merasa hidupnya sebagai loser.

Pengaruh Extrian yang semakin kuat

Pada mulanya, suku-suku Mediocristan paling besar penduduknya dan republik Extrimistan masih kecil. Seiring waktu, sebagian Medanese berubah menjadi Medixton, seperti halnya sebagian Medixton berubah menjadi Extrian. Perubahan tersebut didukung oleh berbagai temuan (yang datangnya kadang-kadang secara tidak sengaja) di republik Extrimistan ataupun oleh kehendak alam.

Misalnya profesi sebagai seorang penyanyi. Dulu, hampir setiap daerah memiliki penyanyi sendiri-sendiri yang mungkin saling tidak mengenal satu sama lain. Mereka berpindah-pindah dari satu desa ke desa lainnya, sambil membawa peralatan ala kadarnya. Nun jauh di sana, di republik Extrimistan, ditemukanlah radio – setelah melalui berbagai kegagalan percobaan. Penduduk desa, memiliki pilihan lain untuk mendengarkan lagu, yaitu lewat radio. Lama kelamaan karena lebih murah, lebih sering muncul, dan mungkin kualitas lagu yang lebih baik, para penduduk lebih suka mendengarkan penyanyi dari suku tetangga lewat radio daripada memanggil penyanyi dari sukunya sendiri. Profesi penyanyi telah berubah menjadi bagian kerajaan Mediextristan. Demikian pula dengan berbagai profesi lainnya seperti aktor, peminjam uang (sekarang menjadi banker), dll. Dulu klien mereka adalah orang-orang di sekitar mereka sendiri, kini klien mereka bisa di mana saja.

Akan tetapi, di jaman yang semakin sulit diprediksi ini, semakin banyak pula bermunculan prediktor masa depan dan ahli sejarah, seolah-olah dunia ini lebih mudah diprediksi atau dijelaskan dari pada sebelumnya.

PS: Pembagian menjadi suku-suku Mediocristan, kerajaan Mediextristan, dan republik Extrimistan bukanlah untuk mengkotak-kotak tapi untuk menjelaskan dengan lebih mudah. Pada dasarnya, perbedaan mereka seperti dari putih..abu-abu.. sampai ke hitam, suatu spektrum.

Tulisan terakhir mengakhiri masa libur sebelum sibuk kerja lagi.

Pos ini dipublikasikan di FILOSOFI INVEST.. Tandai permalink.

14 Balasan ke Kisah Suku-suku Mediocristan, Kerajaan Mediextristan, dan Republik Extrimistan

  1. Andi berkata:

    Memang terlalu banyak orang yang mengaku sebagai expert, Mas.

  2. few berkata:

    Menarik bgt !! gw suka artikel loe. Bahar, lagi ambil cuti ato emang dikasi libur sama perusahaannya? ceritain donk suka dukanya kerja di hedge fund company.

  3. edratna berkata:

    Artikel yang menarik…jadi mikir-mikir, saya termasuk yang mana ya? Bisa nggak Bahar meramal, kalau saya seorang klien dan Bahar seorang manajer investasi, apa pilihan investasi yang cocok dan disarankan untuk saya?…Gaya pengelolaan uang, bisa dilihat berdasar tulisan di blog…. (hehehe, kalau ga enak sama yang lain bisa lewat japri..)

  4. ihedge berkata:

    @few: kemaren ambil cuti kok buat refreshing. Lumayan libur 1 tahun 21 harian dan dianjurkan untuk diambil.

    @bu enny: pilihan investasi yang cocok buat ibu? Hmm… dari berbagai tulisan Ibu, sepertinya cukup konservatif dan tidak mau ambil resiko besar. Apalagi sudah tidak muda lagi, so mungkin semangat berspekulasinya dah agak berkurang. Mau yang tenang-tenang saja. Ya gak bu?

  5. Jennie berkata:

    I’m reading this book too, Bahar. Thanks for this excellent review.

  6. edratna berkata:

    Tebakanmu betul,…Kemarin ketemu temen2 di LPPI, banyak mantan pejabat BI dan Bank BUMN lain. Mereka mengatakan hal yang sama. Jadi pilihan investasi masih deposito valas, ada saham sedikit, DPLK. Karena memang nantinya dapat uang pensiun, plus jadi pengurus di anak perusahaan, juga mengajar sesekali…udah cukup kok, apalagi yang satu udah selesai kuliah.

    Biaya hidup juga menurun, kan nggak boleh makanan yang tinggi kolesterol (jadi minyak goreng naik ga ada pengaruh, makanan banyak yang direbus, dipepes, dibakar), dan kalau mengajar keluar kota kan udah ditanggung (uang harian, honor mengajar, tiket pp, hotel plus makan). Tapi ternyata saya malah bisa menikmati hidup sekarang ini, nggak dikejar-kejar waktu seperti saat masih aktif…yang perlu dijaga adalah otak harus tetap berpikir…nahh ini bisa melalui blog.

  7. papabonbon berkata:

    pengaruh estriam – pengaruh globalisasi yah … jadi pertanyaan bagi seorang yg awalnya punya konsep sebagai medanese dan belakangan berubah sedikit ke arah medexton ini. apakah lebih aman tetap tinggal di suatu rumah di wilayah para medanese ataukah sekalian aja tinggal di apartemen diatara orang orang extrian.

    sambil mikir sih, kalau pola pikir baru sedikit sepeerti medexton, apa saya bisa survive jika tinggal di kandang macam para extrian ? [kalau aku anak dusun dari tawangmangu, apa bisa saya gaul di lingkungan glamour anak UI di jakarta ketika kuliah ?].

    – hemm, anak stan dan anak Ui yg dari desa sih, rta rata menyesuaikan diri – hohohoho

  8. randi berkata:

    wah , udah lama ngga kesini theme nya udah ganti ^_^ .

    ooo jadi suku2 tersebut bisa di gambarkan dgn spektrum yang perubahannya pelan2 tapi pasti.

  9. Ping balik: Belajar Dari Pasir « Skeptical Empiricist

  10. ihedge berkata:

    @papabonbon: medanese, medexton, extrian itu kan cuma suatu metafora dan bukan harus berbentuk manusia.

    Globalisasi, menurut saya, mempermudah proses “naiknya pangkat” ke extrian. Bayangkan saja sekarang ini semakin banyak hal yang winner takes all.

    Bisa survive atau enggak mungkin tergantung orangnya masing masing sih bro. Dan juga ada faktor keberuntungan, bagaimanapun itu datangnya.

  11. Aussie berkata:

    Hmm… ternyata buku ini populer banget di kalangan hedge fund ya. Dua temenku yg kerja di hedge fund lain juga rekomendasi buku “Black Swan” ini, terus aku lihat2 di Amazon, eh kok isinya mengingatkanku sama postingan abang yang ini😀. Setelah baca rangkumannya, jadi ngerasa gak perlu beli bukunya😛

  12. ihedge berkata:

    hehehe… isi artikel ini agak berbeda dari buku aslinya. Baca buku aslinya juga.

  13. Ping balik: Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga « bum bum bum,parappapapap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s