Krisis Finansial [2]: Subprime Mortgage?

Kalau kita perhatikan baik-baik kedua chart di artikel “Krisis Finansial?” ini, kita akan melihat 2 periode di mana pasar saham dunia mengalami koreksi besar. Periode pertama (I) dimulai sejak awal Feb 2007 dan berakhir pertengahan Mar 2007, sedangkan perido kedua (II) dimulai sejak akhir Jul 2007 sampai sekarang.

Sebelum membahas tentang definisi dan isu subprime mortgage, mari kita cek dulu apa benar koreksi besar pasar saham sejak beberapa minggu lalu adalah karena isu subprime mortgage.

Cara kasar untuk melihatnya adalah dengan membandingkan tingkah laku saham-saham mortgage, subprime mortgage dengan saham-saham di industri lainnya. Hipotesanya adalah seperti ini: koreksi besar-besaran terjadi akibat kasus subprime mortgage yang merambat ke bidang-bidang lainnya. Untuk mengetes hipotesa ini, kita akan menggunakan metode paling simpel dan mudah dipahami: melihat charts. Statistical method is beyond the scope of this article.

Perhatikan ketiga charts di bawah ini (mulai dari indeks rata-rata untuk saham-saham di bidang subprime mortgage, mortage, keuangan, dan semua industri):



Ketiga charts di atas menggambarkan tingkah laku perubahan harga saham dari bidang yang paling sempit kebidang yang paling luas. Subprime mortage adalah bagian dari mortgage, mortgage bagian dari keuangan, dst.

Apa yang bisa kita lihat:

  1. Jatuhnya saham-saham di bidang subprime mortgage sudah berlangsung sebelum tahun 2007. Tingkat jatuhnya pun paling parah dan paling awal. Kalau kita jeli, kita akan mengamati bahwa sebelum Feb 2007, saham-saham di bidang ini tidak begitu aktif diperdagangkan meskipun terus turun sampai -15%. Saham-saham yang tidak aktif diperdagangkan biasanya adalah saham-saham kecil.
  2. Pada saat ini juga, saham-saham di bidang mortage juga turun. Tapi tidak sebesar subprime mortgage. Sementara itu, bidang keuangan yang lebih luas dan berbagai industri lainnya terus naik.
  3. Artinya, dalam periode ini, masalah masih terbatas di bidang mortgage.
  4. Sejak Feb 2007 sampai tengah Mar 2007, terjadi kepanikan di subprime mortgage. Walaupun tidak terlihat volume perdagangan, kita bisa melihat aktivitas perdagangan sangat marak. Di akhir periode tsb, rata-rata saham di bidang ini sudah jatuh -41% lagi. Kalau melihat data lain, beberapa perusahaan subprime mortgage gulung tikar.
  5. Kepanikan tersebut merembet sampai ke semua bidang. Seperti bisa diduga, bidang yang terhubung dekat dengan subprime mortgage adalah bidang yang terkena imbas paling besar: mulai dari mortgage yg turun kira-kira -19%, finansial -10%, dan semua bidang -6%. (Kalau Anda mengikuti berita-berita pada periode tersebut, Anda akan mendengar ulasan “analis” bahwa turunnya saham-saham dunia adalah karena jatuhnya saham-saham di China. Tapi, menurut saya, yang lebih valid adalah karena kepanikan di subprime mortgage ini. FYI, pasar modal China itu seperti dikelilingi tembok raksasa: asing tidak bisa masuk dengan mudah dan demikian juga sebaliknya)
  6. Sejak tengah Mar 2007 itu, kepanikan mereda. Good times come back.
  7. Kepanikan tahap kedua melanda. Saham-saham mortgage ambruk sampai total -41%. Penurunan dimulai sejak awal Jun 2007, jauh sebelum kepanikan melanda semua bidang – yaitu tengah Jul 2007.
  8. Perhatikan jatuhnya saham-saham keuangan -18% sejak awal Jun 2007 juga, meskipun tak sedrastis bidang mortgage.
  9. Sementara subprime mortgage jatuh -19%.
  10. Subprime sudah jatuh berguguran pada kepanikan pertama. Pada kepanikan kedua, kepanikan melanda lingkaran yang sedikit lebih luas, bidang mortgage. Jadi, ada dua gelombang yang menghantam. Pertama menghamtam sumber masalah (subprime), lalu menghamtam bidang yang sedikit lebih luas (semua mortgage). Bidang keuangan yang lebih luas terimbas juga, tapi belum sampai pada tahap kepanikan.

Jadi, hipotesa “koreksi besar-besaran terjadi akibat kasus subprime mortgage yang merambat ke bidang-bidang lainnya” cukup masuk akal.

Baru kita akan melihat lebih dalam lagi, apa yang terjadi di industri subprime mortgage.

Pos ini dipublikasikan di KRISIS. Tandai permalink.

7 Balasan ke Krisis Finansial [2]: Subprime Mortgage?

  1. Poltak Hotradero berkata:

    Trigger awalnya adalah sewaktu HSBC menyatakan harus mencadangkan US$ 1.76 Billion atas potensi kerugian yang terjadi di pasar subprime Amerika. Itu terjadi tanggal 6 Februari 2oo7. (Masih ingat?)

    Mungkin saat itu beberapa lembaga keuangan mulai menjauhkan diri dari sub-prime dan melikuidasi posisi — tetapi karena pasarnya tidak likuid – hanya bisa dilakukan secara perlahan. Alhasil, setelah mencapai titik kritis tertentu yang terjadi adalah panik dan fire-selling.

  2. ihedge berkata:

    Yup, masih inget. 6 Feb kira2 adalah tanggal yang tak kasih dot warna biru itu.

    Suatu panik biasanya dimulai dengan suatu trigger. Panik gelombang pertama sepertinya memang dimulai dengan kasus HSBC waktu itu.

  3. Ping balik: Krisis Finansial [3]: Menganalisa Subprime Mortgage « Skeptical Empiricist

  4. wahdi sumanto berkata:

    Wah infonya menarik sekali mas..apalagi bwat gw yang baru belajar di bidang ekonomi nich..ada referensinya ga mas??

  5. Ping balik: Menilik Mekanisme Krisis Keuangan « Skeptical Empiricist

  6. Ping balik: Kajian Bisnis » Menilik Mekanisme Krisis Keuangan

  7. Ping balik: sub prime mortgage « petani pun ingin bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s