Di mata uang asing apa berbagai bank Sentral menaruh cadangan devisa?

Tanggal 28 September kemarin, IMF (International Monetary Fund), mengeluarkan data tentang komposisi mata uang dunia yang dipakai tempat menampung cadangan devisa asing berbagai negara.

Bank sentral menginvestasikan cadangan devisa mereka ke berbagai aset. Sebagian dari aset tersebut diinvestasikan dalam mata uang asing melalui instrumen seperti T-bills, foreign bank notes, foreign bank deposits, dll. Data yang dikeluarkan IMF ini menggabungkan jumlah devisa dari berbagai negara yang diinvestasikan dalam suatu mata uang. Perlu diingat bahwa, metode pengumpulan data terjadi secara suka rela. IMF tinggal menggabungkan data yang diberikan oleh berbagai negara yang bersedia.

Selain dalam mata uang asing, sebagian cadangan devisa diinvestasikan di dalam negeri, atau dalam bentuk emas, dll.

Pie Chart di samping ini menunjukkan distribusi terakhir (catur wulan 2 tahun 2007) dari mata uang utama yang digunakan sebagai cadangan devisa.

Seperti yang sudah bisa ditebak, sebagian besar cadangan devisa ditempatkan di dollar Amerika Serikat. Selain dollar AS (41%), mata uang yang paling banyak dipakai sebagai cadangan devisa adalah Euro (16%), poundsterling (3%), dan Yen Jepang (1.8%).

Perhatikan bahwa sekitar 36% dari total devisa yang dilaporkan tersebut tidak mencantumkan di mata uang apa dana tersebut ditaruh (unallocated reserves). Sebagian bank sentral negara berkembang seperti Cina sengaja tidak mempublikasikan komposisi devisa mereka. Mereka melakukan ini karena sebagai salah satu pemegang devisa yang paling besar, Cina berkepetingan untuk tidak mengacaukan pasar uang dunia.

Pie chart di bawah ini menunjukkan distribusi terakhir dari mata uang utama yang digunakan sebagai cadangan devisa dengan menghiraukan unallocated reserves. Dengan menghiraukan unallocated reserves, kita berasumsi bahwa unallocated reserves kira-kira terdistribusi sama seperti yang allocated reserves.

Di sini, bisa kita lihat bahwa sekita 65% cadangan devisa dunia di taruh dalam dollar AS, 25% dalam Euro, 4.6% dalam poundsterling, 2.8% dalam Yen, dst.

Data di atas hanyalah sebuah snapshot dari pergeseran dominasi mata uang dunia sebagai cadangan devisa. Gambar di bawah ini menunjukkan perkembangan distribusi mata uang utama yang digunakan sebagai cadangan devisa sejak tahun 1999. Bisa dilihat bahwa jumlah unallocated reserves semakin membesar. Ini, menurut saya berkaitan dengan membengkaknya cadangan devisa Cina dan berbagai negara berkembang lainnya. Dari chart ini, tidak banyak yang bisa kita baca.

Untuk lebih jelasnya, gambar di bawah menunjukkan perubahan porsi mata uang utama yang digunakan sebagai cadangan devisa bila dilihat dari awal tahun 1999 (dengan menghiraukan unallocated reserves). Sebgai contoh, angka 7.5% dari Euro pada catur wulan 2 tahun 2007 menunjukkan bahwa porsi Euro telah meningkat dari 18.1% di awal tahun 1999 menjadi 25.6% pada catur wulan 2 tahun 2007 (25.6% – 18.1% = 7.5%).

Terlihat bahwa porsi mata uang euro meningkat cukup tajam, demikian juga dengan poundsterling. Di sisi lain, porsi dollar AS dan Yen Jepang menurun.

Bank Sentral bisa dianggap sebagai investor besar jangka panjang yang tidak akan mengubah kebijakan mereka dalam waktu sesaat. Dari gambar itu, sepertinya berbagai bank sentral cenderung mengurangi investasi mereka dalam dollar AS dan Jepang, dan menambah porsi Euro dan poundsterling.

Bagaimana hal ini berimpas pada pasar mata uang?

Pos ini dipublikasikan di Charts - Mata Uang, Market Timing. Tandai permalink.

10 Balasan ke Di mata uang asing apa berbagai bank Sentral menaruh cadangan devisa?

  1. Poltak Hotradero berkata:

    Mungkin yang bikin masalah jadi lebih kompleks adalah: “Bersediakah Uni Eropa bila mata uangnya menguat?”

    Mengingat bahwa motor pertumbuhan ekonomi Eropa adalah Jerman dan kontribusi terbesar pertumbuhan tersebut berasal dari ekspor, maka penguatan Euro secara signifikan justru adalah hal yang berusaha dihindarkan oleh negara-negara Uni Eropa, karena pada gilirannya akan memukul ekspor mereka.

  2. edratna berkata:

    Memang dilema, jika mata uang negara tsb kuat, maka yang teriak adalah eksportir, namun importir akan tersenyum.
    Bank Sentral akan mencoba selalu mengatur perimbangan tersebut, agar tak berakibat buruk bagi eksportir maupun importir… BI kemungkinan juga sudah bergeser, mengikuti kecenderungan Euro yang menguat.

    Saya pernah diskusi dengan beberapa pengusaha, berapapun tingginya nilai tukar, bagi mereka tak masalah, yang diinginkan adalah nilai yang stabil dan tak bergejolak, agar bisa membuat planning.

  3. edratna berkata:

    Hmm…maksudnya portfolio cadangan devisa BI, kemungkinan juga sudah bergeser prosentasenya dalam berbagi valas.

  4. anymatters berkata:

    Data tsb berarti termasuk euro Dollar yg berada di luar US, euro Euro yg berada di luar Europe, euro SwissFranc yg berada di luar Swiss, euro Sterling yg berada di luar UK dan euro Yen yg berada di luar Jepang.

    Bisa jadi, fenomena ini disebabkan semakin banyak euro Euro dan euro Sterling. Dimana, pasar uang dan pasar modal menawarkan rate yg kompetitif yg disukai para investor. Terutama saat resesi US 2001 ditengah2 technology stock crash 2000-2002 dan perang afgan/irak.

    Bung iHedge, coba dijelaskan apa yang dimaksud dgn “euro Euro” biar yg lain ga salah paham?

  5. ihedge berkata:

    @Bung Poltak: Asalkan penguatan Euro tidak terjadi secara tajam dalam waktu yang singkat, sepertinya uni eropa nggak akan dirugikan.

    Ngomong2 tentang efek mata uang terhadap ekspor sebenarnya tidak selalu sesimpel mata uang menguat maka ekspor turun. Misalnya untuk singapura, bahan baku dari barang export mereka memiliki import content yang cukup tinggi. Saya tidak terlalu tahu tentang kondisi jerman.

    Populist politicians tentu akan berkomentar di media massa dan menyalahkan negara lain yang menurut mereka “memanipulasi” mata uangnya, seperti Cina dan Jepang.

    Selain itu, Uni eropa juga memiliki kepentingan strategis untuk menjadikan Euro sebagai pilihan penempatan cadangan devisa asing. Bila ingin menjadi pilihan penempatan cadangan devisa asing, mata uang tersebut harus stabil dan cenderung menguat, di samping didukung ekonomi yang besar.

    @Bu Edratna: saya rasa BI juga mengikuti perkembangan pasar mata uang dan melakukan perubahan seperlunya.

  6. ihedge berkata:

    @anymatters: buat yang belum tahu, euro currency adalah deposit dalam suatu mata uang yang ditaruh di suatu bank di luar negara penerbit mata uang tersebut. Contoh: si A menaruh deposito dalam dollar AS di bank Mandiri, maka deposito si A disebut euro dollar. Demikian juga kalau si A menaruh deposito Yen Jepang di bank Mandiri, maka deposito si A disebut euro yen. Kata euro tidak ada hubungannya sama sekali dengan mata uang euro sekarang. Nama tersebut muncul karena alasan historis.

    Data yang ada dalam artikel di atas semua klaim yang (1) dipegang oleh bank sentral dalam (2) mata uang asing, (3) terlepas dari di mana klaim tersebut disimpan, (4) dilaporkan ke IMF.

    Jadi, euro currency bisa saja termasuk dalam data tersebut. Tapi, tidak semua data tersebut dalam bentuk euro currency. Bisa saja sebagian besar dari klaim tersebut di taruh di negara penerbit klaim.

    Semakin maraknya euro Euro dan euro Sterling tentu semakin menambah kemudahan bagi bank sentral dalam melakukan transaksi. Mungkin ini salah satu faktor pendukung.

  7. familytronik berkata:

    hmmm pengin banget bertukar link
    tapi kenapa yah gak pede

    ini beberapa model matematis gwe untuk GBP JPY dan GBP USD dan EUR
    http://chivas88chi.wordpress.com

  8. Sugiarto Sumas berkata:

    Real Time Data ini sungguh berati sekali.
    Apakah dapat menolong saya tentang cara mendapatkan data statistik (terolah) pergerakan nilai tukar rupiah terhadap valas 10 – 20 tahun terakhir

  9. toni berkata:

    mas aq mau tanya .? apakah semua uang asing termasuk devisa .? tolong mas, ini kisi kisi tugas mata kuliah perdagangan international.FAKULTAS EKONOMI
    please penjelasannya .
    thx.

  10. iwan berkata:

    bung bahar atau blogger lainnya.

    mohon advis nih. kalau saya ingin menaruh tabungan dalam valas dalam jangka panjang (5 tahun +), sebaiknya dalam currency apa yah yang kecenderungannya terhadap rupiah akan menguat secara “relatif cepat”.

    thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s