Bagimu, apa itu pasar? Dan Implikasinya

Mentor saya suatu saat bertanya “what is the market to you?”, “bagimu, apa itu pasar?”. Sebagai gambaran, sang mentor merupakan seorang manajer hedge fund yang cukup sukses. Paling tidak fund yang dikelolanya masih bisa menghasilkan double digit returns after fees selama 10 bulan terakhir ini di mana banyak funds lain yang ambruk maupun rugi besar. Tahun-tahun sebelumnya returns after fees juga double digit cukup tinggi tanpa satupun negative month sampai saat ini.

Saya menjawab dengan polosnya, “suatu tempat di mana calon penjual dan pembeli berkumpul dan di mana tawar menawar terjadi”. Saat itu, saya melihat pasar dari segi fisiknya. Satu-satu dia tanyakan hal yang sama pada anak buahnya.

Mengapa dia menanyakan hal yang seolah-olah sangat simpel seperti itu? “How you view the market determines how you react to the market”, begitu dia menjelaskan. “Some people think that the market is a beast to beat. Some people think the market is your friend in which you need to be in harmony with. Some people think the market is a random generator. Some people think the market is like a casino to play for fun.”

Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di FILOSOFI INVEST. | 8 Komentar

Dinamika Pasar, Krisis, Keputusan BI Menaikkan Suku Bunga

Ketika bank-bank sentral dunia bersama-sama menurunkan tingkat suku bunga, BI malah menaikkan suku bunga. Mengapa?

Mungkin BI punya 3 tujuan:

 

  • Mempertahankan rupiah,
  • Memberikan sinyal ke pelaku pasar bahwa kondisi Indonesia tidak seperti kondisi negara2 lain yang terimbas krisis keuangan, krisis kredit dan krisis kepercayaan sehingga Indonesia tidak perlu ikut menurunkan suku bunga,
  • Mengurangi laju inflasi.. (penjelasan standar)

Dalam kondisi normal, Bank Sentral menggunakan instrumen suku bunga untuk menstabilkan harga (menahan laju inflasi). Menaikkan suku bunga secara tidak langsung akan mengurangi jumlah uang yang beredar di pasar melalui dua mekanisme: memberikan insentif kepada orang untuk menabung dan mengurangi permintaan orang untuk mengambil kredit. Karena jumlah uang yang beredar berkurang, otomatis “nilai uang” bertambah sehingga “nilai barang” secara relatif menurun, dan harga barang2 pun menurun… sehingga laju inflasi bisa ditahan. Demikian juga sebaliknya dengan penurunan suku bunga.

Kira2 teori ekonominya seperti itu.. 

Tapi pasar finansial jauuuh lebih kompleks dari itu.. Indonesia tidak berdiri sendiri. Indonesia tidak menutup laju keluar masuknya modal dari dan ke luar negeri. Oleh karena itu, Indonesia merupakan satu titik dari jejaring pasar kapitalisme global. 

Dipublikasi di FILOSOFI INVEST., INDONESIA, KRISIS | 25 Komentar

Hedge Funds & Ekonomi

Saya ingin bertanya mengenai hedge funds karena masih awam tentang hal ini. Pertanyaan saya adalah apakah hedge funds itu baik untuk ekonomi suatu negara atau ekonomi dunia secara keseluruhan? Saya melihat sisi positif dari keberadaan hedge funds adalah membantu meningkatkan efisiensi karena menghilangkan mispricing di pasar, disamping memperkaya investors dan fund managers-nya tentunya. Tp koq sepertinya ada hal2 negatif yg muncul dari keberadaannya, misalnya bubbles di real estates dan, kemungkinan, di komoditas. Mungkin bukan sepenuhnya salah hedge funds, tp nature-nya yg sangat spekulatif dan ditambah dengan leverage yg umumnya berlipat ganda, sepertinya hedge funds turut berperan menciptakan bubbles tersebut. Masalahnya dampak dari bubbles tersebut dirasakan oleh banyak orang. Kembali ke pertanyaan saya, apakah keberadaan hedge funds membantu meningkatkan GDP (i.e. kemakmuran) suatu negara? Akankah lebih baik jika dana kelolaan yg sangat besar tersebut diinvestasikan ke real sectors sehingga bs membantu perekonomian? Mas Natsir

Beberapa fakta yang perlu saya luruskan dulu:

  • Nature hedge fund tidak selalu spekulatif. Komunitas hedge funds sangat heterogen, dari mereka yang mencari directional bets (seperti global macro funds) maka spekulatif sampai yang mencari dan menghilangkan mispricings (seperti arbitrage funds) maka tidak spekulatif. Saya rasa hedge funds yang spekulatif tidak lebih besar daripada yang tidak spekulatif.
  • Tidak semua hedge funds menerapkan leverage. Yang sering kita lihat di media adalah hedge funds yang leverage-nya besar dan salah sehingga mesti gulung tikar dan masuk koran.
  • Dana yang dikelola hedge funds secara keseluruhan jauuh lebih kecil dibanding dana yang dikelola institusi keuangan lainnya seperti dana pensiunan, dana asuransi, reksadana, ataupun dana investasi nasional (sovereign wealth fund).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di HEDGE FUNDS | 17 Komentar

Peta Pasar Saham

Apakah dana mengalir keluar ataupun masuk pasar saham? Ke sektor mana dan dari sektor manakah dana mengalir di dalam pasar saham? Dua pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang sebagian dari kita ingin tahu jawabannya.

Tentu tidak mudah menjawab kedua pertanyaan di atas. Kebanyakan dari kita hanya melihat perubahan nilai berbagai indeks seperti DJIA, SP500, Nasdaq Composite, IHSG, dll. Kita perlu tahu lebih detail dari itu. Berbagai indeks tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh sedikit saham berkapitalisasi besar seperti Exxon Mobil dan General Electric di SP500 ataupun PT Telkom di pasar IHSG.

Ketika dana keluar/masuk ke pasar saham, belum tentu dana itu akan mengalir dari/ke saham-saham berkapitalisasi besar untuk membuat efeknya ke indeks terasa. Pada prinsipnya, semakin banyak saham-saham yang tergerak, semakin meyakinkan pula pergerakan dana keluar/masuk pasar saham.

Ketika dana mengalir dari beberapa sektor ke sektor-sektor lainnya, terkadang hal itu tidak bisa dilihat dari berbagai indeks yang saya sebutkan tadi. Salah satu cara untuk melihatnya adalah dengan membandingkan berbagai indeks sektor seperti di sini.

Ada teknik lain untuk mendapatkan ide dalam rangka menjawab kedua pertanyaan di atas: melihat peta saham. Finviz memberikan salah satu implementasi peta saham secara cuma-cuma.

Peta di atas menunjukkan keadaan pasar saham AS per 11 April selama satu pekan terakhir. Anda bisa mengganti durasi pengamatan dari 1 hari, 1 pekan, 1 bulan, sampai 1 tahun.

Dengan melihat peta ini, secara sekilas kita bisa dengan cepat melihat apa yang sedang terjadi terhadap pasar saham secara keseluruhan.

Khusus untuk peta saat ini, terlihat bahwa sektor basic materials adalah sektor paling kuat selama 1 pekan terakhir. Untuk sektor-sektor yang lain, pasar masih lemah walaupun sebagian saham yang kuat di sektor-sektor tersebut sudah mulai menunjukkan dirinya seperti terlihat dari warna hijau yang muncul secara sporadik di berbagai tempat.

Berikut adalah peta pergerakan 1 hari ini sampai dengan pukul 2:30 siang. Perhatikan lautan merah hari ini.

Peta saham hanya memberikan ide untuk menjawab kedua pertanyaan di atas. Memiliki ide masih lebih bagus daripada tidak tahu sama sekali, apalagi gratis!

Semoga bermanfaat.

Dipublikasi di Assets Selection, Market Timing | 13 Komentar

Sumber Bacaan

Apa yang Anda baca secara rutin?

Saat ini, munculnya feed readers semacam Google Reader dsb memudahkan kita untuk mengikuti tulisan-tulisan dari berbagai sumber yang menarik bagi kita. Saya sendiri subscribe kepada beberapa penulis di bawah ini:

Dr. Steenbarger adalah seorang profesor psikologi yang juga seorang trader. Bila Anda pernah mengunjungi blognya, Anda akan tahu betapa produktif dia dalam menulis.

Dr. Steenbarger sering mengupas strategi dia dalam trading, membahas psikologi trading, melakukan backtesting terhadap suatu fenomena yang dia lihat walaupun evaluasinya masih kurang dalam, dan melaporkan bacaan dia tentang kondisi pasar yang berlaku. Sesekali, Dr. Steenbarger akan menyuguhkan berbagai artikel menarik yang ditulis orang lain.

Kunjungilah blog dia.

Veryan Allen mungkin bekerja pada suatu institusi yang mencari berbagai manajer hedge fund. Allen lebih jarang menulis. Mungkin 1 minggu sekali. Tapi, setiap tulisannya selalu dalam dan mengena.

Bagi Anda yang bekerja dalam area fund management, saya rasa perspektif yang dia bawa cukup bermanfaat.

Saya baru saja tahu tentang blog ini. Ray Barros menggunakan teknis visual dalam trading-nya. Sepengetahuan saya, dia melihat pasar dari segi waves dari berbagai time frame (dari jangka per menit sampai bertahun-tahun).

Saya melihat blog ini sekilas untuk melihat berbagai data yang kadang-kadang cukup menarik. Akan tetapi, ulasannya kurang mendalam.

Apa yang Anda baca?

Dipublikasi di PERSONAL | 10 Komentar

Kemana Tempe dan Tahu?

Baru saja membaca berita di Jakarta Post bahwa tempe dan tahu menghilang dari hidangan kota Jakarta. Sebagai orang Indonesia, saya termasuk penggemar tempe. Tanpa tempe paling tidak seminggu sekali, rasanya makan ada yang kurang.

Membaca artikel itu, saya langsung teringat bahwa harga soya bean (kedelai) terus menjulang tinggi sejak oktober tahun 2007. Hal ini bisa dilihat dari grafik di bawah ini.

Sebagian besar kedelai Indonesia di impor dari luar negeri. Pemerintah Indonesia tidak punya kontrol terhadap harga kedelai dunia.

Walaupun berkurangnya tempe cukup disayangkan, kita tidak bisa menyalahkan pemerintah atas fenomena ini, paling tidak dalam jangka pendek. Sudah bagus pemerintah menghilangkan import duty buat kedelai.

Dalam jangka panjang, solusi buat Indonesia adalah untuk menanam lebih banyak kedelai.

Dipublikasi di INDONESIA | 13 Komentar

Permintaan Emas dari ETF.

Ada ulasan singkat menarik dari Bespoke yang mengutip artikel dari Wallstreet Jurnal: ETF FeverETFs Stoke Investors’ Gold Fever yang mengungkapkan bahwa permintaan emas dari investors melalui Exchange Traded Funds (ETF) adalah sangat tinggi.

ETF adalah semacam reksadana yang diperdagangkan secara aktif di bursa pasar modal. Di Indonesia, setahu saya reksadana belum bisa diperdagangkan di bursa pasar modal.

Kepemilikan ETF atas logam mulia ini bahkan lebih tinggi dari emas yang dimiliki Bank Sentral China ataupun Bank Sentral Eropa. Hanya 7 negara yang memegang emas lebih besar dari ETF: AS, Jerman, Prancis, Italia, Swiss, Jepang, dan Belanda. Di lain pihak, permintaan emas dari industri berkurang.

NB: Gambar diambil dari Bespoke Investment Group.

Perhatikan bahwa sejak adanya Gold ETF, harga emas terus menjulang naik. Tapi BUKAN berarti bahwa adanya Gold ETF ADALAH penyebab naiknya harga emas. Mungkin ada sebab lain yang kita tidak tahu. Dan mungkin tidak perlu tahu.

Apakah kenaikan harga emas ini akan segera berhenti? Saya masih cenderung percaya bahwa saat itu belum akan datang. Tapi, ketika saat itu datang (di mana tidak ada orang yang bisa memprediksi kelakuan investor – trader – spekulator secara kolektif), maka koreksinya akan sangat tajam dan cepat.

Tetap pasang mata. For now, just join the party.

Dipublikasi di Assets Selection, Market Timing | 8 Komentar