Systemic Risks & Bank Century

Konsep systemic risks, sependek pengetahuan saya, belum betul2 dimengerti mekanismenya dan bagaimana cara mengukurnya. Resiko sistemik terjadi bila jatuhnya suatu institusi mengakibatkan efek beruntun jatuhnya berbagai institusi lain. Yang jelas, resiko ini ada dan kian hari semakin besar. Hal ini terjadi sebagai efek samping dari sistem pasar yang terbuka seperti sekarang ini sehingga kepemilikan aset dan kewajiban bisa tersebar di mana-mana dan sistem informasi yang canggih sehingga informasi bisa menyebar ke mana-mana dengan cepat.

Kita cuma bisa mengira-ira apakah akan ada kegagalan beruntun atau tidak. Ada banyak hal yang meningkatkan kemungkin terjadinya efek beruntun ini. Pertanyaan yang relevan misalnya: siapakah orang2/institusi2 lain yang akan rugi jika institusi tersebut jatuh, seberapa kuatkah kondisi finansial orang2/institusi2 tersebut, apakah orang2/institusi2 tersebut memiliki kewajiban ke pihak2 lain dan begitu seterusnya.. . Penting juga untuk menilai bagaimana reaksi publik terhadap munculnya berita bahwa suatu institusi akan jatuh (misalnya rush)… Penting juga untuk mengetahui reaksi pasar atas keputusan pemerintah. Biar bagaimanapun, anjloknya pasar saham ataupun rupiah akan menambah kepanikan publik. Tentu banyak pertanyaan lain yang juga relevan dan saya tidak tahu. Berbagai pertanyaan ini sulit dijawab tanpa data2 yang bagus. Dengan data yang baguspun, tidak mudah untuk mengukur potensi resiko sistemik ini.

Dari tahun lalu saya selalu berpendapat bahwa ekonomi Indonesia secara relatif lebih kuat dari pada banyak ekonomi negara-negara lain. Di samping itu, kesehatan bank2 besar di Indonesia juga dilaporkan relatif baik. Di samping itu, kondisi ekonomi kawasan Asia Tenggara juga relatif lebih baik dibanding berbagai kawasan lain di dunia seperti Eropa Timur. Jika  terjadi panik di negara2 berkembang, kemungkinan investor untuk meninggalkan Indonesia relatif lebih kecil karena dari segi ranking negara dan kawasan, kita relatif di atas. Di sini ranking menjadi penting karena investor global perlu menaruh dananya di suatu tempat, dan bila mereka ingin pindah, tempat itu adalah yang rankingnya di atas. Jadi, saat itu, resiko capital flight dari global investor ke luar Indonesia relatif lebih kecil dibanding jika kondisi ekonomi dan perbankan relatif lebih jelek dari negara lain. Di lihat dari kacamata ini, keperluan untuk bailout bank century lebih kecil. Akan tetapi, capital flight hampir pasti akan terjadi jika terjadi bank run. Dan bank run akan menjadi-jadi jika terjadi capital flight.

Lalu, siapa sajakah orang2/institusi2 yang akan rugi jika Century jatuh? Seberapa kuatkah kondisi finansial mereka? Apakah mereka juga punya kewajiban besar ke pihak lain? Saya gak tahu. Saya juga tidak tahu seberapa baik data2 yang dimiliki KKSK waktu itu.

Melihat kondisi pasar saat itu, di mana bank2 di luar negeri baik besar maupun kecil banyak yang bankrut, lebih bijak untuk mengambil keputusan bailout dan ternyata salah (kerugian diambil alih oleh LPS sebesar keperluan bailout) dari pada mengambil keputusan tidak bail out dan ternyata salah (dan terjadi bank run). Posisi keuangan LPS yang relatif kuat dibandingkan dengan keperluan biaya bailout menghindarkan terjadinya kejatuhan institusi keuangan beruntun. Lagipula, LPS adalah “penjual asuransi” kegagalan bank yang secara periodik mengambil premi asuransi dan sudah sepantasnya membayar tanggungan jika terjadi kegagalan bank.

Jika dalam praktiknya terjadi tindakan kriminal terhadap kucuran LPS untuk bailout bank Century, itu adalah masalah lain yang perlu diperiksa oleh pihak yang berwenang.

Pos ini dipublikasikan di INDONESIA. Tandai permalink.

18 Balasan ke Systemic Risks & Bank Century

  1. war_no berkata:

    Nice article, diantara sebagian besar politisi yang memakai kejadian bank century ini untuk tujuan politik mereka.

    BTW, ada minat untuk membuat artikel tentang “produk derivative century” yaitu buku gurita cikeas dan buku resensinya?

    hehehe…

    salam kenal,

  2. chenrijano berkata:

    berikut ada website sebagai resource untuk mengumpulkan artikel dan informasi tentang penanganan bank century indonesiarecovery.com

  3. ihedge berkata:

    @war_no: saya sendiri belum baca bukunya, jadi belum bisa membahasnya. tapi makasih buat masukannya.

    @chenrijano: makasih buat info websitenya. tapi siapa yah membuat dan memelihara website itu?

  4. chenrijano berkata:

    kebetulan saya dan rekan-rekan yang buat🙂
    bisa dilihat di redaksi

  5. chenrijano berkata:

    mohon komentar dan masukannya, jika tidak keberatan tentunya

  6. ihedge berkata:

    ic. salut buat inisiatifnya🙂 Btw, pak Erry Riyana Hardjapamekas ikut terlibat di redaksi juga yah.

    Sayangnya masih ada beberapa bagian yang kosong, seperti “tentang”. Tadi saya ingin tahu siapa yang menulis, informasinya dari mana, background penulisnya seperti apa, dll.

  7. chenrijano berkata:

    kalau penulis dari tim redaksi yang ada, informasinya sebagian disebutkan dalam artikel itu sendiri, kalau background para penulis akan dilengkapi tapi sedang diprioritaskan substansi konten dulu daripada profil para penulis biar nga dibilang narsis🙂. Barusan kita menambahkan transkrip sidang Pansus yang sudah dilakukan dan sebentar lagi akan mengupload liputan media pada periode november – desember 2008, yang pada waktu itu sebagian besar cenderung ramai-ramai mendukung penyelamatan.

  8. edratna berkata:

    Secara teori, fungsi BI adalah “Lender of the last resort”
    Sistemik harus dipahami, dan dilihat dari fakta dan data yang ada pada saat pengambilan keputusan. Dan seperti kita ketahui, setiap haripun, dalam kondisi krisis data selalu berubah-ubah…namun hal ini ada recordnya.

    Sebagai orang yang di luar sistem, sebaiknya kita memang menunggu penelitian, dan tidak memberikan berbagai argumentasi yang menimbulkan polemik, padahal kita tak tahu pasti seperti apa detik per detik kejadian saat itu, dan data-data apa yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
    Marilah kita berharap, semoga hasil akhirnya baik untuk Indonesia…

  9. war_no berkata:

    sebagai orang awam, saya setuju sekali sama bu edratna ini…
    semoga cepat selesai, supaya indonesia menjadi lebih baik, amiin.

  10. ihedge berkata:

    @chenrijano: hehehe, ga narsis kok. tapi mungkin bisa dikira gak netral😛

    @bu enny: betul bu, sebaiknya kita lihat data2 dan fakta secara objektif daripada memberikan berbagai argumentasi yang menyesatkan. Di lain pihak, bisa juga dilihat kalau parlemen kita bisa lebih kritis dan tidak asal cap.

  11. SAUT BOANGMANALU berkata:

    TERIMAKASIH ATAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN/REFRENSI UNTUK REGENERASI. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  12. Junior Planner berkata:

    Kebetulan saya adalah seorang karyawan bank di bagian risiko dan kebetulan saya tau dengan pasti kondisi likuiditas perbankan Indonesia pada akhir 2008. Keputusan bailout menurut saya adalah keputusan yang sangat tepat untuk mengeluarkan kalangan perbankan dari situasi krisis likuiditas dan saling tidak percaya saat itu. Saya setuju bahwa jika ada penyimpangan dalam bailout tersebut oleh penumpang gelap(sesuai target awal pansus ttg aliran dana ke partai tertentu) maka harus diusut, namun jangan sampai tindakan heroik ibu sri mulyani dikorbankan demi kepentingan partai-partai di parlemen.

  13. Options berkata:

    it’s better save than sorry – kalo kata orang bule.
    Kalo memang digunakan untuk kepentingan negara bukan untuk kepentingan perseorangan, saya dukung penuh keputusan bailout.

  14. Irwan Yusriadi berkata:

    “Saya juga tidak tahu seberapa baik data2 yang dimiliki KKSK waktu itu.”

    Sedikit ralat Bang, mungkin maksud Abang itu KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan), bukan KKSK.
    Btw, koq tampilan blognya rada kurang enak dipandang bgini Bang?

  15. Rudi berkata:

    Dapatkan RAHASIA TRADING OPTIONS bersama MASTER OPTIONS DUNIA… anda akan dibimbing stepp by stepp dari basic sampai advanced.. anda akan menonton langsung bagaimana mereka melakukan trading..

    Inilah hasil tradingnya —>> Klik nama saya

  16. bagikanyuk berkata:

    ikut baca bacaaaaa

  17. hape2015 berkata:

    meluncur ahhh gan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s