Krisis Finansial [5]: Tindakan Bank Sentral

Pada tanggal 9 Agustus lalu, bank-bank sentral utama dunia secara serentak “membanjiri pasar” melalui open market operations. The Fed, bank sentral Amerika Serikat, pada hari itu mengeluarkan 24 milyar dollar AS. Sementara ECB, bank sentral Euro area, mengeluarkan record 94.8 milyar euro (kira-kira 2.5 kali total cadangan devisa Indonesia sekarang). Hal ini disusul oleh injeksi dana beberapa hari berikutnya.

Kemudian, tanggal 16 Agustus kemaren, the Fed menurunkan discount rate dari 6.25% menjadi 5.75%. Akan tetapi, target Fed funds rate tetap masih belum diubah dari 5.25%.

Dua buah paragraph pendek dengan berbagai istilah dan angka yang sulit dimengerti. Apa arti angka-angka itu? Apa yang ingin dicapai dari tindakan tersebut? Bagaimana mekanismenya sehingga tujuan yang ingin dicapai mungkin tercapai?

Untuk mencoba memahaminya, kita mesti lebih dahulu memahami keberadaan bank sentral sebagai jantung yang memicu sistem kapitalisme. Darah mengalir darinya. Tidak hanya itu, darah diciptakan dan dihilangkan di dalamnya.

Akan dibahas selanjutnya. (I wish somebody could explain the ABCs of central banking here so that can move on faster.)

Pos ini dipublikasikan di KRISIS. Tandai permalink.

18 Balasan ke Krisis Finansial [5]: Tindakan Bank Sentral

  1. Poltak Hotradero berkata:

    Bank Sentral pada dasarnya punya kemampuan kendali moneter yang terbatas yaitu mekanisme pengendalian bunga dalam jangka pendek.

    Apa yang disebut sebagai “Fed Rate” semata-mata mirip “Suggested Retail Price” (of capital) — jadi terserah market – mau ambil atau tidak.

    Secara teoritis, cuma Bank Sentral yang punya supply capital nyaris tak terbatas (untuk jangka pendek). Pada keadaan seperti kemarin — likuiditas yang menurun adalah karena demand akan kapital meningkat (akibat penarikan dana, margin call, dan flight to quality) – sementara supply (pada tingkat bunga Fed Rate) terbatas.

    Fed Rate memang tidak berubah – tetapi tersedia pilihan untuk memperoleh pinjaman repo jangka pendek (hingga 14-hari) dengan bunga yang lebih rendah 50 bps daripada Fed Rate, demi menolong bank yang dalam kesulitan. Bila dalam waktu 14 hari ini likuiditas telah kembali normal (karena toh uang akan kembali ke sistem perbankan) maka terjadinya credit crunch bisa dihindarkan.

  2. ihedge berkata:

    benar sekali bung Poltak, target “Fed rate” memang seperti “suggested retail price”.

    Benar juga kalau kontrol bank sentral hanya sebatas pada mekanisme pengendalian bunga jangka sangat pendek.

    Itu maksudnya 50bp di atas atau di bawah targe fed funds rate, Bung? Kalau discount rate sekarang 50bp di atas, tenggat waktu berdasarkan kebijakan terakhir kalau tidak salah 30 hari.

  3. Poltak Hotradero berkata:

    Ah ya anda benar. saya salah (hitung).

    Discount Rate diturunkan dari 6.25 menjadi 5.75 – jadi 50 bps di atas Fed Fund.

    Tentang yang 14-hari, itu mereferensi pada aksi The Fed yang paling awal minggu lalu. Untuk Discount Rate – anda benar tenggat waktunya 30 hari.

  4. ihedge berkata:

    Berdasarkan penutupan 20 Aug di pasar “Options on Fed Fund Futures”, pasar memprediksi hasil pertemuan the Fed pada meeting September nanti:

    5.50% (naik 25bp) kemungkinannya 0.5%
    5.25% (tetap) kemungkinannya 20.3%
    5.00% (turun 25bp) kemungkinannya 22.5%
    4.75% (turun 50bp) kemungkinannya 37.5%
    4.50% (turun 75bp) kemungkinannya 3.5%
    4.25% (turun 100bp) kemungkinannya 15.6%

  5. RVer berkata:

    Cut in discount rate is a good step. The key issue for me here is the Fed wants to make sure the discount window is actually used previously it was a symbolic rate which is rarely used – there is a stigma associated with using it).

    Now the rediscount rate is dropped, maturity is extended to 30-days (previously o/n facility) and the range of intruments than can be used for repo (to tap the discount rate) is very broad from non-agency mortgage backed securities in
    commercial paper.

    The Fed is attempting to make sure the money markets start working again (as oppose to being frozen) – basically allowing normal market mechanism to take place.

    So market rebound is hinged of Fed “saving” the market, the so-called “bernanke put”. Bahar jot down the the so called market expectation based on option on fed fund futures, which has the highest probability of 50bps rate cut. I hope market will not sell into the rally and trigger further sell off.

  6. ihedge berkata:

    yea. you’re right. there WAS a stigma with using discount window when the discount rate was below the target fend funds rate. I think since a few years ago, the policy was changed. Now the “discount” rate IS no longer a discount, but higher than target fed funds rate. The stigma is no longer there, or at least not as high as it was.

    Effectively – by removing the stigma, easing the procedures, and widening assets allowable for collateral – the Fed is putting a Cap on Market Fed Funds rate (as opposed to target Fed funds rate). By lowering the discount rate by 50bp as it did on August 16, the Fed lower the Cap even more. This is obviously good to lower volatility in money market.

    I agree that the Fed is trying to make sure the money markets start functioning normally again… the money market is like the artery of our blood circulation system.

    But it may not be enough. I see the subprime problem to continue until at least next year. Look at the amount of resettable subprime mortgages.

  7. Ping balik: Krisis Finansial [6]: Memahami Tindakan Bank Sentral[1] « Skeptical Empiricist

  8. edratna berkata:

    Kompas hari ini, selisih antara BI rate dan the Fed rate makin menipis, jadi kemungkinan penurunan BI rate akan tertahan.

    Di satu sisi likuiditas Bank-bank di Indonesia tinggi, bahkan akan dikelurkan peraturan bahwa obligasi korporasi akan dimasukkan dalam unsur LDR (Loan to Deposit Ratio). Jika situasi Indonesia bisa stabil, sebetulnya ini kesempatan penyaluran pinjaman, karena perusahaan yang membutuhkan dana dari pasar modal (incl. obligasi) akan kembali meminta pinjaman dari Bank. Tapi kenyataan tak semudah itu, pengusaha Indonesia sangat berhati-hati dalam menambah pinjaman, dan hanya bila yakin baru menambah kapasitasnya.

    Dari beberapa kali ngobrol dengan teman-
    teman, banyak dana di Bank Pembangunan yang belum tersalurkan karena sektor riil di daerah juga saling menunggu.

  9. RVer berkata:

    yield differential emang terus menipis tapi juga seiring dengan membaiknya indikator makro seperti inflasi. tugasnya bi sih untuk mejaga stabilitas harga.

    visi dan misi bi keren banget..

    ****

    MISI BANK INDONESIA

    Mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah melalui pemeliharaan kestabilan moneter dan pengembangan stabilitas sistem keuangan untuk pembangunan nasional jangka panjang yang berkesinambungan.

    VISI BANK INDONESIA

    Menjadi lembaga bank sentral yang dapat dipercaya(kredibel) secara nasional maupun internasional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan stabil.

    ****

    hanya saja indonesia itu merupakan negara inflasi tinggi –> jalan aja berkelok-kelok, buang bensin..belum lagi ada yang rusak, ditambah dengan kondisi kendaraan yang tidak memadai. terus ada tukang palag yang pake kedog jualan aqua. 2kilo setelah itu tukang timbang yang kalau ngga bayar, nimbangnya dibuat besok dst. artinya, infrastruktur belum ok buat menciptakan stabilitas harga.

    prudential banking itu sangat penting. dan dari segi perusahaan namanya good corporate governance. mungkin waktu krisis dulu, sebenarnya emang kebutuhannya ngga banyak. namun karena ngga ada prudential banking yang dibarengi dengan good corporate governance, maka utang yang ngga perlu pun diambil. sebagian beli lantai keramik (kenyataannya semen doank), bagian yang lebih besar buat beli marmer itali di rumahnya sendiri.

    likuiditas bank memang relatif cukup tinggi. ya emang itu yg dinginkan untuk menjaga sound banking. apalagi untuk meningkatkan kepercayaan dunia perbankan setelah krisis.

    talking about regional banks..i love them so much…any of them will be IPO, i’d line up to get some. good business model. secara agregat, BPD memberikan pinjaman ke PNS yang gajinya juga sebagian besar lewat BPD tersebut. relatively simple credit scoring and Prob. of Default-nya juga minim. untuk ke sektor riil emang agak mandeg karena ketakutan dengan demokrasi atau ngga mau masuk koran. mening masukin sbi aja kata mereka..:)

  10. ihedge berkata:

    Senada dengan yang sudah dikatakan bung Poltak dan berbagai pengamatan menarik di atas, saya juga yakin bahwa salah satu bottleneck yang harus segera diberesin yah infrastruktur tadi…

    Saya cenderung percaya dengan development model begini: build excellent infrastructure, facilitate trades, and let the private sectors do the rest. Singapore did it. China to some extent are doing it. India not yet, thus still has plenty of room to grow even faster. Dubai is doing it… We should too.

    Btw, dari beberapa BPD, mana yang paling OK tuh? Gw malah gak tahu kalau bisnis modelnya BPD bagus.

  11. Tri Basoeki Soelisvichyanto berkata:

    1 pertanyaan.

    Memangnya Bank Indonesia masih dibawah pemerintah Indonesia???

    namanya ajah kaliii… kalo Bank of Int’l settlement gimana???

    Update donk mas…

  12. Tri Basoeki Soelisvichyanto berkata:

    Fed pakai duitnya siapa yah ngin-ject dana itu? cetak uang kah? Inflasi? kenapa uang terus ngalir ke Amerika yah???
    apa country risk kita gak pernah bisa turun kah?

  13. RVer berkata:

    BI kan udah independent sejak dikeluarkan UU tahun 1999. cuman kan bos2-nya masih diangkat oleh presiden dan calonnya mesti dapet persetujuan dari DPR juga. lobby-ngeloby juga masih ada lah…di majalah gatra belakangan ini ada yang seru tuh….

    kalau BIS adalah Bank-nya central bank…. BIS juga merupakan forum diskusi (kaya blog-nya bahar deh) bagi CBs. research-nya juga ok2.

    duit central bank-kan sebenarnya banyak. mereka mengelola reserve, uangnya treasury kan di taro di central bank, perbankan kan naro reserve di CBs.

    kenapa uang mengalir terus ke amerika –> ngga juga koq..ngalir ke emerging market juga banyak. yang beli bond idr indo sampai menyentuh 82 trillion cuman dalam waktu kurang dari 4 tahun.

  14. edratna berkata:

    BPD sekarang lagi getol membangun kualitas SDM nya (bekerjasama dengan LPPI), beberapa BPD sangat bagus dan tak lama lagi akan IPO. Likuiditas sangat tinggi, karena memang sektor riil belum berjalan cepat di daerah, sehingga sebagian besar pinjaman adalah untuk consumers loan (inipun sangat aman, karena gaji melalui BPD).

    Mudah-mudahan 2 (dua) tahun ke depan, BPD benar-benar menjadi tuan di wilayahnya masing-masing, dan kalau ini berhasil, maka pembangunan sektor ekonomi di wilayah-wilayah akan sangat pesat.

  15. papabonbon berkata:

    ngomong ttg infrastruktur. itu bendungan suramadu kok pada batal invest yah. akhirnya pembangunan baru separo, udah ngegantung ….

    ada yg bisa confirm ?

  16. Poltak Hotradero berkata:

    Fed pake duitnya siapa? Hmm… sebenarnya dalam dunia bank sentral – satu-satunya cost hanyalah biaya bunga. Sisanya nyaris gratis.

    Dan kalau kita perhatikan baik-baik — setiap aksi The Feds tetap saja menggunakan mekanisme suku bunga. Penggelontoran likuiditas yang kemarin itu juga tetap pake biaya – yaitu bunga yang 5,75% p.a.

    Sejauh ongkos bunga tersebut lebih tinggi dari tingkat inflasi — tentu dampak inflasioner-nya menjadi sangat rendah.

  17. RT/RW berkata:

    Fed pakai duitnya siapa yah ngin-ject dana itu? cetak uang kah? Inflasi? kenapa uang terus ngalir ke Amerika yah???
    apa country risk kita gak pernah bisa turun kah?

    setahu saya sih Fed cetak uang “suka-suka” dia, wong export import mereka defisit US$ 8 juta setiap jam!

    Makanya setelah Fed cut rate, kita lihat saja ada enggak inflasi?

    Boss, btw saya lihat (sorry kalau saya keliru) anda tdk sebutkan berapa loss yang terjadi di Subprime crisis ini? Saya pikir ini bukan small loss, ada teman bilang bisa sampai US$ 1 trillion lho! (WTF!)

    Saya mau nanya, maap masih bingung, Kenapa Fed Res. US, Central Bank Europe, Jepang, Australia inject dana ya?

    Kepada/buat siapa?

    Dalam bentuk pinjaman murah? Borong saham yang pada jatuh?

    Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s