Efek turunnya dollar AS terhadap naiknya harga komoditas

Sejak awal tahun 2002an, harga-harga sebagian besar komoditas utama seperti emas, minyak mentah, nikel, tembaga, dll naik pesat. Masa-masa itu juga dibarengi dengan turunnya nilai tukar mata uang Amerika Serikat terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya, terutama Euro dan beberapa negara produsen komoditas seperti Australia dan Canada.

Pertanyaannya: Apakah naiknya harga-harga komoditas tersebut disebabkan oleh turunnya nilai tukar AS? Alasan dari pernyataan ini adalah kenyataan bahwa komoditas-komoditas dunia, saat ini, dihargai dalam bentuk dollar AS? Logikanya, bila dollar AS turun, maka harga komoditas tersebut dalam dollar AS juga turun walaupun belum tentu turun jika dilihat dari mata uang lainnya.

Tujuan sederhana artikel ini adalah untuk melihat APAKAH ADA faktor lain yang menyebabkan naiknya harga komoditas tersebut selain alasan di atas. Pertanyaan tentang APA faktor-faktor tersebut tidak akan dibahas.

Isu pertama. Kalau bukan dalam dollar AS, lalu dalam mata uang apa kita harus mengukur harga komoditas? AdaYen Jepang, ada Euro, Swiss Franc, dsb. Kalau harus membandingkan terhadap semua mata uang yang ada, bisa jadi repot. Maka munculah konsep Dollar Index yang dibuat oleh Bank Sentral AS Atlanta. Indeks ini mengukur rata-rata tertimbang pergerakan mata uang dollar AS terhadap sebagian besar mata uang sedunia. Tanpa membahas hal teknis tentang indeks ini, pokoknya kalau indeksnya turun berarti rata-rata dollar AS turun terhadap mata uang utama lainnya, demikian juga sebaliknya.

Selain membandingkan dengan mata uang sedunia, Bank Sentral AS juga membandingkan pergerakan kurs dollar AS terhadap mata uang di Eropa, seperti Euro, Swiss Franc, dsb. Kenapa saya sebut tentang hal ini? Karena penurunan dollar AS lebih besar jika dibandingkan dengan penurunan dollar terhadap sebagian besar mata uang lain dari 2002 sampai 2007 ini.

Isu kedua. Kalau kita sekilas melihat ke-4 gambar di atas, mungkin kita percaya bahwa naiknya harga komoditas semata-mata karena turunnya dollar AS. Toh, sejak 2002 komoditas naik dan dollar terlihat turun. Cara gampang untuk mengecek hal itu adalah melihat harga komoditas dalam bentuk unit lain atau mata uang lain. Contoh: kalau seliter minyak mentah bisa dibeli dengan seliter air pada tahun 2002 tapi harus dibeli dengan 2 liter air pada tahun 2007, berarti harga minyak mentah sejatinya telah naik100%, bila dihitung dalam unit air.

Apa unit yang kita pakai di sini? Kita akan membandingkan pergerakan harga emas dan minyak mentah dalam unit dollar AS, dollar indeks dunia, dollar indeks eropa, dan emas (emas kan juga salah satu bentuk mata uang).

Pada 2 gambar di atas, sumbu y menunjukan ratio dari harga suatu saat dibagi dengan harga pada akhir januari 2002. Nilai ratio = 2 berari harganya naik menjadi 2 kali lipat.

Untuk harga emas, bisa dilihat bahwa meskipun telah memakai mata uang lain, harganya tetap naik secara signifikan, terutama dari tengah tahun 2005 sampai tengah tahun 2006 di mana harga emas naik lebih dari 50%. Dalam periode tersebut, nilai emas benar-benar naik pesat dan bukan karena melemahnya dolar AS; maka ADA faktor lain yang bermain di situ. Dalam periode sebelumnya (2002 – tengah 2005) , faktor penurunan dolar AS memang merupakan faktor yang signifikan.

Untuk harga minyak mentah, bisa dilihat bahwa kenaikan atau penurunan harga minyak mentah hampir tidak ada hubungannya dengan turunnya dolar AS. Perkembangan harga minyak dalam unit rata-rata kurs Eropa mirip dengan pergerakan harga minyak dalam unit dolar AS. Selama kurun waktu 5 tahunan tersebut, harga minyak naik paling tidak 2 kali lipat meski diliat dengan unit apapun. ADA faktor lain yang menyebabkan tingginya harga minyak.

Analisa di atas sangat sederhana dan menggunakan kasat mata, tetapi cukup untuk konsumsi blog ini. Untuk analisa yang lebih formal, kita mungkin ingin mengetes apakah ada cointegration antara harga komoditas dengan kurs dollar AS.

Pos ini dipublikasikan di ATTRIBUTION. Tandai permalink.

10 Balasan ke Efek turunnya dollar AS terhadap naiknya harga komoditas

  1. Ping balik: Indonesia, Krisis dan Pengaruh Global « bum bum bum,parappapapap

  2. mriyandi berkata:

    Saya cukup sependapat dengan abang,
    tetapi gimana kalologikanya kita balik..
    efek naiknya komoditas terhadap penurunan dollar….
    maksudnya seperti ini.
    sebenarnya dollar turun karena harga komoditas dunia naik.
    hal ini disebabkan oleh tingkat konsumsi dunia semakin meningkat, sehingga permintaan terhadap barang semakin besar,oleh karena itu harga barang naik. (teori Supply dan demand). kaitannya terhadap nilai dollar adalah kalo menurut saya, sekali lagi menurut saya bang (maklum masih mahasiswa mohon dibenarkan jika salah). dengan naiknya harga barang, maka nilai real uang menjadi menurun. contohnya seperti ini, tahun 2002 1 sachet susu seharga Rp 1.000,00, tetapi sekarang satu sachet susu seharga Rp 2.000,00 jadi pada dasarnya nilai uang turun sekitar 50%, kalo menurut saya bang bukan dollarnya yang turun sehingga menyebabkan harga komoditas naek, tapi harga komoditas yang naik sehingga menyebabkan dollar turun, bahkan tidak hanya dollar, tetapi mata uang lainnya juga, seperti yang abang jelaskan diatas.

    demikian bang…
    Maaf kalo malu-maluin
    Still learning

  3. ihedge berkata:

    inti dari artikel saya sederhana: “pernyataan yang mengatakan bahwa kenaikan harga komoditas disebabkan oleh turunnya dollar AS tidak cukup untuk menjelaskan fenomena yang terjadi”. Tidak lebih dari itu.

    Jadi, saya tidak membuat klaim bahwa naiknya harga komoditas disebabkan oleh turunnya dollar AS.

    Jalur argumen Riyandi, sepertinya lebih menjelaskan tentang efek inflasi: semakin banyak uang yang beredar => nilai uang turun => harga2 barang menjadi mahal kalau dilihat dari unit mata uang. Argumen tsb valid kalau memang uang yg beredar lebih tinggi.

    hal ini disebabkan oleh tingkat konsumsi dunia semakin meningkat, sehingga permintaan terhadap barang semakin besar,oleh karena itu harga barang naik…. bukan dollarnya yang turun sehingga menyebabkan harga komoditas naek, tapi harga komoditas yang naik sehingga menyebabkan dollar turun

    Bayangkan kita tinggal di suatu pulau terpencil di mana uang yg beredar tetap. Uang yang dipakai di pulau itu adalah 1000 keping emas. Misalnya di pulau itu terdapat pasar komoditas jagung, dan lain2nya. Misal harga jagung per 100 kg = 1 keping emas. Karena suatu alasan, permintaan komoditas jagung di pulau itu meningkat pesat. Apa yang terjadi? Harga jagung naik, misalnya menjadi 5 keping emas/100 kg jagung. Kalau mengikuti argumen Riyandi, mahalnya harga jagung mengakibatkan nilai keping emas turun. Tapi apa betul? Tidak juga, karena dalam skenario ini, harga barang2 lain di pulau terpencil itulah yang akan turun. Nilai keping emas tetap.

    Misalnya karena suatu hal, ditemukan 500 keping emas baru. Terlepas dari permintaan jagung di pulau tersebut, nilai keping emas akan turun secara keseluruhan. Inilah inflasi.

    Dalam dunia sekarang ini, bukan hanya ada satu pulau. Tapi berbagai pulau yang berdagang satu sama lain. Selain itu, “keping2 emas” (mata uang) baru juga selalau diciptakan oleh bank sentral masing2 negara. Karenanya, pergerakan mata uang juga menjadi begitu kompleks. Sulit untuk mengatakan naiknya mata uang negara 1 karena hal A atau hal B.

  4. mriyandi berkata:

    jadi kalo kaya gitu
    asumsi ceteris paribus tidak akan pernah berlaku lagi donk bang….
    karena terlalu banyak variable yang ada dalam dunia perekonomian. Sehingga suatu hal tidak akan menyebabkan hal lain terjadi begitu saja. Ada banyak hal-hal lainnya yang mempengaruhi suatu perubahan dalam dunia perekonomian.
    seperti itu bang???

  5. ihedge berkata:

    cateris paribus kan cuma buat menyederhanakan realitas. Penyederhanaan ini bisa valid kalau objek bisa diatur, seperti dalam Fisika. Cuma kalau untuk hal2 sosial, hm… kayaknya sulit.

  6. fajrul hadi berkata:

    bang bisa ndak aku mintak artikel tentang pengaruh dolar terhadap harga emas??? please bang artikel itu untuk bahan skripsi aku……
    mohon di bantu ya bang…..
    thanks be for…

  7. syafran berkata:

    anda semua betul, sebaiknya kita sbg negeri produsen komoditas tertentu berani menentukan harga, sehingga produsen/petani tdk merugi.

  8. hafiz berkata:

    trimksh mas…. artikel yang bagus ,saya suka ,sebab saya kerja sampingan trading forex ,dan kerja utama sebagai desainer ,bisa kunjungi blog saya jika teman-teman ingin informasi pekerjaan atau sampingan kerja di
    http://www.pcudi.blogspot.com
    salam kenal semua..

  9. fariid berkata:

    waahhh ..
    jadi begitu yak??
    kalo mnurut bapak, kira2 mungkin ga penggantian mata uang kertas jadi dinar dirham (emas perak) didunia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s